(B. Pertanian) Eksplorasi Isolat-Isolat Citrus Tristeza Virus sebagai Dasar Pengembangan Vaksin Hidup untuk Mengimbas Kekebalan Tanaman Jeruk terhadap Penyakit Tristeza

Supyani , and Praswanto , (2012) (B. Pertanian) Eksplorasi Isolat-Isolat Citrus Tristeza Virus sebagai Dasar Pengembangan Vaksin Hidup untuk Mengimbas Kekebalan Tanaman Jeruk terhadap Penyakit Tristeza. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (28Kb)

    Abstract

    Jeruk merupakan jenis buah-buahan terpenting di Indonesia setelah pisang. Produksi nasional jeruk di Indonesia lebih tinggi dibandingkan Thailand, Filipina dan Malaysia. Namun demkian sejak 10 tahun terakhir kemampuan produksi jeruk nasional terancam oleh penyakit tristeza, suatu penyakit terpenting pada tanaman jeruk yang disebabkan oleh citrus tristeza virus (CTV). Di Indonesia penyakit tristeza ditemukan di pusat-pusat produksi jeruk nasional. Sampai sekarang belum ditemukan metode pengendalian yang efektif serta ramah lingkungan terhadap penyakit tristeza tersebut. Di beberapa negara penyakit triztesa sudah berhasil dikendalikan dengan metode preimunisasi, yaitu mengimbas ketahanan tanaman jeruk terhadap infeksi strain ganas dengan strain protektif. Strain protektif merupakan strain lemah yang bisa diperoleh dari strain kuat yang dilemahkan atau eksplorasi langsung dari alam. Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan hayati tertinggi di dunia (negara dengan megabiodiversitas) yang hampir belum tersentuh tangan untuk dimanfaatkan. Diperkirakan terdapat banyak strain-strain CTV di alam yang dapat dikembangkan sebagai vaksin (protektif strain CTV) untuk melindungi tanaman jeruk dari infeksi strain ganas. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif untuk mendapatkan isolat-isolat protektif CTV dengan cara mengkoleksi isolat-isolat CTV dari lapangan, kemudian mengkarakterisasikannya. Pada penelitian ini telah diisolasi sebanyak 100 isolat CTV dari sentra pertanaman jeruk di Kabupaten Jember (Jawa Timur) dan Kabupaten Banyumas (Jawa Tengah). Dari 100 isolat tersebut kemudian dilakukan skrining berdasarkan gejala pada tanaman indikator dan diperoleh 30 isolat lemah. Ke-30 isolat lemah tersebut menunjukkan karakter biologi berupa infeksi tersamar, yaitu tanaman uji yang telah diinfeksi dengan virus tersebut tidak menampakkan gejala sakit atau gejalanya sangat lemah. Dari ke-30 isolat lemah tersebut kemudian diseleksi lagi sehingga diperoleh 8 isolat lemah asal Jawa Timur dan 8 isolat lemah asal Jawa Tengah. Isolat lemah terpilih tersebut merupakan kandidat vaksin yang selanjutnya akan dilakukan karakterisasi molekular dengan cara amplifikasi terhadap gen penyandi protein kulit (coat protein gene) dari virus tersebut menggunakan sepasang primer CTV 1 (5’-ATGGACGACGAAACAAAGAA-3’) dan CTV 2 (5’-ATCAACGTGTGTTG- AATTTCC-3’). Primer tersebut sedang dalam proses pemesanan.

    Item Type: Article
    Subjects: Q Science > QK Botany
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 26 Apr 2014 13:52
    Last Modified: 26 Apr 2014 13:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13344

    Actions (login required)

    View Item