PENGARUH SUPLEMENTASI BETAIN DALAM RANSUM RENDAH METIONIN TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH (Coturnix coturnix japonica)

Wahyuningsih, Sri (2014) PENGARUH SUPLEMENTASI BETAIN DALAM RANSUM RENDAH METIONIN TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH (Coturnix coturnix japonica). Other thesis, universitas sebelas maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (138Kb) | Preview

    Abstract

    Peningkatan produktivitas puyuh dapat dilakukan dengan penggunaan bahan tambahan yang disebut aditif pakan. Aditif pakan sebagai donor metil yang potensial digunakan dalam pakan ternak antara lain metionin dan betain. Kesamaan peran antara metionin dan betain sebagai donor gugus metil, menyebabkan pemberian betain berpotensi membantu peran metionin sebagai donor gugus metil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan level optimum suplementasi betain dalam ransum rendah metionin terhadap kualitas telur puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Agustus 2012 di kandang milik Jurusan/Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta yang berlokasi di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Analisis kandungan protein dan lemak telur puyuh dilakukan di Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian menggunakan 340 ekor puyuh yang dibagi dalam 4 macam perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 17 ekor puyuh. Rerata bobot badan awal adalah 98,31±8,67 g/ekor dengan coefficient of variation (CV) 8,82%. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu ransum basal tanpa suplementasi betain dan tiga perlakuan lain dari ransum basal yang disuplementasi betain sebesar 0,07; 0,14 dan 0,21%. Kualitas telur diukur sebanyak dua kali yaitu pada umur puyuh 16 dan 20 minggu. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dan apabila hasil analisis variansi terdapat pengaruh perlakuan maka dilanjutkan dengan uji polinomial ortogonal untuk mengetahui level optimum perlakuan. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa peningkatan level betain dalam ransum meningkatkan (P<0,05) kandungan lemak telur dengan persamaan regresi linier y = 11,0949 + 4,1914x (R2=0,18). Sementara itu, kandungan protein telur, persentase kuning telur dan persentase kerabang tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa suplementasi betain sampai taraf 0,21% dalam ransum rendah metionin belum mampu memperbaiki kualitas telur puyuh. Kata kunci : puyuh, betain, metionin, kualitas telur

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Mohammad Fatchurrohman
    Date Deposited: 16 Apr 2014 05:21
    Last Modified: 16 Apr 2014 05:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11326

    Actions (login required)

    View Item