ANALISIS KEBUTUHAN RINTISAN IMPLEMENTASI SEKOLAH PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSIF (SPPI) PROPINSI JAWA TENGAH TAHUN 2010

Subagya, (2012) ANALISIS KEBUTUHAN RINTISAN IMPLEMENTASI SEKOLAH PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSIF (SPPI) PROPINSI JAWA TENGAH TAHUN 2010. -.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (341Kb) | Preview

    Abstract

    The purpose of this study is to analyze the basic needs that are still needed in the implementation of inclusive education in Central Java Province. The subjects were all 165 schools as inclusive education providers Province Central Java. Data collection techniques using questionnaires and documentation. Data qualitative-descriptive analysis approach was used with gap-analysis techniques by analyzing the gap between the indicators of school success of inclusive education providers with the fact. The research concluded that the school readiness level of inclusion in general education provider has just reached 38.82%. When consulted on the delivery table indicator of the success of inclusive education schools score threshold 56, then the school inclusive education providers in Central Java province in 2010 is still in rank to E or not ready/not ready to implement inclusive education. The components that require immediate priority is the component cost centers (15.94% performance level), infrastructure (19.19% performance level), only the institutional components that have exceeded the minimum (61.10%). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan dasar yang masih diperlukan di dalam implementasi penyelenggaraan pendidikan Inklusi di Provinsi Jawa Tengah. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh sekolah inklusi di Provinsi Jawa Tengah sejumlah 165 sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan kuisioner. Analisis yang digunakan adalah pendekatan diskriptif kualitatif dengan teknik analisis perbedaan dengan cara menganalisis perbedaan antara indikator sekolah inklusif dengan fakta lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan sekolah secara umum baru diperoleh 38,82%. Jika dibandigkan dengan tabel pendidikan inklusif yang ideal dengan skor dasar 56, sehingga kesiapan skolah penyelenggara pendidikan inklusif di provinsi Jawa Tengah masih pada tataran nilai E atau dapat dikatakan bahwa sekolah belum memiliki kesiapan dalam mengimplementasikan Pendidikan Inklusi. Komponen utama yang menjadi prioritas persyaratan utama adalah komponen yang berkaitan dengan pembiayaan (sebesar 15,94%), infrastuktur (sebesar 19,91%), komponen yang telah memeuhi standar minimal adalah komponen institusional sebesar 61,10 %.

    Item Type: Article
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Dyah Pratiwi
    Date Deposited: 25 Apr 2014 21:42
    Last Modified: 25 Apr 2014 21:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13245

    Actions (login required)

    View Item