PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) DAN KONTRASEPSI ORAL TERHADAP PERKEMBANGAN STRUKTUR HISTOLOGIS FOLIKEL OVARIUM MENCIT (Mus musculus)

Setyowati, (2013) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) DAN KONTRASEPSI ORAL TERHADAP PERKEMBANGAN STRUKTUR HISTOLOGIS FOLIKEL OVARIUM MENCIT (Mus musculus). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (2251Kb) | Preview

    Abstract

    commit to user Setyowati G0006222, 2013. Effect of Bitter Melon Extract (Momordica charantia L.) and Oral Contraception on the Histological Structure Development of Ovarian Follicles of Mice (Mus musculus). Mini-Thesis Faculty of Medicine,Sebelas Maret University Surakarta. Background : Bitter melon (Momordica charantia L.) is known to have an active substance of triterpenoid which could be used as the natural contraception alternative on fertility studies. The triterpenoid takes role in improving the granulotic of ovarian cells. These cells will produce an inhibidin which could inhibiting the secretion of gonadothrophine hormone FSH and signalic hormone LH. This study aimed to determine the effect of the bitter melon extract towards the histolgical structure development of ovarian follicles of mice. Methods : This study is an experimental laboratory using controlled group posttest only design. The samples used 27 female mice (Mus musculus), 2- 3months old Swiss webster and weights + 20 g. Samples were divided into 3 groups. Mice for control group (K) was only given distilled water for 15 days. The first treatment group (PI) was given bitter melon extract each at a dose of 144.48 mg/0.5 ml per 20 g weight for 15 days. The second treatment group (PII) was given oral contraception of 0.208 mg/20 g weight for 15 days. On day 16 th , samples were sacrificed to be made preparations of left and right ovary by parafin block and Hematoxillin Eosin (HE). The number of ovarian follicles was calculated by observing from all field of view of right and left ovaries using a light microscope magnification of 100x through 450x, then the results are summed to obtain a single number for each type of ovarian follicle. Data were analyzed using One-Way ANOVA test (α = 0.05). Result: The average number of secondary follicles group K = 7.4 ± 2.79; P1 = 16.7 ± 4.39; P2 = 12.7± 4.29. On the other hand the average number of athresia follicles in group K = 8.7 ± 3.08; P1 = 19.0 ± 7.19; P2 = 18.0 ± 6.40. One-Way ANOVA test results showed p = 0.000 (p <0.05) and Bonferroni test results showed a significant difference in K - PI and K - PII, while no significance between PI - PII. Conclusion: The bitter melon extract and oral contraception increase the number of secondary follicles and athresia follicles. Further researches need to be done with variation of doses and duration of administration of bitter melon extract. Key Words : bitter melon extract, follicles ovary, natural contraception. Setyowati G0006222, 2013. Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Pare (Momordica charantia L.) dan Kontrasepsi Oral terhadap Perkembangan Struktur Histologis Folikel Ovarium Mencit (Mus musculus). Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang : Pare (Momordica charantia L.) diketahui memiliki zat aktif triterpenoid yang dapat digunakan sebagai alternatif kontrasepsi alami pada studi kesuburan. Triterpenoid mempunyai peran dalam meningkatkan sel granulosa ovarium. Sel-sel ini akan menghasilkan suatu inhibidin yang bisa menghambat sekresi hormon FSH dan LH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak pare terhadap perkembangan struktur histologis folikel ovarium mencit. Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan the post test only controlled group design. Sampel berupa 27 mencit betina, galur Swiss webster berumur 2 - 3 bulan dengan berat badan + 20 g. Sampel dibagi dalam 3 kelompok. Kelompok (kontrol) K diberi akuades selama 15 hari. Kelompok perlakuan I (PI) diberi ekstrak pare dengan dosis 144,48 mg/0,5 ml per 20 g BB mencit selama 15 hari. Kelompok perlakuan 2 (PII) diberikan kontrasepsi oral dengan dosis 0,208 mg/20 g BB mencit selama 15 hari. Pada hari ke-16, mencit dikorbankan untuk diambil ovarium kanan dan kiri kemudian dibuat preparat dengan metode blok parafin dan pengecatan Hematoksilin Eosin (HE). Jumlah folikel ovarium dihitung dengan mengamati seluruh lapang pandang dari masing-masing preparat ovarium kanan dan kiri menggunakan perbesaran mikroskop 100x dan 450x, kemudian hasilnya dijumlahkan untuk mendapatkan satu nomor untuk masing-masing tipe folikel ovarium. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA test (α = 0,05). Hasil Penelitian: Rata-rata jumlah folikel sekunder kelompok K = 7,4 ± 2,79, PI = 16,7 ± 4,39, PII = 12,7 ± 4.29. Sedangkan rata-rata jumlah folikel atresia dalam kelompok K = 8,7 ± 3,08, PI = 19,0 ± 7,19, P2 = 18,0 ± 6.40. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan p = 0,000 (p <0,05) dan hasil uji Bonferroni menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam K - PI dan K - PII, sementara terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara PI - PII. Simpulan Penelitian : Ekstrak pare dan kontrasepsi oral meningkatkan jumlah folikel sekunder dan folikel atresia. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan dosis dan lama pemberian ekstrak buah pare yang lebih bervariasi. Kata kunci: ekstrak pare, folikel ovarium, kontrasepsi alami.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Nur Anisah
    Date Deposited: 19 Apr 2014 19:01
    Last Modified: 19 Apr 2014 19:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12395

    Actions (login required)

    View Item