REVITALISASI PASAR TRADISIONAL BERBASIS PEMBERDAYAAN KOMUNITAS, SUATU ALTERNATIF PENANGGULANGAN KEMISKINAN.

Utami, Trisni (2010) REVITALISASI PASAR TRADISIONAL BERBASIS PEMBERDAYAAN KOMUNITAS, SUATU ALTERNATIF PENANGGULANGAN KEMISKINAN. H STRATANAS DIPA. pp. 1-8.

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (48Kb)

    Abstract

    Di Kota Sola beberapa waktu yang lalu telah melakukan penataan PKL, salah satunya dengan cara merelokasi PKL Banjarsari menjadi pedagang pasar di Pasar Klitihikan Notoharjo. Hal ini merupakan salah satu penangan PKL yang sekaligus bertujuan meningkatkan tarap hidup PKL. Bagi Komunitas PKL, hal ini tidak hanya menyangkut perpindahan lokasi usaha, namun terjadi perubahan yang fundamental, yakni perpindahan dari komunitas sektor informal sebagai PKL menjadi komunitas yang bekerja/berusaha disektor formal sebagai pedagang pasar. Perpindahan dari PKL (komunitas sektor informal) menjadi pedagang pasar (komunitas sektor formal) sudah barang tentu memerlukan adaptasi (penyesuaian) secara baik agar lebih berhasil setelah menjadi pedagang pasar. Kalau tidak dapat melakukan adaptasi secara baik, dikawatirkan terjadi kegagalan dan menyebabkan komunitas tersebut menjadi lebih marginal dan menjadi miskin. Berdasar Roadmap penelitian “Pemberdayaan Komunitas Sektor Informal PKL”, terlihat bahwa penelitian model/strategi adaptasi komunitas PKL menjadi pedagang pasar merupakan penelitian lanjutan. Trisni-Utami dkk. (2006) telah meneliti model pemberdayaan PKL melalui kerjasama antar stake holder. Sebagaimana dikemukan di atas bahwa relokasi komunitas PKL menjadi pedagang pasar merupakan penataan PKL yang sekaligus dimaksudkan untuk meningkatkan tarap hidup komunitas tersebut. Sebagai kelanjutan upaya pemberdayaan komunitas PKL, penelitian ini akan mengevaluasi dan berupaya mendapatkan model/strategi adaptasi komunitas PKL menjadi pedagang pasar agar komunitas tersebut menjadil lebih berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model pemberdayaan komunitas PKL melalui revitalisasi pasar tradisional sebagai alternatif penanggulangan kemiskinan. Tentu kita ingin melihat apakah revitalisasi ini sesuai dengan kehendak warga pasar sehingga identitas pasar yang telah lama terpatri tidak tercerabut begitu saja oleh program revitalisasi. Kita pun ingin mengetahui apakah warga pasar terlibat secara aktif sebagai bentuk kontrol sosial terhadap program revitalisasi. Dan kemudian kita pun ingin menemukan jawaban apakah revitalisasi bermanfaat ataukah tidak terutama bagi pedagang pasar sendiri. Revitalisasi memang menjadi kebutuhan sebagian besar pasar tradisional di berbagai kota. Sebagai upaya untuk melindungi bangunan, ruang sosial yang ada dengan mengatur dan menata kembali agar lebih bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Participation Action Research. Partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam setiap langkah gerak pembangunan dan berbagai alasan yang menunjukkan keunggulan pendekatan yang partisipatif dengan melibatkan segenap warga yang terlibat. Selama ini program pembangunan yang direncanakan dari atas (top-down) tanpa melibatkan secara langsung – masyarakat hanya menerima program dan kadang tidak menyentuh kebutuhan masyarakat dan kadang survey yang dilakukan sebagai dasar pijakan dalam merumuskan program dilakukan oleh lembaga-lembaga penelitian yang kadang terlampau diwarnai oleh wawasan, pikiran dari pandangan penelitinya sendiri atau terlalu akademis, sehingga kadang programnya tidak menyentuh kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat. Alasan ini yang memperkuat kenapa penelitian ini menggunakan