PENGARUH METODE DEMONSTRASI DAN MIND MAPPING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DITINJAU DARI KEAKTIFAN BELAJAR PADA SISWA DI SMP SUB RAYON JAKENAN KABUPATEN PATI

PRAJABAWA, ANDRIK AGUSTA (2013) PENGARUH METODE DEMONSTRASI DAN MIND MAPPING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DITINJAU DARI KEAKTIFAN BELAJAR PADA SISWA DI SMP SUB RAYON JAKENAN KABUPATEN PATI. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (126Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRACT The purposes of this research are (1) to know the difference of Cultural Art Learning Achievement for the group of students who use demonstration method and the group of students who use mind mapping method, (2) to investigate the difference of Cultural Art learning achievement for the group of students who have high learning activeness and the group of students who have low activeness, and (3) to know the interaction of learning method and learning activeness in relation with the Cultural Art learning achievement. This investigation was done with a quantitative approach using an experimental method with 2x2 factorial designs. The population in this study were all eight grade students of SMP Sub Rayon Jakenan Pati Regency. Data collected was described according to each variable. In this study, the analysis technique used was the two-way analysis technique of variance (Two Way ANOVA). Based on the results of this research, it can be concluded that: (1) there is a significant difference in cultural art learning achievement of the group using demonstration method and the group using mind mapping. Students’ learning outcome of cultural art subject with demonstration method is better than students with mind mapping method. (2) There is a significant different in cultural art learning achievement of the group of students with high learning activeness and the group of students with the low learning activeness. Students’ learning outcome of cultural art subject who have high learning activeness is better than students who have low learning activeness. (3) There is an interaction between the learning method and the learning activeness toward cultural art learning achievement. Learning achievement of cultural art subject for the group of demonstration method with high learning activeness has the highest average score, while the group of mind mapping method with low learning activeness has the lowest average score. From this discourse, we can suggest for (1) Student, improve their learning activeness. (2) Teacher, choose the right method of learning and prepare it well before perform it infront of class. (3) Head master, choose the right models of teaching for the learning process. (4) other researcher, expand another variables that related to increase student achievement. Keywords: demonstration method, mind mapping method, learning activeness. cultural art ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar Seni Budaya, pada kelompok siswa yang menggunakan metode Demonstrasi dan kelompok siswa yang menggunakan metode Mind Mapping, (2) Untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar Seni Budaya, pada kelompok siswa yang memiliki keaktifan belajar tinggi dan kelompok siswa yang memiliki keaktifan rendah, (3) Untuk mengetahui interaksi metode pembelajaran dan keaktifan belajar dalam kaitannya dengan prestasi belajar Seni Budaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan rancangan factorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri Sub Rayon Jakenan Kabupaten Pati Data yang diperoleh dideskripsikan menurut masing-masing variabel Dalam penelitian ini teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis varians dua jalur (ANAVA dua jalur). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar seni budaya pada kelompok dengan menggunakan metode demonstrasi dan kelompok Mind Mapping. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dengan metode demonstrasi lebih baik dari pada siswa yang menggunakan metode Mind Mapping. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar seni budaya pada kelompok siswa dengan keaktifan belajar tinggi dan kelompok siswa dengan keaktifan belajar rendah. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya yang memiliki keaktifan belajar tinggi lebih baik dari pada siswa yang memiliki keaktifan belajar rendah. (3) Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan keaktifan belajar terhadap prestasi belajar seni budaya. Prestasi belajar pada mata pelajaran Seni Budaya pada kelompok metode demonstrasi dengan keaktifan belajar tinggi mempunyai nilai rata-rata tertinggi, sedangkan kelompok metode Mind Mapping dengan keaktifan belajar rendah mempunyai nilai rata-rata terendah. Saran yang dikemukakan: (1) bagi siswa, hendaknya meningkatkan keaktifan belajarnya (2) bagi guru, hendaknya tepat dalam memilih metode pembelajaran dan mempersiapkannya secara matang (3) bagi kepala sekolah, dapat menentukan model belajar yang sesuai bagi instansinya (4) bagi peneliti lainnya, dapat mengembangkan variabel lainnya yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar. Kata kunci: metode demonstrasi,metode mind mapping, keaktifan belajar, seni budaya

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Nurrahma Restia
    Date Deposited: 03 May 2014 17:46
    Last Modified: 03 May 2014 17:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12424

    Actions (login required)

    View Item