Potensi minuman bubuk kedelai (var. Galunggung) sebagai minuman fungsional: sifat fisikokimia, efek hipoglikemik dan hipokolesterolemik serta status antioksidan

Ariviani, Setyaningrum and Handajani, Sri and Affandi, Dian Rachmawati and Listyaningsih, Endang (2014) Potensi minuman bubuk kedelai (var. Galunggung) sebagai minuman fungsional: sifat fisikokimia, efek hipoglikemik dan hipokolesterolemik serta status antioksidan. . pp. 1-11.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (172Kb) | Preview

    Abstract

    Background: Powdered soy beverages are one kind of the functional drink products which were growing rapidly in Indonesia. The beverages come with a variety of health claims, including lowering glucose level and improve antioxidant status. Galunggung is one of Indonesian superior soybean varieties that have some advantages, such as life rust resistant, productivity reached 1,5 tons/ha, can be cultivated in the tidal lands, large seeds and sturdy pods (not easily broken). Objective: to determine the potential of powdered soybean (var. Galunggung) beverage as functional drink in term of physicochemical characteristics and effect of the dietary intake on glucose and cholesterol levels and antioxidant status of diabetic-hypercholesterolemia rats. Method: the physicochemical characteristics evaluation performed by measuring dispersibility, nutritional quality (proximate analysis), dietary fiber and in vitro antioxidant capacity (total phenol content and anti radical DPPH activity). Determination of powdered soybean (var. Galunggung) beverage effectiveness on lowering plasma glucose and cholesterol levels and improve antioxidant status were conducted using 18 Sprague Dawley male rats aged 3 months with an average body weight 150 g, divided into three groups: negative control (placebo), positive control (diabetic-hypercholesterolemia) and treatment (powdered soybean beverage diet) group. Result: Powdered soybean (var. Galunggung) beverage showed physicochemical characteristics which were not less than that on commercial powdered soy beverage. This beverage was also showed hypoglycemic and hypocholesterolemic effect, and could improve antioxidant status of diabetichypercholesterolemia rats. Plasma glucose level of diabetic-hypercholesterolemia rats decreased from 228.03 ± 2.55 mg/dl to 123.33 ± 1.89 mg/dl, plasma cholesterol level decreased from 177.08 ± 4.64 mg/dl to 119.69 ± 2.95 mg/dl and plasma MDA levels decreased from 12.01 ± 0.41 mmol/l to 5.50 ± 0.20 mmol/l after intervention with powdered soybean (var.Galunggung) beverage diet for 2 weeks. Conclusion: Powdered soybean (var. Galunggung) beverage has potential to be developed as functional drink with several health claims, i.e. lowering glucose and cholesterol levels, and improve antioxidant status. KEY WORDS soybean powder drink, hypoglycemic, hypocholesterolemic, antioxidant status, diabetichypercholesterolemia rats ABSTRAK Latar belakang: Minuman bubuk kedelai merupakan salah satu produk minuman fungsional yang berkembang cukup pesat di Indonesia. Minuman bubuk kedelai muncul dengan berbagai klaim kesehatan, diantaranya menurunkan kadar glukosa dan meningkatkan status antioksidan. Kedelai Galunggung merupakan salah satu varietas kedelai unggul Indonesia yang memiliki beberapa kelebihan seperti tahan hama karat daun, produktivitas mencapai 1,5 ton/ha, dapat dibudidayakan di lahan pasang-surut, memiliki ukuran biji besar, dan polong tidak mudah pecah. Tujuan: Menentukan potensi minuman bubuk kedelai var.Galunggung sebagai minuman fungsional ditinjau dari karakteristik fisikokimia dan efek konsumsinya terhadap kadar glukosa, kadar kolesterol, dan status antioksidan tikus diabetes-hiperkolesterolemia. Metode: Evaluasi sifat fisikokimia dilakukan dengan pengukuran dispersibilitas, kualitas gizi (analisis proksimat), serat pangan, dan kapasitas antioksidan in vitro (total fenol dan aktivitas anti radikal DPPH). Penentuan efektivitas minuman kedelai var. Galunggung dalam menurunkan kadar glukosa dan kolesterol plasma serta meningkatkan status antioksidan dilakukan dengan menggunakan 18 tikus Sprague Dawley jantan berumur 3 bulan dengan rerata berat 150 g, dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kontrol negatif (plasebo), kontrol positif (diabetes-hiperkolesterol), dan kelompok diit minuman bubuk kedelai (perlakuan). Hasil: Minuman bubuk kedelai var. Galunggung menunjukkan karakteristik fisikokimia yang tidak kalah dibanding minuman bubuk kedelai komersial. Minuman ini juga memperlihatkan efek hipoglikemik, hipokolesterolemik dan mampu meningkatkan status antioksidan tikus diabetes-hiperkolesterolemia. Kadar glukosa plasma tikus diabetes-hiperkolesterolemia turun dari 228,03 ± 2,55 mg/dl menjadi 123,33 ± 1,89 mg/dl, kadar kolesterol plasma turun dari 17,08 ± 4,64 mg/dl menjadi 119,69 ± 2,95 mg/dl dan kadar MDA (malondialdehid) turun dari 12,01 ± 0,41 mmol/l menjadi 5,50 ± 0,20 mmol/l setelah intervensi diit minuman bubuk kedelai var. Galunggung selama 2 minggu. Kesimpulan: Minuman bubuk kedelai var. Galunggung memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai minuman fungsional dengan beberapa klaim kesehatan yaitu menurunkan kadar glukosa dan kadar kolesterol serta meningkatkan status antioksidan. KATA KUNCI: minuman bubuk kedelai, hipoglikemik, hipokolesterolemik, status antioksidan, tikus diabeteshiperkolesterolemia

    Item Type: Article
    Subjects: R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
    S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Pertanian > Ilmu dan Teknologi Pangan
    Depositing User: Arissa Aprilia Nurcahyani
    Date Deposited: 15 Apr 2014 18:15
    Last Modified: 17 Mar 2017 10:34
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11195

    Actions (login required)

    View Item