PRARANCANGAN PABRIK ETIL ASETAT DARI ETANOL DAN ASAM ASETAT DENGAN REACTIVE DISTILLATION KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN

Sari , Dian Ratna and Setyawati , Marliana Ika (2013) PRARANCANGAN PABRIK ETIL ASETAT DARI ETANOL DAN ASAM ASETAT DENGAN REACTIVE DISTILLATION KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (383Kb) | Preview

    Abstract

    Ethyl Acetate with molecular formula (CH3COOC2H5) is one of chemicals used as solvent especially in pharmacy and cosmetics industries. Ethyl Acetate plant from ethanol and acetic acid capacity 20,000 ton/year is built to supply the needs in Indonesia. PT Molindo Raya from Malang, East Java supplies 23,424 ton/year ethanol (C2H5OH) while the capacity is 50,000 kL/year. The acetic acid is supplied by PT Indo Acidatama, Solo, Central Java for 18,896 ton/year while their capacity is 33,000 ton/year. The plant is to be operated 330 days a year 24 hours a day. The process steps consist of raw material preparation of ethanol and acetic acid and ethyl acetate synthesis in a reactive distillation tower. Ethyl acetate is synthesized by reacting ethanol and acetic acid through esterification. The reaction occurs in an adiabatic-non isothermal reactive distillation tower reactor. The reaction is carried out exothermically. The conversion of this reaction reaches 100% of acetic acid fed. The operating condition of reactor is 2 atm pressure and 100 – 140oC catalyzed by active resin amberlyst 35 wet. The separation process is done in a decanter and the remaining ethanol is separated in a stripping column. The top product of stripping column is recycled to the decanter while the bottom product is the desired ethyl acetate 99.75% purity. The plant is supported by several utility units which are water, steam, compressed air and electricity. PT Petrokimia Gresik supplies water needed for this plant used in boilers, consumption, cooling and sanitation. Steam is produced in a boiler with the temperature of 154oC and 5.3973 atm pressure. The compressed air is supplied by a compressor. Electricity is supplied by PLN and a backup generator. The plant is equipped with a laboratory to control the product and raw material quality and the waste produced. The industry is to be built as Company Limited (co. Ltd) with line and staff organizational structure. The employee working time is divided as shift and non-shift worker and the total employee is 130 people consist of 52 shift and 78 non shift worker. The economic feasibility analysis shows ROI (Return on Investment) before and after tax is 33.20% and 28.22% respectively; POT (Pay Out Time) before and after tax is 2.43 and 2.76 years respectively and BEP (Break Even Point) is 49.99%. The analysis shows that economically the plant is feasible to be built in Indonesia. Etil asetat dengan rumus molekul (CH3COOC2H5) adalah salah satu bahan kimia yang digunakan sebagai bahan pelarut terutama dalam industri farmasi dan kosmetik. Untuk membantu memenuhi kebutuhan dalam negeri, dirancang pabrik etil asetat dari etanol dan asam asetat dengan kapasitas 20.000 ton/tahun. Bahan baku etanol (C2H5OH) sebanyak 23.424 ton/tahun diperoleh dari PT Molindo Raya, Malang, Jawa Timur dengan kapasitas produksi 50.000 kL/tahun sedangkan asam asetat sebanyak 18.896 ton/tahun diperoleh dari PT Indo Acidatama, Solo, Jawa Tengah dengan kapasitas produksi 33.000 ton/tahun. Pabrik direncanakan berdiri di Gresik, Jawa Timur pada tahun 2017 dan beroperasi selama 330 hari dalam satu tahun dan proses produksi berlangsung selama 24 jam per hari. Tahapan proses yang terjadi meliputi persiapan bahan baku etanol dan asam asetat, reaksi pembentukan etil asetat dalam reaktor menara reactive distillation. Etil asetat dibuat dengan cara mereaksikan etanol dan asam asetat dengan cara esterifikasi. Reaksi berlangsung dalam reaktor yang berupa menara reactive distillation secara adiabatic-non isothermal. Reaksi yang terjadi bersifat eksotermis. Konversi etil asetat untuk reaksi ini mencapai 100 % terhadap asam asetat. Kondisi operasi reaktor berlangsung pada tekanan 2 atm dan suhu 100- 140oC dengan katalis resin aktif amberlyst 35 wet. Pemisahan bahan dilakukan di dalam dekanter dan pemisahan produk dengan sisa reaktan (etanol) dilakukan di dalam stripping column. Hasil atas stripping column dikembalikan lagi ke dalam dekanter. Sedangkan hasil bawah stripping column merupakan produk etil asetat dengan kemurnian 99,75%. Unit pendukung proses pabrik meliputi unit pengadaan air, steam, udara tekan, dan tenaga listrik. Kebutuhan air untuk umpan boiler, air konsumsi, air pendingin dan sanitasi diperoleh dari PT Petrokimia Gresik, sedangkan untuk steam diperoleh dari boiler dengan suhu 154 oC dan tekanan 5,3973 atm. Kebutuhan udara tekan disediakan oleh sebuah kompresor. Kebutuhan listrik diperoleh dari PLN dan sebuah generator sebagai cadangan. Pabrik juga didukung laboratorium yang mengontrol mutu bahan baku dan produk serta limbah. Bentuk perusahaan yang dipilih Perseroan Terbatas (PT), dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non-shift. Jumlah karyawan keseluruhan adalah 130 orang, dimana karyawan shift 52 orang dan karyawan non-shift 78 orang. Dari hasil analisis diperoleh, ROI (Return on Investment) sebelum dan sesudah pajak sebesar 33,20% dan 28,22%, POT (Pay Out Time) sebelum dan sesudah pajak selama 2,43 tahun dan 2,76 tahun, BEP (Break Even Point) sebesar 49,99%. Jadi dari segi ekonomi pabrik tersebut layak untuk didirikan di Indonesia.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
    Depositing User: Tri Wahyu Prasetyo
    Date Deposited: 20 Apr 2014 12:42
    Last Modified: 20 Apr 2014 12:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12591

    Actions (login required)

    View Item