KEMAMPUAN PENGELOLAAN SISTEM INSENTIF PADA LEMLITBANG MELALUI PENGUATAN JARINGAN INTRA PENYEDIA IPTEK (Bidang Fokus : Manajemen dan Teknologi Transportasi)

HANDAYANI, DEWI (2014) KEMAMPUAN PENGELOLAAN SISTEM INSENTIF PADA LEMLITBANG MELALUI PENGUATAN JARINGAN INTRA PENYEDIA IPTEK (Bidang Fokus : Manajemen dan Teknologi Transportasi). IKB, 8 (5).

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (329Kb) | Preview

    Abstract

    Manajemen dan teknologi transportasi yang handal, efisien dan efektif sangat penting dalam penghantaran percepatan dan pemerataan hasil-hasil pembangunan. Hanya saja sekarang ini, penerapannya belumlah optimal dan masih perlu untuk terus ditingkatkan. Kendala yang sering terjadi antara lain adalah: kurangnya dukungan untuk tumbuhnya industri di bidang manajemen dan teknologi transportasi, kurangnya dukungan untuk pemberian insentif bagi industri, peneliti dan litbang yang menghasilkan manajemen dan teknologi transportasi yang handal, kurang kuatnya jaringan antar peneliti dan litbang untuk menghasilkan manajemen dan teknologi trasnportasi yang handal. Kegiatan kajian ini mengambil responden peneliti dan lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang) yang melakukan penelitian dan pengembangan bidang manajemen dan teknologi transportasi di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatera Utara dan Bali. Kegiatannya meliputi kajian teoritis, pengintegrasian konsep, survey lapangan dan analisis hasil survey. Deskripsi kondisi jejaring penyedia Iptek diambil dari data 22 Responden yang tersebar di lokasi studi, pada dasarnya pengambilan data dilakukan di 36 lembaga, tetapi hanya 22 yang bersedia untuk ditemui. Dari 22 lembaga yang diteliti, terdapat 11 Katagori Perguruan Tinggi, 8 Katagori Lembaga Pemerintah dan 3 Kategori Lembaga Swasta. Kondisi jejaring lembaga litbang di Indonesia secara umum termasuk katagori cukup (rata-rata = 60%). Hal ini diperlihatkan pada katagori sudah baik dalam keberadaan kerjasama antar penyedia iprek dan kemudahan akses, cukup dalam implementasi penelitian meskipun masih kurang dalam publikasi hasil penelitian. Hasil analisis kinerja jejaring penyedia iptek berdasarkan katagori lembaga memperlihatkan data lembaga pemerintah mempunyai kinerja jejaring yang paling baik, disusul kemudian dengan lembaga swasta dan lembaga Perguruan Tinggi. Analisis strategi pengembangan jaringan penyedia Iptek dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths-Weakness-Opportunities-Threats). Dari hasil analisis,maka dapat dibuat rumusan kebijakan penguatan dan pengembangan jaringan penyedia iptek bidang focus manajemen dan teknologi transportasi yaitu pemberian insentif bagi peneliti yang dalam penelitiannya bekerja sama dengan lembaga litbang lain, pemberian insentif bagi peneliti yang mempublikasikan hasil penelitiannya, Pembentukan forum diskusi antar lembaga penyedia iptek, Pemberian insentif bagi lembaga lemlit untuk membangun jaringan antar lemlitbang, Pendanaan penelitian berorientasi produk unggulan yang langsung bagi pengguna iptek dan berorientasi pasar dengan mengoptimalkan proses interaksi antar lembaga Kata kunci : Manajemen transportasi, pola interaksi dan jarinngan penyedia iptek

    Item Type: Article
    Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Manajemen
    Depositing User: Devi Arlina Irawati
    Date Deposited: 17 Apr 2014 04:32
    Last Modified: 17 Mar 2017 11:03
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11616

    Actions (login required)

    View Item