TRANSFER KOGNISI TRADISI LISAN MASYARAKAT SAMIN DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN (Masyarakat Samin di Kaki Pegunungan Kendeng Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati)

Sugihardjo, and Lestari, Eny and Wibowo, Agung (2014) TRANSFER KOGNISI TRADISI LISAN MASYARAKAT SAMIN DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN (Masyarakat Samin di Kaki Pegunungan Kendeng Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati). .

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (10Kb) | Preview

    Abstract

    Masyarakat desa pada dasarnya memiliki pengetahuan-pengetahuan lokal atau kearifan lokal yang tidak terhingga yang secara simultan merupakan kunci dalam memahami sosio kultural masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk lebih bisa memahami secara kronologis, sistematis dan holistik maka pada tahun pertama ini penelitian ini difokuskan untuk : (1) mendeskripsikan bagaimana struktur sosial masyarakat Samin; (2) mendeskripsikan model transfer kognisi tradisi lisan masyarakat Samin terhadap generasi penerusnya; (3) mendeskripsikan bagaimana strategi bertahan masyarakat Samin terhadap tekanan dari luar; (4) mendeskripsikan bagaimana strategi adaptasi masyarakat Samin terhadap perubahan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bombong Kabupaten Pati yang didasarkan atas pertimbangan : (1) di wilayah tersebut masih menjunjung tinggi nilai-nilai Budaya Samin; (2) secara geografis wilayah tersebut merupakan wilayah agraris yang berada di kaki Pegunungan Kendeng, yang sangat berperan penting dalam pelestarian lingkungan hidup; (3) secara historis wilayah ini menyimpan banyak tradisi lisan yang termanifestasikan dalam sikap dan perilaku tradisional dan kearifan lokal yang sangat berpengaruh dalam pembentukan kognisi generasi penerusnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan strategi penelitian studi kasus tunggal. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kasus tunggal, pada tiap kasus proses analisisnya akan dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif (reduksi data, sajian data dan verifikasi). Masyarakat Samin konsisten terhadap nilai-nilai budaya, Dalam hal bertingkah laku, mereka menekankan pada dua konsep: kejujuran dan kebenaran. Dalam mengatasi lunturnya nilai-nilai budaya Samin (tradisi lisan), ada beberapa model yang dilakukan oleh masyarakat Samin dalam melakukan transfer tradisi lisan, yakni: (1) model sabar trokal, sebuah refleksi untuk memaknai hakekat kehidupan; (2) model saling berkunjung, masing-masing anggota komunitas Samin saling mengunjungi ke wilayah lain bahkan sampai ke luar propinsi guna saling memberikan motivasi/semangat untuk mempererat tali kekerabatan dan tetap teguh memegang teguh nilai-nilai budaya Samin; (3) model tukar kaweruh, sebuah mekanisme dalam difusi inovasi; (4) model timbang gunem : sebuah mekanisme untuk menyalurkan aspirasi; dan (5) model sambat-sinambat, sebuah wahana untuk memperkokoh integrasi sosial. Selanjutnya, ada dua perdebatan panjang dalam memahami respon masyarakat Samin terhadap dunia luar. Dua mainstream tersebut sampai saat ini masih begitu terlihat. Pertama, masyarakat Samin menurut penafsiran sebagian orang adalah secara tidak langsung boleh dikatakan menolak ekonomi pasar yang berorientasi pada perolehan keuntungan sebesar-besarnya untuk menghadapi tekanan dari luar. Kedua, masyarakat Samin berusahatani semata-mata hanya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya selain itu tidak, sehingga lebih tepat dikatakan bersifat apatis.

    Item Type: Article
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 16 Apr 2014 18:16
    Last Modified: 09 Sep 2016 11:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11492

    Actions (login required)

    View Item