PEMETAAN POTENSI SUMBER BENIH SIDAT (Anguilla spp.) pada MUARA SUNGAI DI PANTAI SELATAN PULAU JAWA

Budiharjo, Agung and Indrawan, Muhammad (2017) PEMETAAN POTENSI SUMBER BENIH SIDAT (Anguilla spp.) pada MUARA SUNGAI DI PANTAI SELATAN PULAU JAWA. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (31Kb)

    Abstract

    Sidat (Anguilla spp.) merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomi tinggi. Untuk menunjang budidaya pembesaran sidat, diperlukan benih sidat dalam jumlah yang cukup. Sampai saat ini benih untuk budidaya sidat masih sangat bergantung dari hasil tangkapan di alam. Mengingat bahwa benih harus selalu diambil dari alam maka ketersediaan benih seringkali tidak stabil atau sulit diperoleh karena saat ini informasi tentang lokasi yang menjadi sumber benih sidat masih sangat sedikit. Secara teori, perairan muara sungai di Pulau Jawa yang bermuara ke Samudera Hindia akan dimasuki oleh larva sidat yang kemudian dimanfaatkan menjadi benih sidat. Larva sidat tersebut diperkirakan berasal dari Samudera Hindia. Oleh karena itu, muara sungai-sungai tersebut merupakan lokasi yang menjadi sumber benih sidat yang potensial. Namun demikian, sampai saat ini informasi ilmiah mengenai potensi benih sidat di sungai-sungai tersebut masih belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi sumber benih sidat yang terdapat di sungai yang bermuara ke pantai selatan Pulau Jawa. Luaran hasil penelitian ini adalah adanya informasi pemetaan sungai-sungai yang potensial menjadi sumber benih sidat. Dengan adanya informasi tersebut, maka benih sidat dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik supaya benih sidat dapat tersedia dalam jumlah yang cukup. Disisi lain, dengan diketahuinya potensi yang ada, maka informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan manajemen pengambilan benih. Dengan demkian, kelestarian sidat tetap terjaga. Pemetaan dilakukan dengan cara mengoleksi benih sidat di beberapa muara sungai di Pulau Jawa yang bermuara ke Samudera Hindia. Penelitian ini dilakukan selama dua tahap. Sungai yang dipilih adalah sungai sungai besar yang dari informasi masyarakat pada saat tertentu dimasuki oleh larva sidat. Sungai yang disampling pada penelitian tahun pertama adalah Sungai Cibuni, Bogowonto, Serayu, Cincingguling, Luk Ulo, Wawar, dan Jali. Sampling di setiap muara sungai dilakukan pada malam hari saat fase bulan gelap berkisar tanggal 28-29 kalender lunar. Sampling benih sidat dilakukan menggunakan jaring sodo pada pukul 20.00, 22.00, 24.00, 02.00, dan 04.00 wib. Sampling dilakukan di tepi perairan muara di sisi barat sungai. Luasan area yang disampling adalah 1 m x 20 m menyusur tepi sungai pada jeluk kurang dari 50 cm. Data yang dikoleksi tentang benih sidat adalah jenis dan kemelimpahannya. Parameter lingkungan yang diukur adalah suhu air, pH air, salinitas air, kecepatan arus sungai, dan intensitas cahaya. Data curah hujan bulanan diperoleh dari kantor BMKG terdekat. Analisis keberadaan benih sidat di setiap muara sungai dilakukan secara deskriptif. Kemelimpahan benih sidat dihitung berdasarkan jumlah benih sidat yang ditangkap per satuan luas area sampling. Selama penelitian, benih sidat yang berhasil ditangkap sebanyak 3.864 ekor, yang terdiri atas 3 jenis dengan komposisi Anguilla marmorata sebanyak 28%, Anguilla bicolor bicolor 70%, dan Anguilla nebulosa nebulosa 2%. Benih sidat masuk ke semua muara sungai yang menjadi lokasi sampling. Potensi benih sidat yang paling tinggi adalah di muara Sungai Cibuni, kemudian berturut turut semakin ke arah timur muara sungai, yaitu muara Sungai Serayu, Cincingguling, Luk Ulo, Wawar, Jali, dan Bogowonto maka potensinya semakin kecil. Potensi ketersediaan benih sidat paling kecil adalah di muara Sungai Bogowonto. Benih sidat tidak masuk ke estuari sepanjang waktu. Dalam tahun pertama penelitian, benih sidat masuk muara hanya dari bulan April hingga Agustus saja. Puncak tertinggi ketersediaan benih sidat berlangsung pada bulan Mei. Benih sidat dapat ditangkap pada malam hari saat bulan gelap. Banyak sedikitnya benih sidat sepanjang malam tidak sama. Jumlah terbanyak benih sidat masuk muara sungai berlangsung pada menjelang dinihari, yaitu antara pukul 02.00 hingga 04.00 pagi.

    Item Type: Article
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 17 Apr 2014 17:50
    Last Modified: 06 Feb 2017 09:44
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11711

    Actions (login required)

    View Item