Action Research dalam arti agar mesyarakat mampu mengenali potret dirinya sendiri, mampu merumuskan program sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat yang bersangkutan. Dan yang lebih peting lagi masyarakat tidak lagi menjadi obyek melainkan menjadi subyek, sehingga diharapkan melalui keterlibatannya mereka akan menjadi “pemilik program” bukan hanya sekedar sebagai pelaksana. Keterlibatan masyarakat sebagai pelaksana tidak akan menjamin keberlangsungan program. Dengan demikian di masa yang akan datang ketergantungan pada pihak luar akan semakin bisa dikurangi. Kemiskinan merupakan persoalan yang sangat kompleks, untuk itu diperlukan penanggulangan kemiskinan yang tepat, dengan melibatkan seluruh komponen (stakeholders) termasuk kelompok miskin itu sendiri. Program Pemkot Surakarta dalam penanggulangan kemiskinan : 1. Relokasi dn pemberdayaan PKL 2. Revitalisi pasar dan pemberdayaan UKM 3. Puskesmas buka sampai sore 4. Puskesmas Rawat inap 5. Rumah Layak Huni 6. Sekolah Plus 7. Solo kota vokasi 8. Membuka peluang investasi sehingga tercipta lapang kerja dan mampu mengurangi Jumlah Penganggur. Public sphare merupakan wadah dimana seseorang atau banyak pihak dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan sebuah kepentingan tertentu atau hanya sekedar saling menyapa maupun berbagi pengalaman. Bisa berujud secara fisik (ruang publik) maupun secara non fisik seperti ruang dalam pengertian maya (internet). Komunikasi perlu dibangun dalam rangka untuk saling berbagi kepentingan dalam mencapai tujuan yang dikehendaki secara lebih baik. Public Sphare ini dapat dipakai sebagai wadah dalam penyaluran aspirasi bagi semua pihak, saling berdiskusi dan saling sharing pengetahuan, proses saling belajar dan mengambil manfaat positif dari hasil interaksi tersebut. Dalam penelitian ini yang digunakan sebagai publicsphare adalah membuka ruang didunia maya (internet) melalui situs: www.pasarklithikansolo.uns.ac.id. Web tersebut memiliki 3 fungsi : 1. Situs untuk bertemunya para peneliti untuk membangun komunikasi antara peneliti yang tertarik dengan Pengembangan Pasar Tradisional dan Pedagang Kaki Lima (PKL). 2. Situs bertemunya komunitas dengan stake holders lainnya yang memiliki kepentingan yang sama dalam pengembangan pasar tradisional, PKL dan Pengembangan Ekonomi Lokal. 3. Situs yang membantu Kominitas Pasar Notoharjo untuk promosi agar Pasar Klithikan Notoharjo tidak saja dikenal di Kota Surakarta dan sekitarnya, tetapi juga dikenal di berbagai kota lainnya bahkan juga dikenal ditingkat global atau di negara lain. Situs ini akan membawa keuntungan semua pihak untuk dapat memanfaatkannya selain sebagai ruang berkomunikasi, bertukar pikiran, sharing ide, bahkan sampai pada solusi penanganan maslah yang dapat melibatkan berbagi stake holders terkait dengan Pengembangan Pasar Tradisional maupun Penataan PKL.. Revitalisasi pasar tradisional merupakan salah satu langkah prioritas dalam rangka mengembangkan daya saing pasar, sehingga pasar memiliki kekuatan dalam pengembangan ekonomi rakyat. Hal ini merupakan salah satu alternatif untuk mengembangkan kekuatan ekonomi lokal yang berdampak pada penanggulangan kemiskinan. Revitalisasi tidak hanya dimaknai perubahan dalam arti fasilitas fisik, melainkan juga menyangkut penguatan sumberdaya manusia dan pengembangan ruang publik dalam pengembangan pasar tradisional.

    Item Type: Article
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Lia Primadani
    Date Deposited: 26 Apr 2014 17:42
    Last Modified: 26 Apr 2014 17:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13453

    Actions (login required)

    View Item