DESAIN ASPAL PORUS MENGGUNAKAN GRAVEL BERGRADASI SERAGAM YANG RAMAH LINGKUNGAN (Environmentally Friendly Porous Asphalt Design Using Uniform Gradation Gravel)

Widyastuti, Sri (2013) DESAIN ASPAL PORUS MENGGUNAKAN GRAVEL BERGRADASI SERAGAM YANG RAMAH LINGKUNGAN (Environmentally Friendly Porous Asphalt Design Using Uniform Gradation Gravel). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (316Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Aspal porus adalah campuran aspal dengan kadar pasir yang rendah untuk mendapatkan ruang pori yang tinggi. Aspal porus merupakan teknologi yang ramah lingkungan karena dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas pada musim hujan, mengurangi percikan air, kemampuan alir air lebih baik sehingga dapat memperbaiki efek silau mata pengemudi, mempunyai kekesatan permukaan yang baik pada kecepatan tinggi selain itu dapat mengurangi kebisingan akibat kendaraan bermotor. Campuran aspal porus ini menggunakan gradasi seragam. Gradasi seragam memiliki permeabilitas dan porositas yang tinggi dan mampu meloloskan air dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Laboratorium Jalan Raya. Bahan yang digunakan gravel yang berasal dari Kaliboto Karanganyar dan kerikil sisa saringan pasir Merapi. Aspal yang digunakan adalah penetrasi 60/70 dan filler. Peralatan yang digunakan adalah falling head water permeability test, Indirect Tensile Strength, Universal Testing Machine. Hasil analisis didapat kadar aspal optimum campuran aspal porus menggunakan gravel 2,95%, sedangkan kerikil sisa saringan pasir merapi 4,65%. Stabilitas aspal porus menggunakan gravel tanpa perendaman sebesar 481,80 kg, sedangkan kerikil sisa saringan pasir merapi tanpa perendaman sebesar 643,98 kg. Porositas aspal porus menggunakan gravel 26,52%, sedangkan kerikil sisa saringan pasir merapi 22,31%. Permeabilitas aspal porus menggunakan gravel untuk vertikal 1,25 cm/dt dan horisontal 0,92 cm/dt, sedangkan yang menggunakan kerikil sisa saringan pasir merapi untuk vertikal 1,43 cm/dt dan horisontal 1,10 cm/dt. ITS untuk gravel 59,49 KPa, sedangkan kerikil sisa saringan pasir merapi 74,84 KPa. UCS untuk gravel 1070,63 KPa, sedangkan kerikil sisa saringan pasir merapi 1120,69 KPa. Campuran aspal porus bergradasi seragam ini tidak memenuhi karakteristik Marshall sebagai perkerasan aspal porus karena memiliki nilai stabilitas tanpa perendaman di waterbath. Kata kunci: Aspal Porus, Agregat Gravel, Agregat Kerikil sisa saringan pasir merapi ABSTRACT Porous asphalt is the mixture of asphalt and low grit concentration. The purpose of this mixture is to get high pore spaces. Porous asphalt is an environmentally friendly technology because it can improve traffic safety in the wet season, reducing splashing water, better water flow capability so as to improve the driver's eyes glare effect, have a good surface roughness at high speed but it can reduce the noise caused by motor vehicle . The porous asphalt mixture using a uniform gradation. Uniform gradation has high permeability and porosity and is able to pass water very well. This observation uses roadways laboratory experiment method. Materials that are used are gravel from Kaliboto Karanganyar and pebbles from residue of Merapi’sgrit sieve. Asphalt that is used is 60/70 penetration and filler. Instruments that are used are falling head water permeability test, Indirect Tensile Strength, and Universal Testing Machine. The analisis result is optimum asphalt concentration to mixture 2.95% gravel Porous asphalt, whereas residue of Merapi’sgrit sieve is 4.65%. Porous asphalt stability uses 481,80 kg gravel, whereas residue of Merapi’sgrit sieve is 643,98 kg. Porous asphalt porosity uses 20.38% gravel, whereas residue of Merapi’sgrit sieve is 23.25%. Porous asphalt permeability uses 1.25 cm/dt vertical gravel and 0,84 cm/dt horizontal gravel, whereas residue of Merapi’sgrit sieve is 1.43 cm/dt vertically and 1.11 cm/dt horizontally. ITS for aggregat gravel is 64.55 KPa. UCS for aggregat gravel is 1070.63 KPa, whereas residue of Merapi’sgrit sieve is 1120.69 KPa. Uniformly graded porous asphalt mixture does not meet the characteristics of Marshall as porous asphalt pavement because it has the stability without soaking in water bath. Key words: Porous Asphalt, Aggregat Gravel, Aggregat Pebble residue of Merapi’sgrit sieve.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Nurrahma Restia
    Date Deposited: 03 May 2014 17:32
    Last Modified: 03 May 2014 17:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12760

    Actions (login required)

    View Item