COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN KASUS EKSPLOITASI SEKSUAL KOMERSIAL ANAK (ESKA) DI KOTA SURAKARTA

Rahmawati, Nurvina (2013) COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN KASUS EKSPLOITASI SEKSUAL KOMERSIAL ANAK (ESKA) DI KOTA SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (2374Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) merupakan permasalahan serius mengingat anak merupakan aset bangsa. Permasalahan ESKA tidak mampu ditangani oleh satu lembaga saja sehingga pemerintah mengajak berbagai lembaga untuk melakukan kolaborasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kolaborasi yang dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Surakarta, Puskesmas Sangkrah, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kantor Kepolisian Resor Kota Surakarta, dan Lembaga Swadaya Masyarakat Kepedulian untuk Konsumen Anak (KAKAK) serta untuk mengetahui hambatan kolaborasi. Teori yang digunakan adalah teori ukuran keberhasilan kolaborasi yang dikemukakan oleh DeSeve yang terdiri dari delapan item yaitu jenis struktur jaringan, komitmen terhadap tujuan, saling percaya diantara pelaku, governance, akses terhadap kekuasaan, pembagian akuntabilitas/responsibilitas, berbagi informasi dan akses terhadap sumber daya. Selain itu juga menggunakan teori hambatan kolaborasi yang dikemukakan oleh pemerintah Kanada yang terdiri dari faktor budaya, faktor institusi-institusi dan faktor politik. Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta dan merupakan penelitian deskriptif dengan dukungan data kualitatif. Data diperoleh dari wawancara secara mendalam serta studi dokumentasi. Penentuan informan diperoleh dengan teknik purposive sampling. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi data. Data tersebut dianalisa dengan menggunakan analisis interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi yang dilakukan dalam penanganan ESKA masih belum efektif dikarenakan terdapat item keberhasilan kolaborasi yang belum terpenuhi yaitu dalam pelaksanaan komitmen, kurangnya kepercayaan antar anggota, belum terpenuhinya faktor governance, serta ketersediaan sumber daya yang kurang memadai. Hambatan yang ditemui dalam kolaborasi dalam penelitian ini berasal dari faktor institusi-institusi dan faktor politik. Terkait dengan hal tersebut, peneliti memberi saran agar masing-masing lembaga memaksimalkan peranan, masing-masing lembaga mengedepankan kepentingan kolaborasi, dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih rinci, pemerintah menyediakan dana untuk penjangkauan, menyediakan sarana dan prasarana, serta terdapat penilaian kinerja terhadap masing-masing stakeholder. Kata kunci: collaborative governance, Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) ABSTRACT Commercial Sexual Exploitation of Children is a serious problem concern institution, so that the government invites a variety of institution to collaborate with. The objective of research was to find out the collaboration conducted by Community Empowerment, Women Empowerment, Child Protection and Family Planning Agency of Surakarta City, Sangkrah Clinic, Women and Child Protection Unit and Resort Police Office of Surakarta City, and Kepedulian untuk Konsumen Anak Non-Government Organization (KAKAK) and to find out the constraints in collaboration. The used theory was the collaboration success parameter suggested by DeSeve consisting of eight items: type of networked structure, commitment to common purpose, trust among the participants, governance, access to authority, distributive accountability/responsibility, information sharing and access to resources. In addition, this study also used the collaboration constraint theory suggested by Canada government consisting of culture, institutions and political factors. This study was conducted in Surakarta city and a descriptive research supporting with qualitative data. The data was obtained from in-depth interview as well as documentation study. The informant was selected using purposive sampling technique. The data validation was conducted using data triangulation. The data was analyzed using an interactive analysis. This research concluded that the collaboration in handling case of ESKA had not been effective because there were some items of collaboration success parameter that had not been satisfied: commitment implementation, lack of mutual trust among the members, dissatisfied governance factor, and inadequate resource availability. The obstacles of collaboration in this research derived from institutional and political factors. Regarding this, the author suggested each institution to maximize role, to set forward the collaboration interest, to develop Standard Operational Procedure (SOP) in detailed, the government to provide fund for coverage, to provide infrastructures, as well as to provide performance assessment to each stakeholders. Keywords: collaborative governance, Commercial Sexual Exploitation of Children (ESKA).

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Nurrahma Restia
    Date Deposited: 03 May 2014 17:44
    Last Modified: 03 May 2014 17:44
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12500

    Actions (login required)

    View Item