TEKNIK, METODE, DAN IDEOLOGI PENERJEMAHAN UNGKAPAN KEAGAMAAN DALAM BUKU THE CHOICE : ISLAM AND CHRISTIANITY

Kardimin, (2012) TEKNIK, METODE, DAN IDEOLOGI PENERJEMAHAN UNGKAPAN KEAGAMAAN DALAM BUKU THE CHOICE : ISLAM AND CHRISTIANITY. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (416Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) merumuskan teknik penerjemahan yang diterapkan dalam menerjemahkan kata dan frasa yang terdapat dalam teks bernuansa keagamaan: The Choice: Islam and Christianity ke dalam bahasa Indonesia, (2) mendeskripsi metode penerjemahan yang dipilih penerjemah, (3) menjelaskan ideologi penerjemahan yang menjadi kecenderungan penerjemah, dan (4) menilai dampak teknik, metode, dan ideologi penerjemahan tersebut pada kualitas terjemahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan desain studi kasus terpancang dan berorientasi pada produk, yang mengkaji aspek objektif dan afektif dan genetik. Sumber data adalah dokumen, informan kunci, dan responden yang dipilih berdasarkan kriteria (criterion based sampling). Dokumen berupa dua buku teks yang mengandung ungkapan keagamaan: The Choice: Islam and Christianity dan hasil terjemahannya dalam bahasa Indonesia, The Choice: Dialog: Islam - Kristen. Informan kunci terdiri dari dua ahli penerjemahan dan lima orang ahli agama Islam dan Kristen; serta lima orang mahasiswa yang kuliah di universitas berbasis agama Islam dan Kristen sebagai responden. Data terdiri dari (1) kata dan frasa pada teks ungkapan keagamaan: The Choice: Islam and Christianity dan terjemahannya, (2) pernyataan informan ahli penerjemahan tentang tingkat keakuratan pesan, (3) pernyataan ahli agama tentang tingkat keberterimaan, dan (4) pernyataan mahasiswa yang mendalami bidang agama Islam dan Kristen untuk memperoleh data mengenai keterbacaan terjemahan. Data penelitian yang dikumpulkan dari informan ini dikumpulkan kemudian dianalisa dengan teknik analisis dokumen, kuesioner, wawancara mendalam, dan dianalisis dengan metode interaktif. Temuan penelitian yang diperoleh dari analisis disertasi ini sebagai berikut. Pertama, sepuluh teknik penerjemahan diterapkan dalam menerjemahkan teks bernuansa keagamaan:The Choice: Islam and Christianity yaitu teknik harfiah, kalke, peminjaman alamiah, padanan budaya, reduksi, perluasan dan penyempitan makna, modulasi, kompensasi, padanan fungsional dan peminjaman murni. Berdasarkan frekuensi penggunaannya, teknik harfiah menempati urutan pertama (175), yang diikuti oleh kalke (57), peminjaman alamiah (32), padanan budaya (30), reduksi (29), perluasan dan penyempitan makna (20), modulasi (19), kompensasi (12), padanan fungsional (10) dan teknik peminjaman murni (6). Kedua, secara teori, teknik harfiah, peminjaman murni, peminjaman alamiah, dan teknik kalke berorientasi pada bahasa sumber sedangkan metode yang dipilih meliputi metode penerjemahan kata demi kata, setia dan semantik. Sementara teknik reduksi, padanan budaya, padanan fungsional, modulasi, kompensasi dan perluasan-penyempitan makna berorientasi pada bahasa sasaran. Metode yang digunakan penerjemah adalah metode penerjemahan bebas, adaptasi dan komunikatif. Ketiga, penggunaan teknik penerjemahan dan pemilihan metode penerjemahan lebih dilandasi oleh ideologi yang ada dalam benak penerjemah dalam menerjemahkan teks bahasa sumber. Keempat, dalam hal kualitas terjemahan, didapatkan 159 (50,61%) yang diterjemahkan secara akurat, 111 (35,31%) kurang akurat, dan 44(14,01%) tidak akurat. Dari aspek keberterimaannya,178 (53,41%) berterima,99 (29,71%) kurang berterima dan 56 (16,82%) tidak berterima. Sementara itu, 181 (54,52%) data sasaran mempunyai tingkat keterbacaan tinggi, 101(32,42%) mempunyai tingkat keterbacaan sedang dan 50 (15,06) mempunyai tingkat keterbacaan rendah. Dalam pada itu, teknik peminjaman murni, teknik peminjaman alamiah, kalke, dan juga harfiah memberikan dampak yang besar terhadap keakuratan terjemahan, sementara kekurang akuratan dan ketidak akuratan yang terjadi pada terjemahan lebih disebabkan oleh penerapan teknik penghilangan, penambahan, modulasi, dan teknik transposisi. Kekurang berterimaan dan ketidak berterimaan cenderung disebabkan oleh penggunaan kalimat yang tidak gramatikal, dan masalah yang mempengaruhi pemahaman pembaca sasaran cenderung disebabkan oleh penggunaan kata-kata baru yang masih sangat asing bagi pembaca, penggunaan kalimat taksa, kalimat yang tidak lengkap, kata bahasa Indonesia yang belum akrab bagi pembaca serta kalimat yang terlalu panjang. Berdasarkan hasil temuan, penulis memberikan beberapa saran. Pertama, teks keagamaan adalah tipe teks sensitif yang mengandung informasi penting yang berkenaan dengan aspek keyakinan atau kepercayaan. Oleh karena itu, teknik penghilangan dan penambahan harus diterapkan secara sangat hati-hati. Kedua, teknik penambahan informasi yang berlebihan juga harus dihindarkan karena dapat merusak pesan atau mereduksi makna yang dimaksudkan dari penulis buku sumber. Ketiga, kompetensi bidang ilmu penerjemahan sebagai bagian kompetensi penerjemahan merupakan hal yang penting tetapi kompetensi kebahasaan merupakan keniscayaan. Keempat, buku terjemahan The Choice: Dialog Islam-Kristen perlu ditinjau ulang untuk memperbaiki kesalahan penerjemahan kata, dan frasanya dari penyimpangan pesan bahasa sumber. Kelima, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk lebih dapat mengungkapkan fenomena penerjemahan teks keagamaan dengan menggunakan pendekatan berbeda dan tidak hanya melibatkan aspek objektif dan afektif saja tetapi juga aspek genetik. Keenam, pemerintah, dalam