Induksi Pembentukan Nodula Akar dan Penambatan N2 Tanaman Kedelai Melalui Pemberian Triptofan Dan Indol Asam Asetat (IAA) Ekstra Seluler

Sudadi, (2014) Induksi Pembentukan Nodula Akar dan Penambatan N2 Tanaman Kedelai Melalui Pemberian Triptofan Dan Indol Asam Asetat (IAA) Ekstra Seluler. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (29Kb)

    Abstract

    Keberadaan dan efektivitas nodula akar sangat penting bagi tanaman kedelai guna memenuhi kebutuhannya akan hara nitrogen. Proses pembentukan nodula akar sngat dipengaruhi oleh IAA. Pada proses yang normal, IAA dihasilkan dari oksidasi senyawa intraseluler berupa asam amino triptofan. Ada kemungkinan, karena pengaruh faktor-faktor lingkungan tertentu, tanaman tidak mampu mengekskresikan asam amino triptofan sehingga tidak terbentuk IAA. Apabila kedua senyawa fitohormon tersebut dapat diberikan secara ekstraseluler maka faktor lingkungan yang menjadi kendala tersebut dapat diatasi, dan asam amino triptofan atau IAA dapat diberikan pada saat dan jumlah yang ideal untuk pembentukan nodula akar dan penambatan nitrogen tanaman kedelai pada berbagai kondisi lingkungan tanah. Penelitian bertujuan untuk mengkaji apakah asam amino triptofan dan IAA yang berasal dari luar sel (ekstra seluler) dapat mempengaruhi (dapat meningkatkan) pembentukan nodula akar dan penambatan N2 tanaman kedelai. Hasil penelitian memberi manfaat pada pengembangan inokulum rhizobium yang lebih efektif. Penelitian dilakukan di rumah kaca, menggunakan pot plastic diameter 20 cm dengan media tanam tanah pasir steril. Kedelai yang digunakan adalah varietas lokal dan inokulum Rhizobium diperoleh dari Jurusan Mikrobiologi, Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan tiga faktor perlakuan yaitu macam fitohormon ekstra seluler (asam amino triptofan = F1 dan IAA = F2), waktu pemberian (awal tanam = V0; fase vegetative 1 = V1 dan vegetative 3 = V3) dan konsentrasi fitohormon (0; 0,0001; 0,001; 0,01; 0,1 dan 1 ppm). Tiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Variabel yang diamati meliputi jumlah nodula akar, tinggi tanaman, berat kering pucuk dan akar, yang diamati pada fase pertumbuhan R1 (mulai berbunga), serta hasil tanaman yang diamati pada fase R8 (polong masak). Unsur hara diberikan dalam bentuk larutan untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan uji F pada aras kepercayaan 5 %, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan bila ada pengaruh yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam amino triptofan dan IAA ekstra seluler dapat meningkatkan jumlah nodula akar, berat kering pucuk dan akar serta hasil kedelai yang ditanam pada media tanam pasir steril. Triptofan meningkatkan jumlah nodula akar kedelai lebih tinggi disbanding IAA. Waktu pemberian dan konsentrasi triptofan yang memberikan jumlah nodula akar yang tinggi adalah saat V3 dan 0,001 ppm serta saat V0 dan 1,0 ppm, sedang untuk IAA adalah saat V3 dan 0,001 ppm serta saat V0 dan 0,1 ppm. Diperlukan konsentrasi yang lebih tinggi bila ZPT diberikan pada awal tanam. Diduga karena kerusakan ZPT selama di dalam tanah sehingga konsentrasinya menurun sebelum terbentuk rambut akar. Hasil tanaman kedelai paling tinggi diperoleh dari kombinasi perlakuan pemberian asam amino triptofan (F1) pada V0 dengan konsentrasi 1,0 ppm (K1). Kata kunci : ekstra seluler IAA nodula akar triptofan kedelai

    Item Type: Article
    Subjects: Q Science > QK Botany
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 16 Apr 2014 17:29
    Last Modified: 06 Sep 2016 16:29
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11479

    Actions (login required)

    View Item