PENGARUH EKSTRAK BIJI KEDELAI PUTIH (Glycine max) TERHADAP WAKTU KEMATIAN CACING GELANG BABI (Ascaris suum) In Vitro

Pritami, (2013) PENGARUH EKSTRAK BIJI KEDELAI PUTIH (Glycine max) TERHADAP WAKTU KEMATIAN CACING GELANG BABI (Ascaris suum) In Vitro. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (216Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Latar Belakang: Biji Kedelai Putih (Glycine max) mengandung saponin dan tripsin inhibitor yang telah diketahui memiliki efek antihelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji Kedelai Putih (Glycine max) terhadap waktu kematian Ascaris suum In Vitro. Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan menggunakan rancangan penelitian the post test only controlled group design. Subyek Penelitian adalah Ascaris suum dengan kriteria jantan atau betina yang masih hidup dan aktif bergerak dengan ukuran cacing 15-35 cm. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Subjek dibagi dalam 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 cacing, replikasi dilakukan sebanyak 4 kali. Kelompok kontrol negatif menggunakan larutan NaCl 0,9%, kelompok kontrol positif menggunakan pirantel pamoat 5 mg/ml sedangkan kelompok perlakuan terdiri dari ekstrak biji Kedelai Putih (Glycine max) konsentrasi 60%, 70%, 80%, dan 90%. Cacing direndam dalam larutan uji sebanyak 25 ml dan diinkubasi pada suhu 37°C. Pengamatan dilakukan tiap 10 menit dan dihitung waktu kematian semua cacing yang mati. Data dianalisis dengan korelasi Pearson dan uji regresi linier. Hasil penelitian: Hasil pengamatan rerata waktu kematian total Ascaris suum, kontrol negatif selama 2817,5 menit, kontrol positif 42,5 menit, konsentrasi 60%, 70%, 80%, 90% selama 422,5 menit, 370 menit, 300 menit, dan 255 menit. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang sangat erat antara konsentrasi ekstrak dengan waktu kematian cacing dengan koefisien korelasi 0.962 bertanda negatif. Hasil uji regresi linier menunjukkan hasil yang signifikan (p < 0.001) dengan persamaan regresi yaitu Y = 2653,400 – 30,340 X dan R Square sebesar 0.926. Simpulan penelitian: Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji Kedelai Putih (Glycine max) mempengaruhi waktu kematian cacing gelang babi (Ascaris suum) In Vitro, peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding terbalik dengan waktu kematian cacing. Kata kunci: Ekstrak Biji Kedelai Putih (Glycine max), Ascaris suum, Antihelmintik. ABSTRACT Background : Glycine max, White Soy contain saponin and tripsin inhibitor that have been known to have anthelmintic effect. This study aimed to determined the effect of Glycine max, White Soy extract toward death time of Ascaris suum, In Vitro. Methods : The study was a laboratory experimental research using post – test only controlled group design. The subjects were an adult male worms and female worms that have a length between 15 cm – 35 cm. The sampling technique was used in convenience sampling. The subject divided into 6 group, each group consist of 4 worms, replication performed 4 times. NaCl 0.9 % was used in negative control group and pirantel pamoat 5 mg/ml was used in positive control group, white soy extract concentration of 60 %, 70 %, 80 %, and 90 %. Worms immersed in the test solution at 25 ml and incubated at 37°C. The subject was observed every 10 minutes and counted the number of dead worms. Data were analyzed with regression linier and Pearson correlation. Results : Observations of total deaths mean time Ascaris suum negative control for 2817,5 minutes, the positive control 42,5 minutes, the concentration of 60%, 70%, 80%, and 90% for 422,5 minutes, 370 minutes, 300 minutes, and 255 minutes. The result of Pearson correlation test show very close relationship between variation of the concentration and time of death worms with a correlation coefficient 0.962 marked negative.The result of regession linear show significant (p < 0.001) with regression equation is Y = 2653,400 – 30,340 X and R Square is 0.926. Conclusion : Based on this study, it can be concluded that of Glycine max,White Soy extract affects mortality of Ascaris suum In Vitro, the increasing of extract concentration is inversely proportional with the death time of worms. Keywords : White Soy (Glycine max) Extract, Ascaris suum, Anthelmintic.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Nurrahma Restia
    Date Deposited: 03 May 2014 17:49
    Last Modified: 03 May 2014 17:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12375

    Actions (login required)

    View Item