PENGARUH TEKNIK PERBAIKAN TEGAKAN RUMPUN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BATANG BAMBU TALI (Gigantochloa apus KURZ.) (The effect of repairing technique to clumps stand to the culm productivities of bambu tali (Gigantochloa apus Kurz) )

Yamin Mile, Sutiyono and Wardani, Marfu’ah (2013) PENGARUH TEKNIK PERBAIKAN TEGAKAN RUMPUN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BATANG BAMBU TALI (Gigantochloa apus KURZ.) (The effect of repairing technique to clumps stand to the culm productivities of bambu tali (Gigantochloa apus Kurz) ). PENGARUH TEKNIK PERBAIKAN TEGAKAN RUMPUN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BATANG BAMBU TALI (Gigantochloa apus KURZ.) (The effect of repairing technique to clumps stand to the culm productivities of bambu tali (Gigantochloa apus Kurz) ).

[img] PDF
Download (422Kb)

    Abstract

    Bambu tali (Gigantochloa apus Kurz.) dikenal sebagai jenis bambu yang banyak digunakan untuk bahan kerajinan. Namun demikian keberadaan tegakan rumpunnya sering tidak dipelihara dan rusak. Penelitian untuk mendapatkan teknik perbaikan rumpun terhadap produktivitas dan kualitas batang bambu tali dilakukan di stasiun penelitian hutan Balai Penelitian Kehutanan Ciamis dan berlangsung selama 2 tahun dari tahun 2006 sampai 2007. Bahan penelitian adalah tegakan rumpun bambu tali yang rusak tidak dipelihara. Penelitian disusun menurut rancangan acak kelompok terdiri atas tiga perlakuan yaitu : a. Rumpun diperbaiki total, seluruh tunggak-tunggak bekas tebangan dibuang, b. Rumpun diperbaiki sebagian, separuh tunggak-tunggak bekas tebangan dibuang, dan c. Rumpun tidak diperbaiki, sebagai kontrol. Tiap perlakuan terdiri dari tujuh ulangan dan data yang dikumpulkan terdiri atas jumlah batang/rumpun, keliling rumpun, kerapatan rumpun, tinggi dan diameter batang. Pengumpulan data dilakukan pada awal dan satu tahun setelah perlakuan dan data diolah dengan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbaikan rumpun total (a) meningkatkan jumlah batang/rumpun sampai 116,2% lebih besar dibanding perbaikan rumpun sebagian (b) yang hanya 67,3% dan atau rumpun tanpa perbaikan (c) yang lebih kecil lagi yaitu 50,3%. Demikian juga perbaikan rumpun total (a) dapat meningkatkan ukuran tinggi batang sampai 7,3% lebih besar dibanding perbaikan rumpun sebagian (b) yang 1,6% dan rumpun yang tidak diperbaiki (c) yang hanya 0,0%. Sementara itu meskipun tidak signifikant tetapi perbaikan rumpun total (a) cenderung meningkatkan ukuran diameter batang dibanding rumpun yang diperbaiki sebagian (b) dan tanpa dilakukan perbaiakan (c).

    Item Type: Article
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: UNSPECIFIED
    Depositing User: Users 866 not found.
    Date Deposited: 12 Jul 2013 02:19
    Last Modified: 01 Sep 2016 11:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/1232

    Actions (login required)

    View Item