STUDI KERAJINAN LORO BLONYO DI DUKUH BOBUNG DESA PUTAT KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROVINSI YOGYAKARTA

SETYASTUTI, ADIKA PRADANI (2013) STUDI KERAJINAN LORO BLONYO DI DUKUH BOBUNG DESA PUTAT KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROVINSI YOGYAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (306Kb) | Preview

    Abstract

    Adika Pradani Setyastuti. STUDY LORO BLONYO CRAFT IN HAMLET BOBUNG VILLAGE PUTAT SUBDISTRICT PATUK REGENCY GUNUNGKIDUL PROVINCE YOGYAKARTA. Thesis, Teacher Training and Education Faculty of Sebelas Maret University, April 2013. The purpose of this study to know about: (1) Knowladge of craftsman about style of Loro Blonyo craft Yogyakarta and Surakarta product. (2) Process the making of Loro Blonyo craft. (3) pattern and style of Loro Blonyo craft from many product craftsman in Bobung. This study uses qualitative descriptive method with single case reaserch strategy. The data that used in this study is qualitative data with: (1) Informant. (2) Places and events. (3) documens and archives. This study uses purposive sampling technique. The techniques of collecting data are observation, interview, and documentation. The validity of data using data triangulasion and informant review. The data analysis technique uses interactive analysis. Based on the results of this study concluded: (1) there are craftsmen who have knowledge of, and some that did not have knowledge of craft styles Loroblonyo Yogyakarta, Surakarta, and just follow the existing style design. Most of the craftsmen only meet the tastes of the market, and not so concerned about the style to which they apply. The craft style in terms of makeup, accessories, and clothing. (2) The process of making crafts Loroblonyo starting from selecting the wood, then the wood is measured according to the size that will be made, followed by cutting, splitting, and barking. Once the timber is ready, the next stage is the formation that includes globalizing processes and detailing. Once finished craft forms, then the next process is sanding followed by staining. Staining consists of two techniques, namely paint and batik. Includes paint techniques and processes pendetaialan detailing grounding process, while the batik technique include the design process, pencantingan, giving colour, periningan, boiling, washing, and drying. (3) The style craft Loroblonyo in terms of Hamlet Bobung based makeup, accessories and clothing mostly leads to a mixture of styles between Yogyakarta and Surakarta. Evidence is mixed style is the most visible form of Paes and patterns between craft accessories Loro Blonyo men and women not one style. Keyword : Loro Blonyo craft,knowladge, procces, pattern and style. Adika Pradani Setyastuti. STUDI KERAJINAN LORO BLONYO DI DUKUH BOBUNG DESA PUTAT KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROVINSI YOGYAKARTA. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. April 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengetahuan pengrajin/ pemilik usaha kerajinan mengenai produk kerajinan Loro Blonyo gaya Yogyakarta dan Surakarta. (2) Proses pembuatan kerajinan Loro Blonyo. (3) Corak dan gaya visual produk kerajinan Loro Blonyo pada beberapa produksi pengrajin di Dusun Bobung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus tunggal terpancang. Sumber data yang digunakan meliputi (1) informan (2) tempat dan peristiwa (3) dokumen dan arsip. Teknik sampling dalam penelitian ini bersifat Purposive. Pengumpulan data diperoleh melalui beberapa cara, yaitu (1) Wawancara (2) Observasi (3) Analisis Dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi data dan review informan. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Pengrajin ada yang memiliki pengetahuan, dan ada juga yang tidak memiliki pengetahuan mengenai produk kerajinan Loro Blonyo gaya Yogyakarta Surakarta, dan hanya mengikuti desain gaya yang sudah ada. Sebagian besar, pengrajin hanya memenuhi selera pasar, dan tidak begitu memperhatikan mengenai gaya yang mereka terapkan. Gaya produk kerajinan tersebut ditinjau dari segi riasan, aksesoris, dan busana. (2) Proses pembuatan kerajinan Loro Blonyo diawali dari pemilihan kayu, setelah itu kayu diukur sesuai dengan ukuran yang akan dibuat, dilanjutkan dengan pemotongan, pembelahan, dan pengulitan. Setelah kayu siap, maka proses selanjutnya yaitu pembentukan yang meliputi proses pengglobalan dan pendetailan. Setelah bentuk produk kerajinan jadi, maka proses selanjutnya yaitu pengamplasan dilanjutkan dengan pewarnaan. Pewarnaan terdiri dari dua teknik yaitu cat dan batik. Teknik cat meliputi proses pendasaran dan proses pendetaialan, sedangkan teknik batik meliputi proses pendesainan, pencantingan, pencoletan warna, periningan, pelorotan, pencucian, dan penjemuran. (3) Corak kerajinan Loro Blonyo di Dukuh Bobung berdasarkan segi riasan, aksesoris dan busana sebagian besar mengarah pada gaya campuran antara Yogyakarta dan Surakarta. Bukti gaya campuran tersebut yang paling tampak yaitu bentuk Paes dan corak aksesoris antara kerajinan Loro Blonyo putra dan putri tidak satu gaya. Kata kunci : Kerajinan Loro Blonyo, Pengetahuan, Proses, Corak dan Gaya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    N Fine Arts > ND Painting
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Seni Rupa
    Depositing User: Tri Wahyu Prasetyo
    Date Deposited: 19 Apr 2014 06:47
    Last Modified: 19 Apr 2014 06:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/12199

    Actions (login required)

    View Item