FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONVERSI LAHAN SAWAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP SISTEM PENGHIDUPAN RUMAHTANGGA PETANI (STUDI KASUS: KECAMATAN COLOMADU KABUPATEN KARANGANYAR)

OKTARINA, ARDIANTI NUR (2013) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONVERSI LAHAN SAWAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP SISTEM PENGHIDUPAN RUMAHTANGGA PETANI (STUDI KASUS: KECAMATAN COLOMADU KABUPATEN KARANGANYAR). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (148Kb) | Preview

    Abstract

    RINGKASAN Ardianti Nur Oktarina H0809013. 2013. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konversi Lahan Sawah dan Dampaknya terhadap Sistem Penghidupan Rumahtangga Petani (Studi Kasus: Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar).” Dibimbing oleh Prof. Dr. Ir Suprapti Supardi, MP dan Widiyanto, SP. M. Si. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Perubahan penggunaan lahan pertanian ke non-pertanian dapat disebut konversi lahan. Tingginya konversi lahan sawah di Colomadu menempati urutan kedua setelah Jumantono. Mayoritas konversi lahan sawah dialokasikan untuk pemukiman. Kondisi yang timbul sebagai akibat dari kondisi geografis Kecamatan Colomadu yang strategis. Oleh karena itu, diperlukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konversi lahan sawah di Kecamatan Colomadu dan Dampaknya Terhadap sistem mata pencaharian rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konversi lahan sawah di Kecamatan Colomadu serta untuk mengetahui dampak konversi lahan sawah pada sistem penghidupan petani. Lokasi Penelitian dipilih secara sengaja (purposive) pada lima desa dengan tingkat konversi tertinggi di Kecamatan Colomadu, yaitu Desa Bolon, Desa Ngasem, Desa Gawanan, Desa Tohudan dan Desa Paulan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi berganda dengan 7 variabel dan salah satunya adalah variabel dummy (kebijakan pemerintah) dan menganalisis data secara kualitatif dari dampak konversi lahan sawah terhadap sistem penghidupan petani. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa faktor internal (umur, luas lahan dan harga lahan) dan faktor eksternal (pengaruh investor) berpengaruh nyata secara individu terhadap tingkat konversi lahan sawah di Kecamatan Colomadu. Hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi konversi lahan sawah dengan tingkat konversi lahan sawah di Kecamatan Colomadu, sebagai berikut: Y= 75,786 -0,539 X1 + 2,536 X2 - 0,001 X3 - 0,006 X4 + 2,939.10-5 X5 + 7,179 X6 - 1,750D Adanya konversi lahan sawah berdampak pada perubahan sistem penghidupan petani yaitu peningkatan pendapatan, strategi nafkah ditandai dengan adanya diversifikasi dan alih profesi, adaptasi petani yang ditandai dengan strategi hutang serta perubahan pola kelembagaan lahan dan adanya kecenderungan pemindahan area bertani dari lingkup daerah urban (daerah transisi dari desa ke kota) menuju ke daerah rural (daerah pedesaan). Kata Kunci: Konversi Lahan sawah, Sistem Penghidupan SUMMARY Ardianti Nur Oktarina H0809013. 2013. “Factors That Influence Wetland Conversion and Its Impact on household livelihood systems of farmers (Case Study: Colomadu Sub District, Karanganyar District). Guided by Prof. Dr. Ir. Suprapti Supardi, MP and Widiyanto, SP. M. Si. Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University Surakarta. The changes of using agricultural land to non-agricultural land can be called as land conversion. The high of wetland's conversion in Colomadu is the second position after Jumantono. The majority of wetland conversion allocated to settlements. Conditions that appear as a result of sub district Colomadu's geographical condition that strategic. Therefore, needed research about the factors that affecting wetland conversion in sub district Colomadu and Its Impact on household livelihood systems of farmer. This study aims to identify and analyze the factors that influence wetland conversion in the Colomadu sub district and to knowing the impact of wetland conversion in the livelihood systems of farmers. Research locations were purposively selected (purposive) in five villages with the highest conversion rates in the Colomadu sub district. There are Bolon , Ngasem , Gawanan, Tohudan and Paulan. The data used are primary data and secondary data. method of data analysis used is multiple regression with seven variables and one of them is a dummy variable (government policy) and analyzing qualitative data from wetland conversion impacts on farmers' livelihood systems. The results of analysis shows that internal factors (age, land area and land prices) and external factors (influence investor) individually significant effect on the level of wetland conversion in District Colomadu. Relationship of between factors that influence wetland conversion with wetland conversion rate in sub district Colomadu are: Y= 75,786 -0,539 X1 + 2,536 X2 - 0,001 X3 - 0,006 X4 + 2,939.10-5 X5 + 7,179 X6 - 1,750D Impact of wetland conversion on changes of household livelihood systems of farmer are increase revenue, changes of livelihood strategies characterized by diversification and profession's changed, changes of adaptation characterized by changing of institutional's patterns, owed at the time of crisis and the tendency of transfer of land farmed area of the scope of the urban area to the rural areas. Keywords: Wetland Conversion, Livelihoods Systems

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: Noviana Daruwati Kusuma Adi
    Date Deposited: 19 Apr 2014 19:13
    Last Modified: 19 Apr 2014 19:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12414

    Actions (login required)

    View Item