POLA KOMUNIKASI PEMANDU WISATA (GUIDE) KAMPUNG WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA (Studi Diskripsi Kualitatif Tentang Pola Komunikasi Guide Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta)

RAHMAWATI, AMRINA FITRI (2013) POLA KOMUNIKASI PEMANDU WISATA (GUIDE) KAMPUNG WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA (Studi Diskripsi Kualitatif Tentang Pola Komunikasi Guide Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (453Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Kampong Wisata Batik Kauman merupakan salah satu kampong batik yang diresmikan setelah Kampung Wisata Batik Laweyan oleh Pemerintah Kota Solo sebagai obyek wisata. Letak sentra Kampung Wisata Batik Kauman yang masuk ke gang-gang serta dikelilingi gedung-gedung dan toko-toko membuat kawasan wisata ini sulit ditemukan wisatawan yang bertandang tanpa bantuan guide, meskipun nama Kampung Wisata Batik Kauman sudah dikenal khalayak melalui promosi yang dilakukan secara mandiri maupun dilakukan oleh Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman (PKWBK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pola Komunikasi Guide Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta dalam Memandu Wisatawan. Terdapat keunikan pada Komunikasi Guide Kampung Wisata Batik Kauman ketika memandu wisatawan yaitu strategi tersamar yang digunakan dalam mengguide serta penggunaan isyarat yang hanya dimengerti oleh guide dengan alasan demi kenyamanan tamu berbelanja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan metode penelitian active participant observation. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan sedikit sentuhan snowball sampling. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan menelaah dokumen. Teknik analisa yang digunakan adalah teknik interactive model milik Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi guide di Kampung Wisata Batik Kauman dalam memandu wisatawan terdiri unsure strategi komunikasi, pesan, interaksi simbolik dan aturan guide yang membentuk pola komunikasi menjadi satu arah, dua arah dan multi arah. Meski demikian goal dari komunikasi yang dilakukan guide adalah sama yaitu memperkenalkan kampong Batik Kauman. Bentuk komunikasi yang dilakukan guide dalam memandu adalah interpersonal commnunication atau komunikasi interpersonal yang bersifat langsung. Saran untuk Kampung Batik adalah perlu pembenahan system agar tercipta kelancaran komunikasi sehingga minim konflik. ABSTRACT Travel Kauman Kampong Batik is one of the village Kampung Batik Batik Tourism inaugurated after Laweyan by Solo City Government as a tourist attraction. Location of centers of Village Tourism Batik Kauman into alleys and surrounded by buildings and shops makes it difficult to find the tourist area tourist who come without your help, though the name Kampung Batik Tourism Kauman already known to audiences through a campaign conducted independently or conducted by the Society of Batik Tourism Village Kauman (PKWBK). This study aims to determine how the pattern Communications Travel Guide Kampung Batik Surakarta Kauman in Tourist Guiding. There is uniqueness in Communications Travel Guide Kampung Batik Kauman when tourist guides are subtle strategies used in guiding and the use of cues that only understood by your guests for reasons of convenience shopping. This study uses a descriptive qualitative approach with active participant observation research methods. Sampling technique in this study was purposive sampling with a little touch of snowball sampling. Techniques of data collection was done by interview, observation and review documents. Analysis technique used is interactive technique belongs to Miles and Huberman models consisting of data collection, data reduction, data display, and conclusion. The results of this study indicate that local communication patterns in Kampung Batik Tourism travelers Kauman consists in guiding the strategy elements of communication, message, symbolic interaction and local rules that establish patterns of communication became one-way, two-way and multi-way. Yet the goal of communication is done at the local villages introducing Batik Kauman. Form of communication is done in guiding local commnunication interpersonal or interpersonal communication that is direct. Need to reform the the system for smooth communication so minimal conflict.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Nurrahma Restia
    Date Deposited: 03 May 2014 17:47
    Last Modified: 03 May 2014 17:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12417

    Actions (login required)

    View Item