KARAKTERISASI FISIOLOGI DAN GENETIK PSEUDOMONAS SP. SEBAGAI BIOKONTROL PENYAKIT CENDAWAN TULAR TANAH PADA TANAMAN KEDELAI

Susilowati, Ari (2011) KARAKTERISASI FISIOLOGI DAN GENETIK PSEUDOMONAS SP. SEBAGAI BIOKONTROL PENYAKIT CENDAWAN TULAR TANAH PADA TANAMAN KEDELAI. PhD thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (15Kb)

    Abstract

    Bakteri antagonis telah diketahui berperan penting dalam penekanan penyakit tanaman. Di Indonesia, peran dan potensi rizobakteri indigenus tanaman kedelai seperti antagonis Pseudomonas sp. sebagai biokontrol belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menapis dan mengkarakterisasi beberapa isolat Pseudomonas sebagai agen biokontrol terhadap cendawan patogen tular tanah yaitu Sclerotium rolfsii, Fusarium oxysporum atau Rhizoctonia solani pada tanaman kedelai. Sebelas isolat Pseudomonas sp. CRB menunjukkan penghambatan yang kuat terhadap pertumbuhan cendawan patogen tular tanah in vitro. Di antara isolat-isolat tersebut, 7 isolat menghasilkan siderofor, 2 isolat menghasilkan kitinase, dan 4 isolat menghasilkan hidrogen sianida. Amplified rDNA restriction analysis (ARDRA) menunjukkan tingkat keragaman genetik yang tinggi karena terbentuk 7 kelompok ribotipe. Pohon filogenetik berdasarkan urutan basa gen 16S rRNA membentuk empat kelompok. Ada tumpang tindih antara kelompok berdasarkan ARDRA dan urutan basa gen 16S rRNA, menunjukkan bahwa dalam kelompok ARDRA yang sama, isolat-isolat berhubungan dekat satu sama lain. Urutan basa gen 16S rRNA menegaskan bahwa isolat-isolat adalah Pseudomonas sp. dan persentase kemiripan yang bervariasi terhadap berbagai spesies Pseudomonasmenunjukkan keragaman yang luas. Bagian dari gen pengkode biosintesis anticendawan fenazin, phzF, yaitu phospho-2-dehydro-3-deoxyheptonate aldolase dapat terdeteksi dan terkonfirmasi pada Pseudomonas sp. CRB-80 dan CRB-102. Pelapisan benih kedelai dengan Pseudomonas sp. CRB menunjukkan penekanan penyakit in planta sekitar 14-100% dalam tanah steril dan 5-53% pada non-steril tanah. Pseudomonas sp. CRB-16, CRB-44, CRB-86, CRB-102 dan CRB-109 yang mempertahankan nilai penekanan penyakit yang cukup tinggi, lebih dari 30% pada tanah non-steril dapat dikembangkan sebagai agen pengendali biologis untuk melindungi kedelai dari penyakit cendawan tular tanah. Kepadatan populasi Pseudomonas sp. CRB-17, CRB-80 dan CRB-102 Rifr di rizosfer kedelai adalah 102-107 sel/g berat akar segar pada tanah steril, tetapi sedikit berbeda yaitu 0-106 sel/g bobot akar segar pada tanah non-steril selama 6 minggu pengamatan.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Aji Kurniawan
    Date Deposited: 09 Jul 2013 00:29
    Last Modified: 09 Jul 2013 00:29
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/1231

    Actions (login required)

    View Item