Pengembangan Sepatu Rem Metalik Kereta Api yang Tahan Aus melalui Pembentukan Grafit Vermicular

Surojo, Eko and Susilo, Didik Djoko and Triyono, Teguh (2012) Pengembangan Sepatu Rem Metalik Kereta Api yang Tahan Aus melalui Pembentukan Grafit Vermicular. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (28Kb)

    Abstract

    Tujuan utama dari penelitian ini adalah meningkatkan ketahanan aus sepatu rem metalik kereta api yang dihasilkan oleh UKM pengecoran di Ceper Klaten. Ketahanan aus sepatu rem yang meningkat tersebut akan menghasilkan umur pakai sepatu rem yang lebih lama. Dengan umur pakai sepatu rem yang lebih lama maka akan menurunkan biaya operasional PT KA. Usaha peningkatan ketahanan aus sepatu rem kereta api dilakukan dengan cara merubah struktur mikro sepatu rem dari besi cor bergrafit serpih menjadi bergrafit vermicular. Struktur mikro bergrafit vermicular dicapai dengan menambahkan paduan Mg dengan komposisi yang tepat pada bahan besi cor sepatu rem. Pada tahun I (Th. 2012) diawali dengan menguji sifat fisik dan mekanik blok rem metalik kereta api bergrafit serpih yang dihasilkan oleh UKM pengecoran di Ceper Klaten (existing condition). Setelah itu penelitian dilanjutkan dengan pembuatan besi cor bergrafit vermicular (spesimen uji). Proses pembuatan besi cor bergrafit vermicular dilakukan dengan menambahkan unsur magnesium (Mg) pada besi cor cair. Untuk itu, % kandungan unsur Mg pada penelitian ini divariasikan agar pengaruh % Mg terhadap proses terbentuknya grafit vermicular dapat diketahui. Di samping itu juga dilakukan variasi dalam hal ketebalan cor. Hasil penelitian menunjukan bahwa sampel blok rem metalik yang dihasilkan UKM berstruktur grafit serpih dan matrik terdiri atas fasa perlit dan ferit. Fasa matrik didominasi oleh fasa perlit sehingga kekerasannya mencapai 197-217 HB. Kekerasan sampel blok rem metalik ini melebihi nilai kekerasan yang distandarkan. Selanjutnya struktur mikro spesimen hasil pengecoran pada besi cor yang dipadu dengan unsur Mg dipengaruhi oleh ketebalan coran. Semakin tebal coran mendorong terbentuknya grafit vermicular. Sebaliknya logam coran yang semakin tipis cenderung menghasilkan grafit nodular. Pada komposisi besi cor 2,63 %C; 2,41 %Si; 0,428 % %Mn; 0,006 %S; 0,07 %Mg; 0,015 %Ti; 0,067 %Cr; 0,019 %Mo; 0,043 %Ni; 0,009 %Al; 0,006 %Co; 0,12 %Cu; 0,007 %V; 0,024 %W dan ketebalan coran 40 mm mampu menghasilkan besi cor berstruktur vermicular. Akan tetapi komposisi ini masih menghasilkan kekerasan sebesar 148 HB sehingga belum dapat digunakan sebagai bahan sepatu rem metalik. Standar kekerasan sepatu rem metalik berdasarkan SNI adalah 173 – 197 HB. Pada pengecoran pada semua komposisi memperlihatkan bahwa logam coran yang semakin tipis menghasilkan kekerasan yang semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena dengan semakin tipisnya logam coran menghasilkan jumlah fasa perlit yang semakin banyak.

    Item Type: Article
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Depositing User: Lynda Rahmawati
    Date Deposited: 22 Apr 2014 21:28
    Last Modified: 22 Apr 2014 21:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12847

    Actions (login required)

    View Item