Pengembangan Pembebanan Lalulintas Dinamis Untuk Mendukung Penerapan Intelligent Transportation System (ITS)

Syafi’I , (2011) Pengembangan Pembebanan Lalulintas Dinamis Untuk Mendukung Penerapan Intelligent Transportation System (ITS). .

[img] Rich Text (RTF) (Intelligent Transportation System, MAT Dinamis, Pembebanan lalulintas dinamis, Perangkat lunak, simulator permintaan, simulator sediaan.) - Published Version
Download (54Kb)

    Abstract

    Permasalahan transportasi perkotaan semakin kompleks seiring dengan pesatnya I pertumbuhan kendaraan yang tidak diimbangi dengan penambahan secara proporsional prasarana transportasi. Akibat yang ditimbulkan dapat dilihat dengan jelas yakni kemacetan yang terjadi di hampir sebagian besar perkotaan. Penanganan masalah transportasi terkait erat dengan masalah perencanaan transportasi. Perencanaan transportasi yang baik diharapkan mampu mengurangi permasalahan transportasi perkotaan. Keterbatasan lahan dan sumber keuangan telah memaksa perubahan paradigma perencanaan transportasi perkotaan. Paradigma sistem transportasi telah bergeser dari dominasi pembangunan infrastruktur baru menuju peningkatan manajemen transportasi dan pengoptimalan utilitas infrastruktur yang ada guna meningkatkan kapasitas jaringan transportasi. Penerapan Intelligent Transportation System (ITS) dengan berbagai subsistemnya diantaranya adalah Advanced Traveler Information Systems (AXIS) dan Advanced Traffic Management Systems (ATMS), diyakini pula mampu mengurangi tingkat kemacetan. Keberhasilan penerapan ITS sangat tergantung dari kemampuan perencana transportasi dalam memodelkan teknologi ITS secara akurat, mengevaluasi kinerja jaringan, dan memasukkan perilaku pengendara dalam pemodelan. Model yang dikembangkan dalam penerapan ITS haruslah mampu mengakomodir perubahan lalulintas secara dinamis baik disebabkan oleh tundaan/kamacetan atau suatu kejadian tertentu (misal kecelakaan). Pendekatan statis yang didasarkan pada pemodelan transportasi empat tahap (four stages transport model) memperkirakan tingkat bangkitan perjalan (trip generation) pada suatu horizon waktu tertentu, memperkirakan kebutuhan asal tujuan perjalan (origin-destination matrix, OD), memperkirakan tingkat penggunaan jenis moda tertentu (modal split), dan akhirnya memperkirakan jumlah arus lalulintas pada setiap ruas jalan (trip assignment) yang digunakan sebagai dasar dalam menghitung tingkat kemacetan. Pendekatan statis ini cocok bila digunakan untuk perencanaan transportasi jangka panjang seperti perencanaan investasi dan lokasi infrastruktur transportasi. Keuntungan utama penggunaan pendekatan statis diatas adalah kemampuannya dalam memproyeksi kebutuhan dan utilitas moda dengan didasarkan pada data yang ada. Namun, pendekatan statis diatas memiliki keterbatasan,yaitu resolusi sepanjang dimensi waktunya tidak mampu memodelkan pengaruh perubahan kebutuhan perjalan berdasarkan waktu nyata (real time). Berdasarkan pada kelemahan pendekatan statis diatas, perlu dilakukan perubahan dari pendekatan pembebanan lalu lintas statis menuju model yang lebih realistik yang memperhitungkan pola kebutuhan perjalanan dinamis, memasukkan perilaku stokastik pengendara, model lalulintas dinamis, dan secara explisit memperhitungkan interaksi kebutuhan dan sediaan (demand-supply interaction). Model dinamis mampu mengatasi kelemahan model statis diatas. Selain itu model dinamis juga mampu memodelkan perubahan perilaku pengendara sebagi respons dari informasi lalulintas yang diterima. Aplikasi ITS membutuhkan pendekatan pemodelan yang didasarkan pada model dinamis. Salah satu komponen penting dalam penerpan ITS adalah pembebanan lalulintas dinamis (dynamic traffic assignment, DTA). Sistem DTA memungkinkan pemberian perkiraan informasi lalulintas kepada subsistem ITS dalam membantu membangkitkan informasi untuk perencanaanpre-trip (moda perjalanan, waktu keberangkatan, dan rute) dan informasi lalulintas lainnya dan mengarahkan pengguna kepada tujuan perjalanan (route guidance). Pada proses pembenanan lalu lintas, input penting dari DTA adalah matriks asal tujuan perjalanan (MAT) yang merupakan representasi jumlah perjalanan dari zona asal ke zona tujuan. Banyak metode telah dikembangkan untuk mendapatkan MAT dari data lalulintas, namun pada umumnya model yang digunakan tidak tergantung waktu (time independent) atau MAT statis. Kelemahan aplikasi yang didasarkan pada MAT statis adalah idak dapat mengakomodir perubahan distribusi kemacetan, waktu tempuh. Bila dimensi waktu dipertimbangkan (time dependent) masalah estimasi MAT menjadi lebih kompleks. Disamping masalah pendistribusian kebutuhan perjalanan ke rute, perubahan arus sebagai fungsi waktu dan ruang juga harus diperhitungkan. Estimasi MAT yang mempertimbangkan dimensi waktu dinamakan sebagai MAT dinamis (Dynamic OD). Berdasarkan uraian diatas, pertanyaan mendasar yang muncul kemudian adalah jagaimana memodelkan MAT dinamis (Dynamic OD), bagaimana memodelkan pembebanan lalulintas dinamis (dynamic traffic assignment, DTA), bagaimana model interaksi antara MAT dinamis dengan DTA, dan bagaimana integrasi antara DTA dan ITS. Hal yang sangat penting untuk menyelesaikan masalah diatas adalah diperlukannya mesoscopic traffic simulator. Penelitian tahun kedua ini mengembangkan perangkat lunak pembebanan lalulintas dinamis (dynamic traffic assignment, DTA) yang mampu memodelkan perilaku dinamis pengguna jalan dan mengintegrasikannya dengan penggunaan ITS. Dalam mengembangkan perangkat lunak tersebut, program MySQL digunakan dalam manajemen data base. Program Deplhi kami gunakan dalam membuat interface antara database dan proses simulasi, sedangkan dalam proses perhitungan pemodelan (simulasi) digunakan program C++. Keluaran program direpresentasikan dalam bentuk Java Road Network Editor (JRNE). Dua simulator utama telah dikembangkan; pertama, simulator permintaan perjalanan (demand simulator) yang menghitung agregasi arus antar titik pada jaringan, dan memodelkan keputusan pemilihan rute individu di berbagai tahapan perjalanan mereka. Selain itu, model permintaan memainkan peran penting dalam prediksi arus masa depan. Kedua, simulator sediaan (supply simulator) yang memodelkan pergerakan kendaraan pada setiap ruas jalan. Keluaran supply simulator adalah waktu tempuh di ruas dan rute, arus lalulintas di ruas, kecepatan dan kepadatan, dan panjang antrian. Perangkat lunak tersebut diatas telah diimplementasikan pada jaringan jalan Kota Surakarta dengan tingkat validitas yang tinggi.

    Item Type: Article
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 26 Apr 2014 13:40
    Last Modified: 26 Apr 2014 13:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13336

    Actions (login required)

    View Item