IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI SEBAGAI PROGRAM PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN SISWA GUNA PENANGGULANGAN KENAKALAN SISWA (Studi Di SMP Bhayangkari Karangapandan Kabupaten Karanganyar Tahun 2012)

SWASTI, PARENG (2013) IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI SEBAGAI PROGRAM PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN SISWA GUNA PENANGGULANGAN KENAKALAN SISWA (Studi Di SMP Bhayangkari Karangapandan Kabupaten Karanganyar Tahun 2012). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (284Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Pareng Swasti. IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI SEBAGAI PROGRAM PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN SISWA GUNA PENANGGULANGAN KENAKALAN SISWA (STUDI DI SMP BHAYANGKARI KARANGPANDAN KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2012). Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. April. 2013. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui faktor-faktor yang mendorong kenakalan siswa di SMP Bhayangkari Karangpandan tahun 2012. (2) Mengetahui implementasi pendidikan budi pekerti sebagai program pengembangan kepribadian siswa dalam penanggulangan kenakalan siswa di SMP Bhayangkari Karangpandan Kabupaten Karanganyar Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kasus tunggal terpancang. Sumber data yang digunakan adalah informan, peristiwa atau aktivitas, dokumen dan arsip. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan analisis dokumen.Validitas data yang diperoleh dengan teknik trianggulasi data. Analisis data menggunakan analisis interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur penelitian menggunakan langkah-langkah meliputi persiapan, pengumpulan data, analisis data, penyusunan laporan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan: (1) Faktor-faktor pendorong perilaku kenakalan siswa dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu faktor instrinsik (dari dalam individu) meliputi: keinginan mencari kesenangan dan kepuasan, dorongan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, menghilangkan rasa frustasi, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Kemudian faktor ekstrinsik (dari luar individu) meliputi: faktor keluarga, faktor lingkungan sekolah, faktor lingkungan pergaulan, dan faktor tersedia tempat. (2) Implementasi pendidikan budi pekerti sebagai program pengembangan kepribadian siswa yaitu suatu bekal pendidikan budi pekerti dari keluarga dan lingkungan masyarakat dikembangkan lebih lanjut di sekolah. Hal ini dalam penanggulangan kenakalan di SMP Bhayangkari Karangpandan, pada tahun ajaran 2012/2013 terdapat jumlah siswa 302 siswa dan perilaku kenakalan siswa di sekolah 18 siswa yang melakukan perilaku menyimpang yaitu merokok, membolos, minum-minuman keras dan pembayaran sekolah yang tidak dibayarkan oleh siswa. Hal ini diketahui hasil prosentase terdapat 18 siswa (5,96%) dari jumlah siswa yang melakukan perilaku kenakalan pada tahun 2012/2013 yaitu 302 siswa. Maka, dapat dikatakan bahwa pendidikan budi pekerti dalam program pengembangan kepribadian siswa masih kurang dalam menanggulangi kenakalan siswa. Pada dasarnya sekolah perlu adanya pembimbing atau pendidik yang lebih dalam mengarahkan, memberikan pembinaan kepada siswa untuk tidak melakukan perilaku menyimpang di sekolah maupun di rumah. ABSTRACT Pareng Swasti. THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION AS STUDENT PERSONALITY DEVELOPMENT PROGRAM TO DEAL WITH THE STUDENT MISCHIEF (A STUDY ON SMP BHAYANGKARI KARANGPANDAN, OF KARANGANYAR REGENCY IN 2012). Thesis. Surakarta: Teacher Training and Education Faculty of Sebelas Maret. April. 2013. This research aimed (1) to find out the factors motivating the student mischief in SMP Bhayangkari Karangpandan in 2012, and (2) to find out the implementation of character education as student personality development in dealing with student mischief in SMP Bhayangkari Karangpandan of Karanganyar Regency in 2012. This study employed a descriptive qualitative research approach with a single embedded case study as the type of research. The data sources used were informant, event or activity, document and archive. The sampling technique employed was purposive sampling one. Techniques of collecting data used were interview, observation and document analysis. The data validity was obtained using data triangulation. Technique of analyzing data used was an interactive model of analysis encompassing data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The research procedure included the following steps: preparation, data collection, data analysis, and research report writing. Considering the result of research, the following conclusions could be drawn. (1) The factors motivating the student mischief could be divided into two: intrinsic (from inside individual) including: desire to look for pleasure and satisfaction, motivation to grow self-confidence feeling, to remove frustration feeling and high curiosity. The next factor was extrinsic one (from outside individual) including: family, school environment, intercourse environment, and place availability. (2) The implementation of character education as the student personality development program was a means or a capital of character education from family and society environment to be developed further by the school. Regarding the mischief handling in SMP Bhayangkari Karangpandan, in 2012/2013 out of 302 students existing there, 18 had mischief by committing distorted behaviors such as smoking, absent from classroom, drinking liquor and misusing the school tuition. It could be seen that the percentage of students having mischief in 2012/2013 was 18 (5.96%) students. Therefore, it could be said that character education in student personal development program still inadequately dealt with the student mischief. Basically, at school there should be counselor or educator guiding, directing and building the students deeply in order not to commit distorted behavior both at school or at home.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LC Special aspects of education > LC5201 Education extension. Adult education. Continuing education
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
    Depositing User: Noviana Daruwati Kusuma Adi
    Date Deposited: 15 Apr 2014 16:25
    Last Modified: 15 Apr 2014 16:25
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11153

    Actions (login required)

    View Item