PERGESERAN KONSUMSI PANGAN POKOK DARI NON BERAS MENJADI BERAS PADA RUMAH TANGGA MISKIN (STUDI KASUS DI KECAMATAN NGARINGAN KABUPATEN GROBOGAN)

Putri, Nurul Fitriana Buana (2013) PERGESERAN KONSUMSI PANGAN POKOK DARI NON BERAS MENJADI BERAS PADA RUMAH TANGGA MISKIN (STUDI KASUS DI KECAMATAN NGARINGAN KABUPATEN GROBOGAN). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (118Kb) | Preview

    Abstract

    it to user xi RINGKASAN Nurul Fitriana Buana Putri. H0809091. Pergeseran Konsumsi Pangan Pokok dari Non Beras menjadi Beras pada Rumah Tangga Miskin (Studi Kasus di Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan). Dibawah bimbingan Ir. Sugiharti Mulya Handayani, MP dan Erlyna Wida Riptanti, SP. MP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pergeseran konsumsi pangan pokok pada rumah tangga miskin di Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong pergeseran konsumsi pangan non beras menjadi beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan, dan mengetahui upaya rumah tangga miskin dalam melakukan diversifikasi pangan pokok di Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis, metode studi kasus dan teknik survei. Metode penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, pencatatan, dan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif secara interaktif yang terdiri dari reduksi data, sajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) Telah terjadi pergeseran konsumsi pangan pokok dari non beras menjadi beras pada rumah tangga miskin di Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan. (2) Faktor-faktor yang mendorong pergeseran konsumsi pangan pokok non beras menjadi beras adalah pendapatan yang cukup sebesar 70 persen, kemudahan dalam memperoleh pangan pokok beras sebesar 100 persen, pekarangan yang tidak dimanfaatkan untuk menanam tanaman pangan pokok non beras sebesar 86,67 persen, pengetahuan tentang diversifikasi pangan pokok yang sangat kurang dan kurang sebesar 36,66 persen dan 40 persen responden menganggap nilai sosial beras yang bergengsi. (3) Diversifikasi pangan pokok pada rumah tangga miskin belum banyak dilakukan karena pangan pokok non beras seperti jagung dan umbiumbian hanya digunakan sebagai makanan selingan. Dari hasil penelitian dapat disarankan (1) Sebaiknya dilakukan penyuluhan sampai ke tingkat desa tentang diversifikasi pangan pokok yang berbasis pada potensi lokal karena Kecamatan Ngaringan mempunyai potensi berbagai pangan pokok non beras terutama jagung seperti memberikan bantuan alat-alat pengolahan yang memudahkan dalam mengolah jagung menjadi beras jagung sehingga dapat dilakukan program SARGUNG (Sarapan Jagung). (2) Sebaiknya pemerintah memberikan pengetahuan dan pelatihan tentang berbagai cara mengolah pangan pokok non beras yang mudah, bervariasi, dan bergizi kepada ibu-ibu rumah tangga melalui Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) atau Dawis (Dasa Wisma) sehingga mereka mudah untuk mengaplikasikannya seperti mengolah singkong menjadi cake atau mi dan mengolah ubi jalar menjadi egg roll.(3) Sebaiknya perangkat desa dan masyarakat bersama-sama kembali memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman pangan pokok non beras

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Vera Suryaningsih
    Date Deposited: 22 Apr 2014 14:48
    Last Modified: 22 Apr 2014 14:48
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12794

    Actions (login required)

    View Item