Percepatan Penggemukan Ternak Sapi Melalui Suplementasi Sumber Protein dengan Metode Slow Released-Ammonia

Widyawati, Susi Dwi and Pratitis, Wara and Utomo, Ristiannto and Budhi, Subur Priyono Sasmita (2014) Percepatan Penggemukan Ternak Sapi Melalui Suplementasi Sumber Protein dengan Metode Slow Released-Ammonia. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (28Kb)

    Abstract

    Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji sinkronisasi penyediaan sumber N asal urea dan sumber C dari karbohidrat dengan teknik urea lepas lambat (slow release ammonia) melalui penggunaan urea-minyak dalam ransum ternak sapi, telah dilakukan di Kandang Sapi Potong, Fakultas Peternakan UGM selama 3 (tiga) bulan. Sapi berfistula rumen sebanyak 3 ekor digunakan sebagai materi penelitian dengan pengaturan perlakuan mengikuti rancangan Latin Square 6x3 (uncomplete). Ransum percobaan terdiri atas jerami padi fermentasi dan konsentrat dengan rasio 50% : 50% (dasar BK). Enam ransum percobaan dibedakan dari penggunaan urea dan minyak. R0: urea 1% - 0% minyak sawit, R1: urea 1% - 0% minyak sawit+bungkil sawit 5%, R2: urea 1% - 3% minyak sawit, R3: urea 1% - 3% minyak sawit+bungkil sawit 5%, R4: urea 2% - 6% minyak sawit dan R5: urea 2% - 6% minyak sawit+bungkil sawit 5%. Kinetika pH caiaran rumen selama kurun waktu 24 jam dapat dijelaskan bahwa penurunan pH terjadi pada 12 jam setelah pemberian ransum. Keenam ransum percobaan mempunyai karakter pH yang hampir sama. Ransum percobaan yang diberikan memberikan optimalisasi pH untuk pencernaan serat pada 8 – 12 jam setelah pemberian ransum. Konsentrasi amonia R4 lebih stabil dibandingkan ransum perlakuan yang lainnya, R0 dan R2. Secara kuantitas keenam ransum perlakuan mempunyai konsentrasi ammonia yang cukup baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mikrobia rumen. Namun kondisi yang stabil pada R3 menunjukkan bahwa selama 24 jam ransum ini mampu menyediakan N untuk mikrobia. Keenem ransum percobaan mempunyai potensi menyediakan rantai C untuk sintesis mikrobia rumen. Potensi ini dimungkinkan karena komposisi pakan dalam ransum percobaan terdiri atas 3 macam bahan makanan yang mengandung karbohidrat dengan karakter yang berbeda yaitu dedak padi, onggok dan molasses. Jika kinetika produksi VFA pada R4 lebih stabil dari ransum lainnya dengan konsentrasi ammonia yang juga cukup stabil maka protein mikrobia yang mencerminkan sintesis mikrobia terjadi lebih optimal. Secara kuantitas protein mikrobia yang cukup tinggi akan hasilkan oleh R5, namun protein mikrobia yang relative stabil pada R4. Dilihat dari azas manfaat dan peranan mikrobia rumen, maka protein mikrobia yang dihasilkan oleh ransum R4 dapat diharapkan bahwa pertumbuhan, perkembangan dan aktivitas mikrobia lebih baik. Ransum yang mengandung urea 1- 2% dengan penggunaan minyak sawit 3 – 6% dari ransum memberikan efek yang cukup baik terhadap pertumbuhan mikrobia rumen. Ransum R0, R2 dan R4 menunjukkan potensi yang mampu menyediakan sumber C dan N yang stabil dalam waktu 24 jam.

    Item Type: Article
    Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 17 Apr 2014 18:42
    Last Modified: 01 Sep 2016 11:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11734

    Actions (login required)

    View Item