KONFLIK ANTAR STAKEHOLDERS DI PASAR AMPEL KABUPATEN BOYOLALI

PAMUNGKAS, RELA AGUNG (2013) KONFLIK ANTAR STAKEHOLDERS DI PASAR AMPEL KABUPATEN BOYOLALI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (409Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Rela Agung Pamungkas, D0108097, Konflik Antar Stakeholder di Pasar Ampel Kabupaten Boyolali Skripsi, Jurusan Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2013, 124 halaman. Fenomena konflik sosial yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Salah satu penyebab konflik yang terjadi di Indonesia dalam era demokrasi yaitu adanya krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Masyarakat lebih berani bersikap terbuka untuk menuntut atau memprotes kebijakan pemerintah yang dianggap menyimpang. Aksi-aksi masyarakat tersebut sering diekspresikan dengan melakukan demonstrasi sehingga memicu koflik antara masyarakat sipil dengan pemerintah. Hal ini seperti yang terjadi di pasar Ampel kabupaten Boyolali. Pedagang pasar Ampel kabupaten melakukan unjuk rasa ke DPRD Boyolali. Mereka melakukan unjuk rasa terkait pembangunan kios di belakang pasar. Pihak pemerintah berusaha menutup-nutupi permasalahan konflik yang terjadi di Pasar Ampel. Konflik yang terjadi di pasar Ampel perlu dikaji karena ada kejanggalan terkait konflik dan penyebab permasalahannya. Hal inilah yang mendasari penulis untuk melakukan penelitian mengenai konflik antar stakeholder di Pasar Ampel Kabupaten Boyolali serta untuk mengkaji kendala-kendala dalam upaya resolusi konflik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan sampel adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, metode dokumenter dan metode penulusuran data online. Teknik analisis data dengan cara analisa data efektif yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data, validitas data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik disebabkan karena adanya pihak pedagang yang tidak puas tekait kebijakan pemerintah. Konflik juga berkembang menjadi konflik politik karena melibatkan beberapa aktor politik. Upaya resolusi konflik terhambat karena sering ada pegantian SKPD yang berhubungan dengan dinas pasar. Hasil audiensi di DPRD belum bisa menyelesaikan konflik. Akhir dari konflik belum sepenuhnya menghentikan keinginan bu Lamini untuk memenangkan konflik di kemudian hari. Kondisi ini tidak memungkinkan menyelesaikan konflik. Konflik cenderung berlanjut, sehingga sampai saat ini konflik terus . Kata kunci : Konflik, Resolusi Konflik, Stakeholder ABSTRACT el Fakulty of Social And Political Sciencess, Sebelas Maret University, Surakarta, 2013, 124 pages. The social phenomenon occurring in Indonesia increases every years. One of factors c crisis of trust in the government. The people demand or protest more bravely and are frequently expressed by doing demonstration thereby triggering the conflict between civil society and government. It is just like what occurring in Ampel Market of Boyolali regency. The merchants of Ample market protests the Boyolali Local Legislative Assembly. They protests against the kiosk construction behind the market. The government attempted to disguise the conflict problem occurring in Ampel market. The conflict occurring in Ampel market should be investigated because there was a discordance relating to the conflict and the cause of problem. It made the writer interested in studying the conflict among stakeholder in Ampel Market of Boyolali regency as well as in studying the constraints in conflict resolution. The research method used was a descriptive qualitative research, with purposive sampling as the sampling technique. Techniques of collecting data used were interview, observation, documentary method and online data browsing methods. Technique of analyzing data used was the effective data analysis encompassing data reduction, data display and verification; the data validation was done using triangulation. The result of research showed that the conflict happened because there were the merchant who dissatisfied . The conflict also developed into political one involving some political actors. The attempt of confliction resolution was inhibited because of SKPD succession frequently occurring relating to market service. The resulted of audience in the Boyolali Local Legislative Assembly has not able to resolve conflict. The end of conflict had not completely This condition does not allow resolving the conflict. The conflicts tend to continue, so the conflict continues to this day "latent". Keyword : Conflict, Conflict Resolution, Stakeholder

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Negara
    Depositing User: Noviana Daruwati Kusuma Adi
    Date Deposited: 24 Apr 2014 03:02
    Last Modified: 24 Apr 2014 03:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12951

    Actions (login required)

    View Item