STRATEGI KOMUNIKASI DPPKAD KABUPATEN SRAGEN DALAM SOSIALISASI PROGRAM PENGALIHAN PBB-P2

Dian, Angela (2013) STRATEGI KOMUNIKASI DPPKAD KABUPATEN SRAGEN DALAM SOSIALISASI PROGRAM PENGALIHAN PBB-P2. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (629Kb) | Preview

    Abstract

    Angela Dian R. D0209005. Strategi Komunikasi DPPKAD Kabupaten Sragen dalam Sosialisasi Program Pengalihan PBB-P2. Skripsi. Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2013. Program pengalihan PBB-P2 merupakan program dari Dirjen Pajak untuk mengalihkan pengelolaan PBB-P2 dari pajak pusat menjadi pajak daerah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan PBB-P2 dan penerimaan pajak tersebut dapat langsung digunakan untuk pembangunan daerah. Program baru tersebut tentunya membutuhkan sosialisasi kepada masyarakat yang dilakukan oleh DPPKAD Kabupaten Sragen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi dari DPPKAD Kabupaten Sragen dalam sosialisasi program pengalihan PBB-P2 menjadi pajak daerah. Selain itu, penelitian ini juga berusaha menemukan faktor penghambat serta pendorong dalam sosialisasi tersebut. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data utama yang diperoleh dari wawancara dan observasi, sedangkan data pendukung diperoleh dari dokumen-dokumen serta data pendukung lainnya. Teknik analisa dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui tahapan strategi komunikasi yang dilakukan oleh DPPKAD Kabupaten Sragen, yaitu: mengenal khalayak yang dilakukan melalui observasi dan menentukan sasaran dari sosialisasi. Tahap mengenal khalayak tersebut dapat membantu komunikator untuk mengenali lapangan pengalaman dan kerangka pemikiran dari komunikan. Tahap berikutnya adalah menyusun pesan. Dalam tahap ini, DPPKAD melakukan penyusunan pesan dan menetapkan poin pesan yang akan disampaikan kepada sasaran sosialisasi. Setelah menyusun pesan, tahap selanjutnya adalah menentukan metode. Teknik yang digunakan dalam sosialisasi adalah teknik asosiasi, integrasi, ganjaran dan tataan, sedangkan untuk metode, DPPKAD Kabupaten Sragen menggunakan metode informatif dan persuasif. Setelah menyusun pesan dan menentukan metode tahap selanjutnya adalah meyeleksi penggunaan media. Media yang digunakan oleh DPPKAD Kabupaten Sragen dalam sosialisasinya adalah media lokal berupa koran, radio, televisi lokal dan spanduk. Dalam sosialisasi tersebut, tentunya terdapat faktor pendorong dan penghambat dalam pelaksanaan sosialisasi. Yang menjadi faktor pendorong dalam sosialisasi mengenai pengalihan PBB-P2 menjadi pajak daerah adalah adanya keinginan untuk menyampaikan dan mendapatkan informasi mengenai pengalihan PBB-P2. Hal tersebut juga didukung dengan adanya regulasi yang tertuang dalam UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Sedangkan faktor penghambat dalam sosialisasi adalah hambatan dari pihak komunikan, yaitu karena kurangnya tingkat pemahaman dan pendidikan, sehingga menyebabkan para komunikan pasif dan tidak memberikan umpan balik. Selain dari sisi komunikan, hambatan juga datang dari komunikator, yaitu cara penyampaian yang kurang dapat diterima oleh audiens. Hal tersebut bisa dikarenakan kurangnya penguasaan teknik berkomunikasi yang baik. Hambatan lainnya yaitu hambatan dari segi bahasa, yaitu penggunaan bahasa yang terlalu formal, teknis dan penggunaan istilah-istilah yang terlalu teoritis oleh komunikator. Hal tersebut menimbulkan kurangnya pemahaman para komunikan, terutama sasaran sosialisasi di kecamatan yang rata-rata tidak berkecimpung di bidang perpajakan. Penggunaan bahasa-bahasa yang teknis dan teoritis tentunya akan menyulitkan pemahaman terhadap materi oleh para komunikan dengan tingkat pendidikan, kerangka referensi (frame of reference) dan lapangan pengalaman (field of experience) yang kurang. Angela Dian R. D0209005. Communication Strategies in the Socialization DPPKAD Sragen Diversion Programme PBB-P2. Thesis. Department of Communication Studies Faculty of Social and Political Science, Sebelas Maret University Surakarta. 2013. PBB-P2 diversion program is a program of the Directorate General of Taxation to transfer the management of the PBB-P2 from central taxes to local taxes. The program aims to increase the acceptance of the PBB-P2 and the tax revenue can be directly used for regional development. The new program would require massive public education conducted by DPPKAD Sragen. This study aims to determine the communication strategy of DPPKAD Sragen in the socialization of the PBB-P2 diversion program to be a local tax. In addition, this study also trying to find the limiting factor and driving force in the socialization. The methodology used in this research is descriptive qualitative primary data sources obtained from interviews and observations, while supporting data obtained from documents and other supporting data. Engineering analysis is done through a process of data reduction, data display and drawing conclusions. The sampling technique used in this study is the purposive sampling technique. Based on this research, it is known stage communication strategy undertaken by DPPKAD Sragen, namely: know the audience is done through observation and determine the goals of socialization. Phase knew that audience can help communicators to recognize the field experience and frame of mind of the communicant. The next stage is to construct a message. In this stage, DPPKAD as setting the message and set points that message will be delivered to the target socialization. After composing messages, the next step is to determine the method. The technique is a technique used in association socialization, integration, reward and settings, while for the method, DPPKAD Sragen informative and persuasive methods. After composing messages and determine the next step is selecting the method of use of the media. Media used by DPPKAD Sragen in socialization is the local media of newspapers, radio, local television and banners. In this socialization, of course, there are the drivers and barriers in the implementation of socialization. The driving factor in the socialization of the PBB-P2 transfer to local taxes is the desire to communicate and obtain information regarding the transfer of PBB-P2. This is also supported by the regulations as stipulated in Law no. 28 of 2009 on Regional Taxes and Levies.While socialization is the limiting factor in the resistance of the communicant, which is due to lack of understanding and education levels, thus causing the communicant passive and do not provide feedback. Apart from the communicant, resistance also came from the communicator, which means that delivery can not be accepted by the audience. This can be due to a lack of mastery of good communication techniques. Other barriers are barriers in terms of language, the use of language that is too formal, and the use of technical terms that are too theoretical by the communicator. This led to a lack of understanding of the communicant, especially socializing in the target districts that average is not working in the field of taxation. Use technical languages and will certainly complicate the theoretical understanding of the material by the communicant with the level of education, reference frame (frame of reference) and field experience (field of experience) are less.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Satria Nur Fauzi
    Date Deposited: 26 Apr 2014 18:03
    Last Modified: 26 Apr 2014 18:03
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13493

    Actions (login required)

    View Item