Transmisi Budaya Tepa Sarira dalam Mewujudkan Harmoni Sosial (Strategi Mengurai Rantai Kekerasan Remaja di Sekolah Berbasis pada Kearifan Lokal)

Andayani, Tri Rejeki and Hardjono, and Karyanta, Nugraha Arif (2012) Transmisi Budaya Tepa Sarira dalam Mewujudkan Harmoni Sosial (Strategi Mengurai Rantai Kekerasan Remaja di Sekolah Berbasis pada Kearifan Lokal). .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (31Kb)

    Abstract

    Kekerasan remaja di sekolah (school bullying) merupakan perilaku agresif yang mengakibatkan seseorang dalam keadaan tidak nyaman/terluka dan terjadi secara berulang-ulang dari waktu ke waktu. Pada perkembangannya, ketimpangan kelas sosial yang memicu bullying tidak hanya terkait dengan stratifikasi sosial ekonomi, budaya, suku, dan ras suatu bangsa. Melainkan juga bersumber dari kelas-kelas sosial yang sengaja diciptakan dalam lingkungan sekolah, seperti siswa yunior dan senior, ingroup dan outgroup, keterbatasan/perbedaan fisik, acapkali memicu ejekan/merendahkan martabat siswa lain. Kenyataan ini tentu saja mencerminkan ketiadaan rasa peduli dan tenggang rasa dengan sesama. Tenggang rasa (tepa sarira) merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan harmoni sosial. Melalui tenggang rasa seseorang akan menaruh rasa kepedulian pada sesama, memahami dan menerima perbedaan sebagai suatu bagian dari kehidupannya. Tujuan tahun pertama dari penelitian ini adalah mendeskripsikan fenomena bullying yang terjadi di kalangan remaja, dan mengetahui peluang budaya tepa sarira menjadi salah satu strategi dalam mengurai rantai kekerasan remaja di sekolah. Pada penelitian selanjutnya akan mengetahui peran budaya tepa sarira dalam membangun empati dan kepedulian yang dapat menurunkan tingkat bullying dan mewujudkan harmoni sosial di kalangan remaja, generasi muda penerus bangsa. Metode penelitian pada tahun pertama ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pada 349 siswa sekolah menengah, terdiri dari 176 siswa SMP dan 173 siswa SMA di Surakarta. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner bullying dan kuesioner tepa sarira. Analisis data kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 62% siswa SMP pernah menjadi korban bullying dengan frekuensi sekali/lebih dalam sehari 52%, sekali/lebih dalam seminggu 31%, sekali/lebih dalam sebulan 17%. Siswa SMA yang menjadi korban bullying sebanyak 35% dengan frekuensi sekali/lebih dalam sehari 37%, sekali/lebih dalam seminggu 18%, sekali/lebih dalam sebulan 45%. Pemicu bullying mayoritas karena perbedaan fisik dan dilakukan oleh teman seangkatan baik laki-laki maupun perempuan. Meskipun bentuk bullying mayoritas secara verbal, namun tetap berdampak negatif. Siswa sepakat bahwa bullying menjadi salah satu realitas kekerasan remaja di sekolah yang harus segera dihapuskan. Tepa sarira merupakan bagian penting dalam upaya tersebut, melalui tepa sarira sso menaruh rasa peduli pada sesama, memahami perbedaan, menerima perbedaan tersebut sebagai bagian kehidupannya. Dalam konteks psikologi rasa peduli, ingin membahagiakan/menyenangkan orang lain, berusaha menempatkan diri pada perasaan orang lain sebelum bertindak disebut dengan empati. Peluang budaya tepa sarira sebagai dasar membangun kepedulian dan empati dapat diandalkan karena 53% siswa SMP dan 80% siswa SMA masih mengetahui tepa sarira yang bersumber dari ibu, ayah, dan guru. Dengan demikian keluarga dan sekolah masih menjadi sumber nilai-nilai yang penting bagi remaja. Tindak lanjut yang penting pada penelitian selanjutnya adalah mengetahui/mengeksplorasi nilai budaya tepa sarira yang diketahui siswa dan diajarkan oleh sumber nilai (orangtua/keluarga dan guru/sekolah) dan menguji peran nilai tersebut pada empati dan penurunan tingkat bullying.

    Item Type: Article
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Lynda Rahmawati
    Date Deposited: 19 Apr 2014 22:03
    Last Modified: 19 Apr 2014 22:03
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12568

    Actions (login required)

    View Item