EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) DAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI SE-KOTA BENGKULU PADA MATERI BANGUN DATAR

, MUTIA (2013) EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) DAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI SE-KOTA BENGKULU PADA MATERI BANGUN DATAR. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (751Kb) | Preview

    Abstract

    This research aimed to know: (1) which one give better mathematics learning achievement, students who use MEAs, Cooperative Learning TAI type or Direct Instruction Assisted Powerpoint; (2) which one give better mathematics learning achievement, students who have high, middle or low mathematical disposition; (3) for each learning model, which one give better mathematics learning achievement, students who have high, middle, or low mathematical disposition; (4) for each category of the student’s mathematical disposition, which one give better mathematics learning achievement, students who use MEAs, Cooperative Learning TAI type or Direct Instruction Assisted Powerpoint. The type of this research was quasi-experimental research with 3x3 factorial design. The population was all of the seventh grade students of state junior high school in Bengkulu city. The sample was taken by using stratified cluster random sampling. The sample consisted of 272 students with 90 students in the first experimental class, 93 students in the second experimental class, and 89 students in the control class. The instruments that were used to collect data were mathematics learning achievement test and the student’s mathematical disposition questionnaire. Try out of achievement test included content validity, level of difficulty, discrimination power, and reliability. Meanwhile, the questionnaire included content validity, internal consistency, and reliability. The normality test used Lilliefors method and homogeneity test used Bartlett test. Balance test used one-way analysis of variance with unequal cells and the hypothesis test used two- ways analysis of variance with unequal cells. The result of research showed that: (1) the students who used MEAs gave better mathematics learning achievement than the students who used Cooperative Learning TAI type and Direct Instruction Assisted Powerpoint, and the students who used Cooperative Learning TAI type gave better mathematics learning achievement than the students who used Direct Instruction Assisted Powerpoint; (2) the students who had high mathematical disposition gave better mathematics learning achievement than the students who had middle and low mathematical disposition. While, the students who had middle mathematical disposition gave better mathematics learning achievement than the students who had low mathematical disposition; (3) in each learning models, the students who had high mathematical disposition gave better mathematics learning achievement than the students who had middle and low mathematical disposition. While, the students who had middle mathematical disposition gave better mathematics learning achievement than the students who had low mathematical disposition; (4) in each category of the student’s mathematical disposition, the students who used MEAs gave better mathematics learning achievement than the students who used Cooperative Learning TAI type and Direct Instruction Assisted Powerpoint, and the students who used Cooperative Learning TAI type gave better mathematics learning achievement than the students who used Direct Instruction Assisted Powerpoint. Keywords: MEAs, TAI, Direct Instruction, mathematical disposition, mathematics learning achievement Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang menggunakan model pembelajaran MEAs, kooperatif tipe TAI atau pengajaran langsung berbantuan powerpoint; (2) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang berdisposisi matematis tinggi, sedang, atau rendah; (3) pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang berdisposisi matematis tinggi, sedang, atau rendah; (4) pada masing-masing disposisi matematis siswa, manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang menggunakan model pembelajaran MEAs, kooperatif tipe TAI atau pengajaran langsung berbantuan powerpoint. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3x3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri Se-Kota Bengkulu. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Stratified Cluster Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 272 siswa dengan rincian 90 siswa pada kelas eksperimen satu, 93 siswa pada kelas eksperimen dua, dan 89 siswa pada kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket disposisi matematis siswa. Uji coba instrumen tes prestasi meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas sedangkan uji coba instrumen angket meliputi validitas isi, konsistensi internal, dan reliabilitas. Uji normalitas populasi menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas variansi populasi menggunakan uji Bartlett. Uji keseimbangan menggunakan analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama dan pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa yang menggunakan model pembelajaran MEAs memberikan prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang menggunakan kooperatif tipe TAI dan pengajaran langsung berbantuan powerpoint serta siswa yang menggunakan kooperatif tipe TAI memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang menggunakan pengajaran langsung berbantuan powerpoint; (2) siswa yang berdisposisi matematis tinggi memberikan prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang berdisposisi matematis sedang dan rendah sedangkan siswa yang berdisposisi matematis sedang memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang berdisposisi rendah; (3) pada masing-masing model pembelajaran MEAs, TAI, dan pengajaran langsung berbantuan powerpoint, siswa yang berdisposisi matematis tinggi memberikan prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang berdisposisi matematis sedang dan rendah sedangkan siswa yang berdisposisi matematis sedang memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang berdisposisi rendah; (4) pada masing-masing disposisi matematis siswa yaitu tinggi, sedang, dan rendah, siswa yang menggunakan model pembelajaran MEAs memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang menggunakan kooperatif tipe TAI dan pengajaran langsung berbantuan powerpoint serta siswa yang menggunakan kooperatif tipe TAI memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada pengajaran langsung berbantuan powerpoint. Kata Kunci : MEAs, TAI, pengajaran langsung, disposisi matematis, prestasi belajar matematika.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Tri Wahyu Prasetyo
    Date Deposited: 17 Apr 2014 22:16
    Last Modified: 17 Apr 2014 22:16
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11807

    Actions (login required)

    View Item