Study tentang penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada mata pelajaran Penjasorkes di SMA Negeri se-Kabupaten Kebumen tahun ajaran 2009/2010

Arnindra, Arnindra (2010) Study tentang penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada mata pelajaran Penjasorkes di SMA Negeri se-Kabupaten Kebumen tahun ajaran 2009/2010. Other thesis, UNS.

[img] PDF
Download (597Kb)

    Abstract

    Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survay. Subyek penelitian ini adalah guru penjasorkes di SMA N se- Kabupaten Kebumen yang berjumlah 20 orang. Pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah menggunakan uji validitas dan reliabilitas dan persentase untuk mengetahui seberapa besar jawaban pada setiap soal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : (1)Komponen Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada mata pelajaran penjasorkes di SMA N se- Kabupaten kebumen tahun ajaran 2009/2010 tergolong baik, dengan jumlah persentase 74% pada jawaban a atau jawaban baik . Hal ini juga ditunjukan pada masing - masing indikatornya, (a) indikator pemahaman guru terhadap KTSP dengan persentase 75% pada jawaban a, (b) indikator Kemampuan guru dalam menerapkan KTSP dengan persentase 71% pada jawaban a, (c) indikator keyakinan guru terhadap KTSP dengan persentase 87% pada jawaban a. Hasil tersebut juga sesuai dengan observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini, dimana komponen penerapan KTSP sudah berjalan baik. (2) Terjadi kendala yang dihadapi guru penjasorkes di SMA N se- Kabupaten Kebumen tahun ajaran 2009/2010 dalam menerapkan KurikulumTingkat Satuan Pendidikan pada mata pelajaran penjasorkes dengan jumlah persentase jawaban a (baik) atau nilai 3 dengan jawaban b (kurang) atau nilai 2 hampir sama yaitu jawaban a sebanyak 272 atau 52% dan jawaban b sebanyak 238 atau 46%Hal ini juga ditunjukan pada indikator penyusun komponen ini, (a) indikator sarana dan prasarana menunjukan jawaban a atau jawaban baik sebanyak 97 atau 49% dan jawaban b atau jawaban kurang sebanyak 99 atau 50%, (b) indikator kondisi dan kedisiplinan siswa menunjukan jawaban atau jawaban baik sebanyak 64%, dan yang terakhir (c) Indikator kebijakan sekolah dan pelatihan mendukung penerapan KTSP menunjukan jawaban a atau jawaban baik sebanyak 35% dan jawabn b atau jawaban kurang sebanyak 58%, dengan melihat data tersebut dapat dilihat bahawa terjadi kendala dalam hal sarana dan kebijakan dari sekolah. Hal ini juga diperkuat dengan hasil observasi langsung dilapangan dan hasil wawancara dengan ketua MGMP Penjasorkes di Kabupaten Kebumen yang hasilnya menunjukan kurangnya sarana dan prasarana dalam pembelajaran penjasorkes dan kurangnya dukungan dari pihak sekolah mengenai pembelajaran penjasorkes.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: UNSPECIFIED
    Depositing User: danny
    Date Deposited: 24 Nov 2010 21:50
    Last Modified: 24 Nov 2010 21:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/121

    Actions (login required)

    View Item