Identifikasi Faktor Penentu Keberlangsungan Usaha Industri Kreatif di Kota Surakarta

Hartomo, Deny Dwi and Cahyadin, Malik and Sunarjanto, (2012) Identifikasi Faktor Penentu Keberlangsungan Usaha Industri Kreatif di Kota Surakarta. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (26Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penentu keberlangsungan usaha industri kreatif di wilayah Kota Surakarta berdasarkan aspek produksi, pasar dan pemasaran, manajemen usaha dan keuangan, kebijakan pemerintah daerah, kondisi ekonomi, lingkungan, dan keluarga; 2) menentukan prioritas faktor penentu keberlangsungan usaha industri kreatif di wilayah Kota Surakarta berdasarkan aspek produksi, pasar dan pemasaran, manajemen usaha dan keuangan, kebijakan pemerintah daerah, kondisi ekonomi, lingkungan, dan keluarga. Data yang digunakan adalah data primer melalui kuesioner pelaku usaha dan Pemerintah Kota Surakarta. Sebanyak 131 responden dari jenis-jenis industri kreatif yang diteliti, yaitu: Periklanan, Arsitektur, Pasar seni dan barang antik, Kerajinan, Desain, Desain Fesyen, Video-Film dan Fotografi, Permainan interaktif, Musik, Seni Pertunjukan, Penerbitan & Percetakan, Layanan Komputer dan Piranti Lunak, Televisi dan Radio, Riset dan Pengembangan. Adapun metode analisis data meliputi analisis deskriptif, analisis faktor (Confirmatory Factor Analysis ), dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas utama faktor penentu keberlangsungan usaha di Kota Surakarta adalah aspek produksi dan aspek manajemen dan keuangan, sedangkan aspek kebijakan pemerintah adalah prioritas terakhir. Indikator kekuatan yaitu: a) sistem kerja dan perencanaan bisnis yang relatif baik, b) bahan baku mudah diperoleh, dan c) proses produksi mengintegrasikan metode manual dan teknologi/mesin. Indikator kelemahan yaitu: a) permodalan kurang mencukupi untuk ekspansi usaha, b) kurangnya kemampuan untuk memasarkan produk, dan c) pengelolaan pembukuan keuangan kurang baik. Indikator peluang adalah: a) jaringan telekomunikasi dan media semakin baik dan luas, b) semakin terbukanya akses teknologi, dan c) permintaan pasar domestik relatif banyak. Indikator ancaman yaitu: a) lembaga keuangan belum maksimal berperan terhadap industri kreatif, dan b) rendahnya permintaan pasar.

    Item Type: Article
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi
    Depositing User: Lynda Rahmawati
    Date Deposited: 17 Apr 2014 21:09
    Last Modified: 17 Apr 2014 21:09
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11765

    Actions (login required)

    View Item