HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN PROLAPSUS UTERI DI RSUD Dr. MOEWARDI

Putra, Ivan Aristo Suprapto (2013) HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN PROLAPSUS UTERI DI RSUD Dr. MOEWARDI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (151Kb) | Preview

    Abstract

    Ivan Aristo Suprapto Putra, G0010104, 2013. Socio Economic Factors Relationship with Uterine Prolapse Incident in Dr. Moewardi Hospital. Mini Thesis. Faculty of Medicine, Sebelas Maret University. Background: Socio economic factors in Indonesian citizen was different on every person. Especially on work, many variants of works would cause on variants of workload. On the other side, work varied effect on different income. Earnings would affect on the food consumed. Low collagen contained food intake could affect the low level of collagen. Risk factors for uterine prolapse was higher workload, higher parity and lower collagen level. The aim of this research was to determine relationship socio economic factors to incidence uterine prolapse. Methods: This research was an analytic obervational with case control design. Sampling technique was fixed disease sampling for the case group and random sampling for the control group. The research was conducted by interviewing a sample directly in the obstetric clinic Dr. Moewardi hospital. The sample was 36 person, divided into 18 samples of group cases and 18 control group samples. Dependent variable was the incidence of uterine prolapse and independent variables were socio economic factor. Data were analyzed by chi-square test then followed by multivariate analyse logistic regression. Results: Distribution characteristics of uterine prolapse by age most results were in the age of 40 - 49 (16.67%). Based on the results, the highest number of children was 4 children (16.7%). The test results with regression analysis showed significance between socio economic factors to the incidence of uterine prolapse. Workload had p = 0.017 and OR = 0.186, p = 0.039 whereas income., and OR = 7.208, 95% confidence interval. Nagelkerke R Square of 38.2%. Conclusions: Socio economic factor include workload and income significantly affected incidence of uterine prolapse. Keywords: socio economic factors, workload, income, uterine prolapse Ivan Aristo Suprapto Putra, G0010104, 2013. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi dengan Kejadian Prolapsus Uteri di RSUD Dr. Moewardi. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Faktor sosial ekonomi masyarakat di Indonesia berbeda setiap individu. Terutama pekerjaan, berbagai macam jenis pekerjaan yang ada akan menimbulkan beban pekerjaan yang berbeda. Di sisi lain pekerjaan yang bervariasi berpengaruh pada penghasilan yang berbeda. Penghasilan akan berpengaruh dengan kondisi makanan yang dikonsumi. Asupan makanan yang rendah kolagen dapat berpengaruh terhadap kadar kolagen. Faktor risiko terjadinya prolapsus uteri adalah beban pekerjaan yang meningkat, paritas tinggi dan kadar kolagen yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi dengan kejadian prolapsus uteri. Metode: Penelitian ini bersifat analitik observational dengan case control. Teknik sampling yang digunakan adalah fixed disease sampling untuk kelompok kasus dan random sampling untuk kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara langsung kepada sampel di Poliklinik Kandungan di RUSD Dr. Moewardi. Sampel berjumlah 36 dibagi menjadi 18 sampel kelompok kasus dan 18 sampel kelompok kontrol. Variabel terikatnya adalah kejadian prolapsus uteri dan variabel bebasnya adalah faktor sosial ekonomi. Data dianalisis dengan uji chi square dilanjutkan analisis multivariat yaitu analisis regresi logistik ganda. Hasil: Distribusi karakterisik prolapsus uteri berdasarkan umur hasil terbanyak terdapat pada umur 40 - 49 (16,67%). Berdasarkan jumlah anak hasil terbanyak pada jumlah anak 4 (16,7%). Hasil pengujian dengan analisis regresi menunjukkan signifikansi antara faktor sosial ekonomi dengan kejadian prolapsus uteri. Beban pekerjaan memiliki p = 0,017 dan OR = 0,186, sedangkan penghasilan p = 0,039 dan OR = 7,208, dengan interval kepercayaan 95%. Nagelkerke R Square sebesar 38,2%. Simpulan: Faktor sosial ekonomi meliputi beban pekerjaan dan penghasilan secara signifikan mempengaruhi kejadian prolapsus uteri. Kata Kunci:faktor sosial ekonomi, beban pekerjaan, penghasilan, prolapsus uteri

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Tri Wahyu Prasetyo
    Date Deposited: 21 Apr 2014 13:05
    Last Modified: 21 Apr 2014 13:05
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12670

    Actions (login required)

    View Item