TRADISI ZIARAH MAKAM SEBAGAI PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA GIRILAYU (STUDI KASUS MAKAM PANGERAN SAMBERNYOWO DI ASTANA MENGADEG DESA GIRILAYU KECAMATAN MATESIH KABUPATEN KARANGANYAR)

Priambodo, Hengga (2013) TRADISI ZIARAH MAKAM SEBAGAI PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA GIRILAYU (STUDI KASUS MAKAM PANGERAN SAMBERNYOWO DI ASTANA MENGADEG DESA GIRILAYU KECAMATAN MATESIH KABUPATEN KARANGANYAR). .

[img] PDF - Published Version
Download (460Kb)

    Abstract

    Abstrak: Hengga Priambodo. K8408084. TRADISI ZIARAH MAKAM SEBAGAI PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA GIRILAYU (STUDI KASUS MAKAM PANGERAN SAMBERNYOWO DI ASTANA MENGADEG DESA GIRILAYU KECAMATAN MATESIH KABUPATEN KARANGANYAR). Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Februari 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Makna tradisi ziarah makam Pangeran Sambernyowo di Astana Mengadeg bagi para peziarah (2) Upaya pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar makam Pangeran Sambernyowo di Astana Mengadeg . Penelitian ini mengambil lokasi di Astana Mengadeg, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan strategi studi kasus untuk memperoleh pemahaman terkait tradisi ziarah makam sebagai pengembangan ekonomi masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi berpartisipasi aktif. Teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan analisis interaktif yang meliputi empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Tradisi ziarah di makam Pangeran Sambernyowo “ndagan” dengan melakukan tabur bunga, berpuasa, dan berdoa memohon berkah selama tiga hari tiga malam menyendiri di makam Pangeran Sambernyowo (2) Manfaat ekonomi yang tampak dari pelaksanaan tradisi ziarah yang dilakukan di makam Pangeran Sambernyowo di desa Girilayu yaitu tidak hanya menciptakan suasana ramai tetapi juga bisa memberi peluang kerja sebagai pengembangan ekonomi masyarakat yang telah memberi tambahan pendapatan bagi kehidupan masyarakat setempat. Jadi kesimpulannya, tradisi ziarah di makam Pangeran Sambernyowo telah memberikan peluang kerja dan pengembangan ekonomi masyarakat Girilayu, namun pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Girilayu belum dikelola dengan baik sehingga belum terjadi pengembangan ekonomi yang menyeluruh.

    Item Type: Article
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sosiologi Antropologi
    Depositing User: Users 867 not found.
    Date Deposited: 09 Jul 2013 00:02
    Last Modified: 09 Jul 2013 00:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/1115

    Actions (login required)

    View Item