PERBANDINGAN ANGKA KEJADIAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITUS (PONV) PADA PENGGUNAAN ISOFLURAN DAN SEVOFLURAN SEBAGAI ANESTESI INHALASI

Alexander, Mario (2014) PERBANDINGAN ANGKA KEJADIAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITUS (PONV) PADA PENGGUNAAN ISOFLURAN DAN SEVOFLURAN SEBAGAI ANESTESI INHALASI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (186Kb) | Preview

    Abstract

    Mario Alexander, G0009128, 2013. Perbandingan Angka Kejadian Post Operative Nausea and Vomitus (PONV) pada Penggunaan Isofluran dan Sevofluran Sebagai Anestesi Inhalasi. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Dalam sebuah survei, pasien menyatakan mual dan muntah sebagai efek samping setelah operasi yang paling ingin dihindari. Rata-rata pasien rela mengeluarkan uang lebih untuk menghindari Post Operative Nausea and Vomiting (PONV). PONV dapat menyebabkan perpanjangan waktu pemulihan, peningkatan biaya perawatan, perpanjangan masa pengawasan di Post Anesthesia Care Unit (PACU), dan meningkatnya morbiditas. Morbiditas yang berhubungan dengan kejadian nausea vomitus meliputi perdarahan, dehidrasi, gangguan elektrolit, malnutrisi, karies gigi, inflamasi mukosa mulut, ruptur esofagus, dan aspirasi pneumonitis, meskipun sebenarnya nausea vomitus adalah masalah yang cukup ringan dibanding komplikasi anestesi lainnya. Angka kejadian post operative nausea and vomitus (PONV) pada pasien yang menjalani operasi menggunakan anestesi umum dilaporkan berkisar antara 20-30%. Metode Penelitian: 48 pasien perempuan, ASA I – II, berumur 18-45 tahun, menjalani operasi elektif dengan durasi kurang dari 2 jam, diberi obat anestesi isofluran (n=24) atau sevofluran (n=24) untuk maintenance sebagai kelompok yang akan diobservasi untuk membandingkan angka kejadian PONV. Setelah diberi obat premedikasi, pasien pada kedua kelompok diinduksi menggunakan propofol. Pasien diventilasi dengan N2O/O2 1:1. Keluhan dan derajat keparahan mual yang dirasakan pasien serta kejadian muntah diamati pada menit ke 30 dan 60 setelah pasien sadar. Hasil: Tidak ada perbedaan yang signifikan pada kejadian nausea antara kelompok isofluran dan sevofluran pada menit ke 30 (p = 0,531) dan menit ke 60 (p = 0,701) pasca operasi. Tidak ada kejadian vomitus pada kedua kelompok, baik pada menit ke- 30 pertama maupun menit ke-30 kedua, maka perbedaan kejadian vomitus tidak dapat dianalisis. Simpulan: Isofluran dan sevofluran sama-sama mengakibatkan nausea setelah operasi tanpa ada perbedaan angka kejadian yang bermakna baik pada menit ke 30 maupun 60. Kata Kunci : Anestesi Inhalasi, Isofluran, Sevofluran, Nausea, Vomitus, PONV

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Mohammad Fatchurrohman
    Date Deposited: 17 Apr 2014 06:20
    Last Modified: 17 Apr 2014 06:20
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11628

    Actions (login required)

    View Item