Dampak Sertifikasi Guru terhadap Peningkatan Kualitas Pembelajaran Peserta Didik

Siswandari, and Giyarni, and Susilaningsih , (2012) Dampak Sertifikasi Guru terhadap Peningkatan Kualitas Pembelajaran Peserta Didik. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (27Kb)

    Abstract

    Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru. Sertifikat pendidik ini diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar profesional guru. Standar profesional guru tercermin dari uji kompetensi. Uji kompetensi sertifikasi guru dilaksanakan dalam bentuk penilaian portofolio, pendidikan dan latihan profesi guru, pemberian sertifikat pendidikan secara langsung, dan melalui pendidikan profesi guru. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dampak sertifikasi guru terhadap peningkatan kualitas pembelajaran peserta didik. Secara lebih rinci tujuan tersebut diuraikan sebagai berikut : (1) mengkaji kondisi akademik guru yang telah mendapatkan sertifikat pendidik khususnya implementasi kompetensi pedagogik dan professional mereka dalam kaitannya dengan proses pembelajaran (2) upaya guru untuk mempertahankan sertifikat pendidik yang telah dimiliki khususnya dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan professional, serta (3) dampak sertifikasi guru terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Penelitian yang mengambil lokasi di eks karesidenan Surakarta ini menggunakan pendekatan mixed method dengan memanfaatkan hasil penelitian kualitatif untuk mendisain pendekatan kuantitatifnya. Informan dan sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah 91 orang guru bersertifikasi, 74 guru yang belum bersertifikasi dan 17 kepala sekolah serta 424 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (in-depth interviews) dan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif dan analisis statistik diskriptif . Hasil penelitian yang perlu digarisbawahi antara lain adalah (1) hanya 37% dari guru bersertifikasi yang dapat menyampaikan materi dengan jelas, kemampuan pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran, kemampuan mengikuti perkembangan ipteks dan inovasi pembelajaran serta pengembangan keprofesian berkelanjutan masih perlu ditingkatkan (2) diskusi antar sejawat yang mengampu mata pelajaran sama merupakan upaya yang paling diminati untuk mempertahankan profesionalitasnya (3) guru bersertifikasi belum menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran di kelas secara signifikan. Hal ini antara lain diindikasikan oleh kemampuan menjelaskan materi yang masih kurang, masih kurangnya kemampuan memanfaatkan teknologi pembelajaran (sekitar 25% dinyatakan kurang sampai cukup) dan 20% guru berindikasi kurang memperhatikan keadaan siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah dalam mengembangkan keprofesian berkelanjutan (continuing professional development) bagi para guru pasca sertifikasi dan bahan pertimbangan bagi pemerintah pusat dalam mengembangkan kebijakan yang terkait dengan kesejahteraan guru Indonesia.

    Item Type: Article
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 26 Apr 2014 17:07
    Last Modified: 26 Apr 2014 17:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13373

    Actions (login required)

    View Item