HABITUS PEKERJA ANAK DI SEKTOR INDUSTRI RUMAH TANGGA BATIK MURNI ASEH DI DUKUH KEBAKSARI, KELURAHAN PUNGSARI, KECAMATAN PLUPUH, KABUPATEN SRAGEN

Permatasari, Bella (2013) HABITUS PEKERJA ANAK DI SEKTOR INDUSTRI RUMAH TANGGA BATIK MURNI ASEH DI DUKUH KEBAKSARI, KELURAHAN PUNGSARI, KECAMATAN PLUPUH, KABUPATEN SRAGEN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (733Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pekerja anak di sektor industri rumah tangga batik Murni Aseh, habitus pekerja anak di sektor industri rumah tangga batik Murni Aseh, faktor yang mendukung dan menghambat keberadaan pekerja anak di sektor industri rumah tangga batik Murni Aseh di Dukuh Kebaksari, Kelurahan Pungsari, dampak yang ditimbulkan akibat keikutsertaan anak dalam bekerja, serta harapan pekerja anak tentang keberlanjutan pendidikan formal dan kesempatan kerja yang ingin mereka dapatkan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi langsung dan dokumentasi. Dalam menguji validitas data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik analisis data dengan model analisis interaktif penelitian yaitu pengumpulan data, reduksi data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan teori habitus yang diungkapkan oleh Pierre Bourdieu dalam pembahasan, hal ini untuk mengetahui kebiasaan yang dihasilkan melalui interaksi di dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya pekerja anak di industri batik di Dukuh Kebaksari dikarenakan adanya habitus membatik yang muncul dari keluarga pekerja anak. Faktor pendorong keberadaan pekerja anak di sektor industri batik Murni Aseh adalah dengan kepemilikan modal sosial, modal budaya dan modal simbolik yang dimiliki pekerja anak. Faktor penghambat keberadaan pekerja anak di sektor industri rumah tangga batik Murni Aseh adalah adanya motivasi orang tua pekerja anak dalam pendidikan. Adapun dampaknya antara lain munculnya gangguan kesehatan dan waktu bermain yang berkurang akibat keikutsertaan anak dalam bekerja. Pada umumnya ada harapan untuk mencapai kesuksesan bagi masa depan pekerja anak. Kata kunci: Pekerja Anak, Habitus, Modal Sosial, Modal Budaya, Modal Simbolik The purpose of this study was to determine the characteristics of child labor in the household sector Murni Aseh batik, habitus of child labor in the household sector Murni Aseh batik, factors that support and hinder the existence of child labor in the household sector Murni Aseh batik in Hamlet Kebaksari, Pungsari urban villages, the impact caused by the child's participation in the work, as well as expectations about the sustainability of child labor formal education and job opportunities that they want to get. This study uses qualitative research strategy case study. Sampling technique used is purposive sampling technique. While data collection techniques used were in-depth interviews, direct observation and documentation. In testing the validity of the data, the researcher uses triangulation techniques and data analysis techniques with interactive model study of data collection, data reduction, data interpretation and conclusion. Researchers using habitus theory expressed by Pierre Bourdieu in the discussion, it is to know the habits generated through interactions within the community. The results showed that the emergence of child labor in the batik industry in Hamlet Kebaksari due batik habitus arising from their family. Factors driving the existence of child labor in the industrial sector Murni Aseh batik is the ownership of social capital, cultural capital and symbolic capital possessed child labor. Factors inhibiting the existence of child labor in the household sector batik Murni Aseh is the motivation of parents in the education of child labor. The effects include the emergence of health problems and reduced playing time due to the child's participation in the work. In general, there is hope for success for the future of child labor. Keywords: Child Labor, Habitus, Social Capital, Cultural Capital, Symbolic Capital

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
    Depositing User: Devi Arlina Irawati
    Date Deposited: 19 Apr 2014 20:23
    Last Modified: 19 Apr 2014 20:23
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12508

    Actions (login required)

    View Item