hal ini kementerian agama perlu mendirikan lembaga penerjemah bidang keagamaan, yang mengkaji, dan menerjemah buku-buku serta kitab-kitab dari berbagai agama dan sekaligus yang bertugas mengendalikan dan mengakreditasi kualitas terjemahan kitab-kitab agama dan bukubuku yang mengandung ungkapan bernuansa keagamaan. ABSTRACT The objectives of this study are (1) to formulate translation techniques applied to translate the religious expression “The Choice: Islam and Christianity” into bahasa Indonesia, (2) to describe translation methods selected,(3)to interpret translation ideologies applied, and (4) to assess the impact of the translation techniques, methods and ideologies on the quality of the translated expression into bahasa Indonesia. This descriptive-qualitative research is an embedded-case study and oriented to translation product involving objective and affective aspects. The sources of data for this study consist of documents, key informants, and respondents selected by means of sampling technique. The documents refer all chapters of the religious expression:The Choice: Islam and Christianity volume one and volume two and its translation in bahasa Indonesia. The key informants constitute two translation experts on religious area and five religious practitioners and the respondents are five religious students. The research data comprise of (1) words and phrases of the religious expression “The Choice : Islam and Christianity” and its translation in bahasa Indonesia, (2) the translation expert statements about the accuracy level, (3) the religious practioners‟ statements about the acceptability level, and (4) the religious students‟ statements about the readability level of the translation. The research data were collected through document analysis, questionnaires, and in-depth interview and analyzed using an interactive data analysis technique. Findings of this study show the followings. First, ten translation techniques were applied to translate the religious expression: The Choice : Islam and Christianity into bahasa Indonesia. These cover literal, calque, naturalized borrowing, cultural equivalent, reduction, reduction and expansion, modulation, compensation, functional equivalent, and pure borrowing. On the basis of the frequent use of each translation techniques, literal appears to be in the first rank (175) followed by calque (57), naturalized borrowing (32), cultural equivalent (30), reduction(29), reduction and expansion(20), modulation, (19), compensation (12), functional equivalent (10) and pure borrowing (6). Second, theoretically speaking, literal, pure borrowing, naturalized borrowing, and calque are oriented to source language while transposition, modulation, deletion and addition are oriented to target language. This means that the translator tended to choose literal, faithful, and semantic translation methods. Third, the use of translation techniques and the selection of translation methods tend to be based on the adoption of the ideology of foreignization. Fourth, in terms of the quality of the translation, it was found that 159 (50,61%) data are accurate, 111 (35,31%) less accurate, and 44 (14,01%) inaccurate. Meanwhile, 178 data (53,41%) are acceptable, 99 (29,71%) less acceptable, and 56(16,82%) unacceptable. It was also found that 181 data (54,52%) have high readability level and 101(32,42%) have fair readability level and other 50 data (15,06%) are in less readability level. Pure borrowing, naturalized borrowing, calque, and also literal technique contribute significantly to the accuracy of the translation while the application of transposition, modulation, deletion, and addition appears to have a negative impact on the accuracy. It was also identified that some data were less acceptable and unacceptable and this mostly relates to the use of ungrammatical target sentences. In addition, the use of some foreign technical terms, inappropriate collocations, unfamiliar Indonesian lexical items, and mistyping make some data less readable for the target readers. Based on the research findings, the following suggestions are proposed. First, a religious expression is very sensitive terms containing important information on belief and therefore the deletion technique should be carefully used. Second, an excessive addition of information should also be avoided as it tends to violate messages intended by the original author. Third, subject matter competence is an important element of translation competence but the fundament of translation competence is language competence. Fourth, the translated religious expression The Choice: Dialog Islam - Kristen needs to be improved and criticized due to grammatical mistakes and distortions of original message. Fifth, a further study needs to be carried out to get more insights into the phenomena of religious expression of translation; this may be done through the use of different approach and the involvement of not only objective and affective aspects but also genetive as well. Sixth, the Indonesian government, in this case the Department of Religious Affairs needs to establish an institution or a board for taking the responsibility of quality assurance and control of quality on religious expression of translations within the areas of religious problem in particular.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Nurrahma Restia
    Date Deposited: 03 May 2014 17:44
    Last Modified: 03 May 2014 17:44
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12499

    Actions (login required)

    View Item