PERJUANGAN TAMAN SISWA YOGYAKARTA MELAWAN ONDERWIJS-ORDONANTIE TAHUN 1922-1933.

FATIMAH, SITI (2013) PERJUANGAN TAMAN SISWA YOGYAKARTA MELAWAN ONDERWIJS-ORDONANTIE TAHUN 1922-1933. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (550Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Latar belakang didirikannya Taman Siswa. (2) Alasan diberlakukannya onderwijs ordonantie. (3) Usaha-usaha Ki Hajar Dewantara (Taman Siswa) melawan onderwijs ordonantie. Penelitian ini menggunakan metode historis. Langkah-langkah metode historis adalah heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber primer dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis historis dengan melakukan kritik eksterndan intern. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Berdirinya Taman Siswa dilatar belakangi oleh adanya diskriminasi yang salah satunya terjadi dalam bidang pendidikan. Kalangan pribumi terdidik yang menyadari adanya perlakuan diskriminasi tersebut dan memunculkan tokoh-tokoh terpelajar untuk bergerak memajukan pendidikan pribumi. Selain itu yang membicarakan perjuangan kemerdekaan yang tidak cukup melalui kekuatan politik atau fisik saja, melainkan dengan pergerakan pendidikan rakyat. Untuk mewujudkan hal tersebut, Ki Hajar Dewantara mendirikan Nationaal Onderwijs yang secara resmi berdiri pada tanggal 2 Juli 1922 di jalan Tanjung Yogyakarta.(2) Sampai tahun 1932 Taman Siswa berkembang cepat dan cabang-cabangnya tersebar di seluruh Hindia Belanda. Perkembangan Taman Siswa menimbulkan kekhawatiran pada pemerintah kolonial Belanda. Pemerintah kolonial Belanda berusaha menghalangi perkembangan Taman Siswa dan sekolah-sekolah partikelir lainnya dengan mengeluarkan kebijakan pemerintah .(3) Usaha Ki Hajar Dewantara (Taman Siswa) melawan onderwijs ordonantie adalah mengambil inisiatif untuk melawan dengan mengirimkan telegram yang berisi protes kepada Gubernur Jenderal di Bogor. Ki Hajar Dewantara (Taman Siswa) melawan dengan cara lidelijkverzet (cara diam). Ki Hajar Dewantara mengirimkan maklumat kepada segenap pimpinan pergerakan rakyat akan bahaya onderwijs ordonantie dan langkah Taman Siswa selanjutnya. Taman Siswa mendapat dukungan dari segenap lapisan masyarakat yang menyebabkan onderwijs ordonantie dikesampingkan pada tahun 1933. Setelah onderwijs ordonantie dikesampingkan, Taman siswa dapat membuka cabang-cabang baru hingga keluar Pulau Jawa.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
    Depositing User: Vera Suryaningsih
    Date Deposited: 26 Apr 2014 17:29
    Last Modified: 26 Apr 2014 17:29
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13427

    Actions (login required)

    View Item