KAJIAN PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT BIJI BOTANI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA BEBERAPA MACAM MEDIA

SETIAWAN , BENY (2013) KAJIAN PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT BIJI BOTANI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA BEBERAPA MACAM MEDIA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (230Kb) | Preview

    Abstract

    Shallots (A. ascalonicum L.) is one of the important vegetable crops in Indonesia. Shallots mainly is grown by seed tuber. Utilization of True Shallots Seed (TSS) is still difficult in Indonesia because of the nature of the shallot crop is a long day plant. Lately, with increasing cultivation techniques, shallot in Indonesia capable of flowering and producing seeds but not much information about its quality. It is necessary for the test, one of them using a variety of growing media. The research aimed to evaluate the TSS germination and the influence of media on the growth of shallot seedlings. This research was conducted in September until November 2012, at the Laboratory of Ecology and Crop Production Management and screen house the Agriculture Faculty of Sebelas Maret University. This research used Completely Randomized Design (CRD) with medium kinds of factors, A: Compost; B: Soil; C: Sand; D: Cocopeat; E: Soil + compost (1:1), F: Sand + Compost ( 1:1); G: Cocopeat + compost (1:1); H: Sand + Soil + Compost (1:1:1), I: Cocopeat + Soil + Compost (1:1:1). A total of 9 treatments in replicates repeated 3 replicatoin, so there are 27 treatment. Variable observations include observations of botanical seed germination and seedling growth of red shallot consists of germination, speed of germination, index vigor and coefficient vigor and seedling height and number of leaves. Data obtained from observations during the research, woul be analyzed using variance analysis based on F test at 5% and if there were significantly different continued with DMRT level 5%.The results showed botanical seed germination of shallot has a relatively large and growing media treatment significantly affect seedling growth. Best planting medium for the growth of shallot seed is a mixture of sand and compost (1:1), while cocopeat growing media deficient in supporting the growth of shallot seedlings due to too much water saving. The mean germination rate of 40.9%, 12.1% germination rate, index vigor of 38.6, the coefficient vigor 17.01, the highest seedling growth is a combination of sand and compost (1:1) that is 21.5 cm and the highest number of leaves is medium sand, soil + compost, sand + compost and soil + compost + sand is 4.33. Bawang merah (A. ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran penting di Indonesia. Bawang merah umumnya dibudidayakan dengan umbi bibit. Pemanfaatan biji botani bawang merah (True Shallots Seed) masih sulit dilakukan di Indonesia karena sifat tanaman bawang merah yang merupakan tanaman hari panjang. Akhir-akhir ini dengan peningkatan teknik budidaya, bawang merah di Indonesia mampu berbunga dan menghasilkan biji akan tetapi belum banyak informasi tentang kualitasnya. Untuk itu perlu dilakukan pengujian, salah satunya menggunakan berbagai macam media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengevaluasi perkecambahan biji botani dan macam media yang berpengaruh pada pertumbuhan bibit bawang merah. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai dengan November 2012, bertempat di Laboratorium Ekologi dan Manajemen Produksi Tanaman dan Screen house Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor macam medi, yaitu A : Kompos; B : Tanah; C : Pasir; D : Cocopeat; E : Tanah + Kompos (1:1); F : Pasir + Kompos (1:1); G : Cocopeat + Kompos (1:1); H : Tanah + Pasir + Kompos (1:1:1); I : Cocopeat + Tanah + Kompos (1:1:1). Secara keseluruhan terdapat 9 perlakuan yang di ulang sebanyak 3 kali ulangan, sehingga terdapat 27 perlakuan. Variabel pengamatan meliputi pengamatan perkecambahan biji botani dan pertumbuhan bibit bawang merah yang terdiri dari daya kecambah, kecepatan kecambah, indeks vigor dan koefisien vigor serta tinggi bibit dan jumlah daun. Data diperoleh dari pengamatan selama penelitian, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis Anova taraf 5% dan apabila perlakuan menunjukkan beda nyata akan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan biji botani bawang merah memiliki daya kecambah yang relatif besar dan perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit. Media tanam yang paling baik untuk pertumbuhan bibit bawang merah adalah campuran antara pasir dan kompos (1:1), sedangkan media tanam cocopeat kurang baik dalam mendukung pertumbuhan bibit bawang merah karena terlalu banyak menyimpan air. Rerata daya kecambah sebesar 40,9%, kecepatan kecambah sebesar 12,1%, indeks vigor 38,6, koefisien vigor 17,01, pertumbuhan bibit tertinggi adalah kombinasi media pasir dan kompos (1:1) yaitu 21,5 cm dan jumlah daun terbanyak adalah media pasir, tanah + kompos, pasir + kompos dan tanah + pasir + kompos yaitu 4,33.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
    Depositing User: Tri Wahyu Prasetyo
    Date Deposited: 23 Apr 2014 10:41
    Last Modified: 23 Apr 2014 10:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12893

    Actions (login required)

    View Item