STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH KONTEKSTUAL OPEN-ENDED - STS DENGAN PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH - PBE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA NEGERI 2 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Pawestri, Aprilia (2014) STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH KONTEKSTUAL OPEN-ENDED - STS DENGAN PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH - PBE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA NEGERI 2 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2012/2013. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (236Kb) | Preview

    Abstract

    Aprilia Dita Pawestri. STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH KONTEKSTUAL OPEN-ENDED - STS DENGAN PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH - PBE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA NEGERI 2 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2012/2013. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juli. 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara model pembelajaran pemecahan masalah kontekstual openended - STS (Science, Technology, and Society) dan pembelajaran pemecahan masalah - PBE (Problem Based Environment) siswa SMA Negeri 2 Boyolali Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain penelitian posstest only nonequivalent control group design. Penelitian ini menerapkan model pembelajaran pemecahan masalah kontekstual open-ended dengan pendekatan STS pada kelompok eksperimen dan pembelajaran pemecahan masalah dengan pendekatan PBE pada kelas kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Boyolali Semester II Tahun Pelajaran 2012/21013 dengan jumlah total populasi 202 siswa, sampel pada penelitian ini adalah kelas X.1 dengan jumlah 26 siswa dan X.2 dengan jumlah 26 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan cluster sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes melalui tes tertulis untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa dan teknik non-tes melalui dokumentasi serta angket dan observasi untuk mengukur hasil belajar ranah psikomotor dan afektif sebagai data pendukung. Uji hipotesis menggunakan uji-t dengan bantuan SPSS-16. Hasil penelitian ini menunjukkan: rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi (76,1) dibandingkan pada kelas kontrol (67,8). Hasil uji hipotesis melalui uji-t menunjukkan thitung lebih besar dari t tabel (2,199 > 2,008) dan signifikasinya (0,033) < 0,05, sehingga ada perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara kelas eksperimen dan kontrol. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara penerapan model pembelajaran pemecahan masalah kontekstual open-ended dengan pendekatan STS dan pembelajaran pemecahan masalah dengan pendekatan PBE siswa SMA Negeri 2 Boyolali Tahun Pelajaran 2012/2013. Kata Kunci: pembelajaran pemecahan masalah, kontekstual open-ended, pendekatan STS, pendekatan PBE, berpikir kreatif.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Mohammad Fatchurrohman
    Date Deposited: 17 Apr 2014 07:04
    Last Modified: 17 Apr 2014 07:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11646

    Actions (login required)

    View Item