Kontribusi Pendapatan Pemetik Daun Teh (camelia sinensis) Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Hidup Di Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar

MAUSYAROH, ROSITA (2013) Kontribusi Pendapatan Pemetik Daun Teh (camelia sinensis) Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Hidup Di Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (119Kb) | Preview

    Abstract

    The development is carried out in a country usually only prevalent in urban areas, while the village program development yet so noticeably. So it appears the dualistic economy that separates between urban and rural areas. The effects of the economic disparity that exists to make the community in rural areas trying to meet the needs of her life by all means among other things to work. Problems of rural people living in the middle-class down is a rural household raises complex strategy a living, where they not only expect from one job instead of some sort of jobs depending on the season and occasion. Women especially were working because of the wife's income obtained less sufficient living husband's household. Fulfilling the economic needs of households basically satisfy minimum requirements include (needs food, clothing, and health boards) are reasonable. The basic research method used is descriptive. The location of the research determined the purposive deliberately kemuning village. Sampling of participants is done by sampling intact system (census), with the number of samples as much as 42 respondents. How to find out the factors that affect the tea leaf pickers to the outpouring of work time with revenues used analysis Compare the Mean. As for how to find out the relationship between the outpouring of work time with household income test used tea leaf pickers rank Spearman with the program SPSS 17.0 for Windows. Based on the results of the research show that the outpouring of work time picker on jobs and income is higher, on the subject of jobs and income side belongs to as well as by members of the household income is low. Spearman Rank correlation test at 95% confidence level showed a significant relationship between age, education and work for a long time with the outpouring of work time pickers, principal, job, work a side outpouring of work time and family members. The revenue contribution of the tea leaf pickers fulfillment needs of living of households amounting to Rp 5.862.385 /month with an average contribution of pickers to his household each month Rp 488.532 /month. This shows that the family of pickers haven't been able to meet the needs of a minimum of live. Pembangunan yang dilaksanakan di suatu negara biasanya hanya merata di perkotaan saja, sedangkan dipedesaan program pembangunan belum begitu terasa. Sehingga muncul adanya ekonomi dualistik yang memisahkan antara perkotaan dan pedesaan. Efek dari kesenjangan ekonomi yang ada membuat masyarakat di daerah pedesaan berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan segala cara antara lain dengan bekerja. Masalah kebutuhan hidup masyarakat pedesaan yang berada di kelas menengah kebawah sangatlah yang komplek menimbulkan rumah tangga pedesaan menerapkan strategi nafkah ganda, dimana mereka tidak hanya mengharapkan dari satu pekerjaan melainkan dari beberapa macam pekerjaan tergantung musim dan kesempatan. Perempuan terutama istri ikut bekerja dikarenakan penghasilan yang diperoleh suami kurang mencukupi kebutuhan hidup rumah tangga. Pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga pada dasarnya mencakup terpenuhinya kebutuhan minimum ( kebutuhan pangan, sandang, papan dan kesehatan ) secara wajar. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja purposive yaitu di desa kemuning. Pengambilan sampel peserta dilakukan dengan teknik sampling intact system (sensus), dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden. Cara untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemetik daun teh terhadap curahan waktu kerja dengan pendapatan digunakan analisis Compare Mean . Sedangkan cara untuk mengetahui hubungan antara curahan waktu kerja dengan pendapatan rumah tangga pemetik daun teh digunakan uji rank Spearman dengan program SPSS 17.0 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa curahan waktu kerja pemetik pada pekerjaan dan pendapatan pokok tergolong tinggi, pada pekerjaan dan pendapatan sampingan tergolong serta oleh anggota rumah tangga pada pendapatan tergolong rendah. Dari uji korelasi Rank Spearman pada taraf kepercayaan 95% menunjukkan adanya hubungan yang tidak signifikan antara umur, pendidikan dan waktu lama kerja dengan curahan waktu kerja pemetik,, pekerjaan pokok, pekerjaan sampingan dan curahan waktu kerja anggota keluarga. Kontribusi pendapatan pemetik daun teh terhadap pemenuhan kebutuhan hidup rumah tangga sebesar Rp 5.862.385/ bulan dengan rata-rata kontribusi pemetik untuk rumah tangganya setiap bulannya Rp 488.532 / bulan. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga pemetik belum mampu memenuhi kebutuhan hidup minimumnya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Prima Adi Pradana
    Date Deposited: 19 Apr 2014 07:00
    Last Modified: 19 Apr 2014 07:00
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12214

    Actions (login required)

    View Item