Beton Pracetak Mutu Tinggi Menggunakan Agregat Daur Ulang

As’ad, Sholihin and Safitri, Endah (2011) Beton Pracetak Mutu Tinggi Menggunakan Agregat Daur Ulang. .

[img] Microsoft Word (agregat daur ulang, beton agregat daur ulang, beton mutu tinggi, beton pracetak) - Published Version
Download (28Kb)

    Abstract

    Beton pracetak, adalah beton keras dalam bentuk komponen bangunanan, misalnya pondasi tiang, panel dinding, plat, saluran, tangga, dll., dibuat di tempat tertentu secara terpisah yang kemudian dirangkai menjadi sistem bangunan utama dengan sambugan tertentu. Produksi beton pracetak semakin semakin tahun semakin diminati karena mempercepat pelaksanan konstruksi. Beton mutu tinggi, kuat tekan lebih besar dari 40 MPa, semakin dibutuhkan karena mampu menghasilkan komponen bangunan dengan kekuatan tinggi dan dengan ukuran yang lebih kecil dan ramping dibandingkan dengan komponen yang sama berbahan beton mutu biasa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan beton pracetak mutu tinggi menggunakan agregat daur ulang. Agregat daur ulang adalah agregat hasil pemencahan reruntuhan bangunan, baik yang sengaja diruntuhkan maupun runtuh akibat bencana alam, misalnya gempa bumi. Reruntuhan bangunan umumnya masih memiliki kekerasan yang cukup memadai dan berpotensi sebagai agregat kasar dan agregat halus. Umumnya agregat kasar diperoleh dari pecahan beton dan pecahan genteng, sedangkan agregat halus diperoleh dari pecahan mortar dan dinding batu bata yang telah dihaluskan. Penelitihan ini dititik beratkan pada dua hal dan dibagi berdasarkan tahun pelaksanaannya. Pada tahun pertama telah dilakukan penelitian mencari rancang campur beton yang memadai sehingga diperoleh kadar komponen agregat daur ulang maksimum namun mampu menghasilkan beton kuat tekan mutu tinggi. Rancang campur setiap satu meter kubik beton meliputi semen 530 kg, silika fume 26.5 kg, kerikil 1012 kg, pasir 665 kg . air 156 kg dan superplasticer 2,26. Kadar agregat kasar daur ulang yang digunakan adalah 20% atau sekitar 202,4 kg. Dengan kadar agregat kasar beton daur ulang diperoleh penurunan kuat tekan beton sekitar 12% atau sekitar 40.5 MPa. Pemberian kadar agregat halus daur ulang tidak direkomendasikan karena menurunkan kekuatan beton, kuat desak dan kuat lentur beton sekalipun hanya dengan kadar yang rendah. Pemberian 20 % agregat halus daur ulang terbukti menurunkan kekuatan desak beton hingga 35% atau menjadi 30 Mpa. Selain itu, telah dilakukan pengembangan sistem rancang campur beton memadat mandiri (self compacting concrete, SCC) yaitu beton yang dapat dituang bebas dan mengalir sendiri dalam cetakan dengan mengandalkan kekentalan campurannya tanpa alat penggetar. Diperoleh rancang campur semen 580 kg, fly ash 116 kg, agregat kasar 708 kg, agregat halus 771 kg dan faktor air semen 0.28, serta superplasticizer 10.44 kg. Penggunaan agregat kasar sebesar 60 % pada beton SCC masih dimungkinkan dengan kekuatan desak beton sekitar 45 MPa. Sistem beton memadat mandiri memungkinkan beton dicetak dengan cepat di pabrik pencetakan beton dan dengan biaya lebih hemat. Rancang campur SCC selanjutnya dipakai untuk pembuatan prototype beton pracetak berukuran 20 cm x 20 cm x 400 cm, berupa tiang pancang sebagai salah satu contoh beton pracetak.

    Item Type: Article
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 18 Apr 2014 14:27
    Last Modified: 18 Apr 2014 14:27
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11934

    Actions (login required)

    View Item