TRADISI GREBEG SUDIRO di SUDIROPRAJAN (Akulturasi Kebudayaan Tionghoa dengan Kebudayaan Jawa)

Adriana, Tissania Clarasati (2012) TRADISI GREBEG SUDIRO di SUDIROPRAJAN (Akulturasi Kebudayaan Tionghoa dengan Kebudayaan Jawa). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (390Kb) | Preview

    Abstract

    Tissania Clarasati Adriana. TRADITION GREBEG SUDIRO in SUDIROPRAJAN (Acculturation of Chinese Culture and Culture of Java). Thesis. Surakarta. Faculty of Teacher Training and Education. University Eleven March Surakarta. June 2012. The purpose of this study were (1) To determine the background of the ceremony in Sudiroprajan Sudiro Grebeg tradition, (2) process Grebeg Sudiro the ceremony tradition, (3) Acculturation of Chinese culture with Java in Grebeg Sudiro. The research was conducted using qualitative methods in Sudiroprajan ethnographic approach. The strategy is a case study of a single glued. Data sources used include informants, places and events and documents. Sampling is used purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques used were interviews, observation and document analysis. The validity of data using triangulation of data (by comparing information from one source to another source) and the triangulation method (by comparing data from observations and interviews, and document analysis). Technique analiisis data using interactive analysis model is interaction between the three components of data analysis (data reduction, data presentation and verification of the data or conclusions) with data collection cycle. Based on these results it can be concluded: (1) Grebeg Sudiro formed due to the awareness and intention of the citizens Sudiroprajan to show the harmony and the harmony that exists between two different ethnic (2) The ceremonial procession tradition Sudiro Grebeg include various series of events that must be passed among is pre dinner charity event Bok Teko earth January 12th 2012 and the top event Grebeg Sudiro which took place on January 15, 2012 event in which both have requirements that must be met, and complete the necessary equipment ceremony. (3) Acculturation of Chinese culture with the tradition of Javanese culture Grebeg Sudiro mountains visible in the arrangement of the two pie basket Estri Mountains and the Mountains Jaler normally found in traditional Javanese, and Lion Dance Liong look a ritual ceremony before the show, because of prior experience acculturation with Javanese cultural performances and Lion Dance Liong not familiar ritual and Javanese traditional music Keroncong collaborated with Mandarin song called Keroncong Mandarin. Tissania Clarasati Adriana.TRADISI GREBEG SUDIRO di SUDIROPRAJAN (Akulturasi Kebudayaan Tionghoa dengan Kebudayaan Jawa) . Skripsi. Surakarta. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juni 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui Latar belakang sejarah upacara tradisi Grebeg Sudiro di Sudiroprajan, (2) Proses jalannya upacara tradisi Grebeg Sudiro, (3) Akulturasi kebudayaan Tionghoa dengan Jawa dalam Grebeg Sudiro. Penelitian ini dilakukan di Sudiroprajan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Strateginya adalah studi kasus terpancang tunggal. Sumber data yang digunakan meliputi informan, tempat dan peristiwa dan dokumen. Sampling yang digunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan analisis dokumen. Validitas data menggunakan trianggulasi data (dengan cara membandingkan informasi dari sumber yang satu dengan sumber yang lain) dan trianggulasi metode (dengan cara membandingkan data dari hasil observasi dan wawancara serta analisis dokumen). Teknik analiisis data menggunakan model analisis interaktif yaitu interaksi antara tiga komponen analisis data (reduksi data, sajian data dan verifikasi data atau kesimpulan) dengan pengumpulan data secara siklus. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : (1) Grebeg Sudiro terbentuk karena adanya kesadaran dan kesengajaan dari warga Sudiroprajan untuk memperlihatkan kerukunan dan keharmonisan yang terjalin antara dua etnis yang berbeda, (2) Pelaksanaan prosesi upacara tradisi Grebeg Sudiro meliputi berbagai rangkaian acara yang harus dilewati diantaranya adalah malam pra event sedekah bumi Bok Teko tanggal 12 Januari 2012 dan puncak acara Grebeg Sudiro yang berlangsung pada tanggal 15 Januari 2012 yang mana kedua acara tersebut memiliki persyaratan yang harus dipenuhi, dan melengkapi perlengkapan upacara yang diperlukan. (3) Akulturasi kebudayaan Tionghoa dengan kebudayaan Jawa dalam tradisi Grebeg Sudiro terlihat dalam susunan gunungan kue keranjang dalam dua buah Gunungan Estri dan Gunungan Jaler yang biasa ada dalam adat Kejawen, Penampilan Liong dan Barongsai yang mengadakan upacara ritual terlebih dahulu sebelum pentas, karena sebelum mengalami akulturasi dengan kebudayaan Jawa pementasan Liong dan Barongsai tidak mengenal upacara ritual serta musik tradisiona l Keroncong Jawa berkolaborasi dengan lagu Mandarin yang disebut dengan Keroncong Mandarin.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
    Depositing User: Nur Anisah
    Date Deposited: 19 Apr 2014 20:36
    Last Modified: 19 Apr 2014 20:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12521

    Actions (login required)

    View Item