Karakteristik Methanogen Selama Proses Fermentasi Anaerob Biomasa Limbah Makanan

Sunarto, and Pangastuti , Artini (2014) Karakteristik Methanogen Selama Proses Fermentasi Anaerob Biomasa Limbah Makanan. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (26Kb)

    Abstract

    Energi merupakan persoalan yang krusial, peningkatan permintaan energi disebabkan pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil, apabila tidak ditemukan energi baru terbarukan, diperkirakan cadangan minyak akan habis dalam dua dekade mendatang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dinamika struktur komunitas metanogen selama proses fermentasi anaerob biomassa limbah makanan. Metode dalam penelitian ini adalah Biomasa limbah makanan sebagai substrat dalam proses pencernaan anaerob secara umum berpotensi semakin besar, seiring peningkatan produksi pangan guna memenuhi kebutuhan primer penduduk yang semakin meningkat. Tahapan proses pencernaan anaerob bahan organik mencakup aspek biokimiawi dan fisika habitat mikro konsorsium mikroba terlibat. Interaksi hubungan mikroba dan substrat kondisi anaerob mencerminkan keberhasilan perkembangan pertumbuhan komunitas mikroba yang berperan penting dalam produksi turunan bahan organik selama tahapan proses pencernaan anaerob dan produk utama biogas. Peningkatan kualitas maupun kuantitas produksi metana (biogas) dari biomasa dengan fokus perkembangan mikroba (metanogen) pada proses biometanasi anaerob masih sangat terbatas dan upaya pendekatan guna peningkatan nilai tambah keduanya menjadi penting dilakukan. Perkembangan/pertumbuhan komunitas mikroba dengan penanda molekuler gen penyandi 16S rRNA sebagai petunjuk profil biodigester (mikroba pencerna), juga evolusi produksi karbon dioksida (CO2) selama tahapan proses pencernaan anaerob substrat organik limbah makanan merupakan kegiatan utama penelitian ini dan dipelajari karakteristik kondisi optimum (kimia dan fisika) methanogen selama proses pencernaan anaerob dan dasar pengembangan perannya pada bioproduk (bioenergi/biogas) pada tahun kedua. Kesimpulan : substrat limbah makanan padat menghasilkan lebih banyak biogas dibandingkan limbah cair tahu, Ekstraksi DNA dengan beberapa metode yg digunakan masih belum berhasil. Kata kunci: komunitas mikroba, metanogen, emisi methana, CO2, digester anaerob

    Item Type: Article
    Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 17 Apr 2014 18:17
    Last Modified: 23 Sep 2016 14:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11725

    Actions (login required)

    View Item