Pengembangan Proses Produksi Bioetanol Menuju Teknologi Proses yang Lebih Efisien dan Produktif

Margono, and Setyawardhani , Dwi Ardiana (2011) Pengembangan Proses Produksi Bioetanol Menuju Teknologi Proses yang Lebih Efisien dan Produktif. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (26Kb)

    Abstract

    Konsentrasi bioetanol maksimum pada fermentasi batch hanya 10 - 12 %, lebih tinggi dari itu bioetanol bersifat racun bagi Saccharomyces cerevisiae. Akibatnya, proses fermentasi bioetanol menjadi kurang produktif dan biaya pemurnian mahal. Kondisi ini kurang menguntungkan usaha untuk menjadikan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif pada mesin bensin. Oleh karena itu, untuk menekan harga bioetanol perlu diteliti teknik fermentasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi. Cara alternatif untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi adalah dengan cara selalu mengambil bioetanol dalam medium sehingga konsentrasi dalam medium tidak pernah lebih dari 12 % v/v. Metode ini dapat dilakukan dengan cara menjalankan fermentasi dan stripping secara simultan dalam fixed bed bioreactor. Teknik ini dapat dikembangkan untuk melakukan fermentasi secara fed batch atau kontinyu. Aliran medium pada bahan isian yang berbentuk bola dan dibuat dari tanah liat membentuk aliran merambat pada suhu 30oC. Variasi kecepatan aliran medium meliputi 1,46 , 3,36 dan 4,56 L/jam. Kecepatan aliran gas stripper tidak divariasi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aliran udara, gas N2 dan gas CO2 yang berlawanan arah dengan aliran medium dapat memungut sebagian larutan bioetanol dalam air. Stripping meningkatkan konsentrasi bioetanol dalam produk dibandingkan dalam medium di bioreaktor dalam jumlah yang kurang signifikan. Konsentrasi bioetanol dalam produk 3,9 %v/v dan konsentrasi bioetanol dalam medium output bioreactor sebesar 3,8 %v/v. Namun demikian, ada kelemahan yang perlu diteliti lebih lanjut, yaitu sel S. cerevisiae tidak dapat tumbuh menempel dalam bahan isian yang terbuat dari tanah liat. Alternatif bahan isian lain adalah bagas tebu, hanya saja hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

    Item Type: Article
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 18 Apr 2014 13:12
    Last Modified: 18 Apr 2014 13:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11913

    Actions (login required)

    View Item