ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN JAGUNG (Zea mays) DI KABUPATEN GROBOGAN (Studi Kasus di Kecamatan Geyer)

RAMADHANI, DIMAS KHARISMA (2013) ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN JAGUNG (Zea mays) DI KABUPATEN GROBOGAN (Studi Kasus di Kecamatan Geyer). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (121Kb) | Preview

    Abstract

    RINGKASAN Dimas Kharisma Ramadhani. H0809031. ”Analisis Efisiensi Pemasaran Jagung (Zea mays) di Kabupaten Grobogan (Studi Kasus di Kecamatan Geyer)”. Dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Endang Siti Rahayu, MS. dan Setyowati, SP, MP. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Skripsi ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran jagung, besar biaya, keuntungan, dan marjin pemasaran jagung pada masing-masing saluran pemasaran, kemudian menganalisis struktur pasar, perilaku pasar, penampilan pasar, dan tingkat efisiensi pemasaran jagung di Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan. Metode dasar penelitian adalah metode deskripsi analisis dan pelaksanaannya dengan teknik survei. Penelitian dilakukan di Kecamatan Geyer dilakukan dengan studi kasus, sampel responden petani berjumlah 30 petani dengan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling), dan pedagang yang dijadikan responden diambil dengan cara snowball sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan cara pendekatan secara langsung dan pendekatan SCP (Structure, Conduct, Performance). Hasil penelitian menunjukkan pemasaran jagung di Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan terdapat empat jenis saluran pemasaran. Saluran pemasaran I adalah petani – pedagang pengumpul desa – pedagang besar – pabrik pakan ternak. Saluran pemasaran II memiliki alur petani – pedagang pengumpul kecamatan – pabrik pakan ternak. Saluran pemasaran III adalah petani – pedagang besar – pabrik pakan ternak. Saluran pemasaran IV di Kecamatan Geyer adalah petani – pedagang luar kota. Biaya pemasaran terbesar terjadi pada saluran pemasaran I yang menyebabkan keuntungan pemasaran pada saluran pemasaran I juga terbesar, hal ini menyebabkan marjin pemasaran semakin besar namun bagian yang diterima petani paling kecil. Struktur pasar dalam pemasaran jagung di Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan cenderung pada pasar monopsoni. Perilaku pasar menunjukkan laju perubahan harga di tingkat konsumen lebih kecil dibanding dengan laju perubahan harga di tingkat produsen. Penampilan pasar dalam pemasaran jagung di Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan memiliki farmer’s share paling rendah sebesar 87% dan farmer’s share tertinggi sebesar 98%. Dari hasil penelitian dapat disarankan bahwa pada kegiatan pemasaran jagung, petani hanya dapat menerima harga yang ditawarkan oleh para pedagang dengan harga yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi seharusnya petani lebih aktif dalam mencari informasi harga di pasar. SUMMARY Dimas Kharisma Ramadhani. H0809031. ”Analyze of Corn (Zea mays) Marketing Efficiency in Grobogan Regency (Case Study in Geyer Subdistrict)”. Guided by Prof. Dr. Ir. Endang Siti Rahayu, MS. dan Setyowati, SP, MP. Faculty of Agriculture. Sebelas Maret University. Thesis composed by research result aims to knowing corn marketing channels, costs, profit and marketing corn margin in each marketing channels, and to analyze market structure, market conduct, market performances, and level of corn marketing efficiency in Geyer Subdistrict, Grobogan Regency. The basic method is used descriptive analysis with survey technique. Location is selected in Geyer Subdistrict with case study, respondent sample amount 30 farmers with purposive sampling and traders as respondents is taken by snowball sampling .The data used are primary data and secondary data. Data analysis method is used direct approach and Structure, Conduct, Performance (SCP) approach. The result showing there are four kind marketing channels. First marketing channels is farmers- village traders-large traders- livestock feed factory. Second marketing channels is farmers- subdistrict traders- livestock feed factory. Third marketing channels is farmers- large traders- livestock feed factory. Fourth marketing channels is farmers- outside the town traders. The large cost is first marketing channels cause marketing profit in first marketing channels large too, this leads to greater marketing margin, but the smallest accepted part is farmers. Market structure in corn marketing is monopsony market. Market performances show rate changes of prices in consumen level is lower than producer level. Market perfomances in corn marketing in Geyer subdistrict Grobogan Regency has the lowest farmer’s share amount 87% and the highest farmer’s share is amount 98%. From this research can be advised in marketing corn, farmers can only accept the price offered by the traders with the different prices. To get the highest prices, the farmers should be more active to find information about the prices in market.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: Noviana Daruwati Kusuma Adi
    Date Deposited: 19 Apr 2014 19:19
    Last Modified: 19 Apr 2014 19:19
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12428

    Actions (login required)

    View Item