Rekayasa Mesin Las Elektroda Ganda Guna Meningkatkan Efisiensi Energi Dan Menurunkan Biaya Produksi Dalam Pengelasan Plat Tipis Pada Struktur Utama Gerbong Kereta Api

Sukanto, H. and Triyono, and Budi, J.S. (2011) Rekayasa Mesin Las Elektroda Ganda Guna Meningkatkan Efisiensi Energi Dan Menurunkan Biaya Produksi Dalam Pengelasan Plat Tipis Pada Struktur Utama Gerbong Kereta Api. .

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (72Kb) | Preview

    Abstract

    Sebagian besar struktur gerbong kereta api terdiri dari plat tipis mulai dari atap, reservoir air, lantai, dinding dan pintu yang disebut dengan sheeting. Struktur ini disambung dengan proses pengelasan. Karena strukturnya yang cukup besar maka dalam proses produksinya dibutuhkan mesin las lebih dari satu jika ingin mempercepat waktu proses produksi. Rata-rata satu gerbong membutuhkan 4-6 mesin las dengan waktu pengerjaan sheeting lantai dan pintu untuk satu gerbong rata-rata 2 bulan. Mesin las yang digunakan adalah mesin las dengan kemampuan tinggi yaitu mesin las dengan arus maksimum 350 A dan tegangan 38 V, padahal dalam pengelasan plat tipis tersebut hanya dibutuhkan arus 50 A dengan tegangan yang sama. Selain itu dengan sistempengelasan elektroda tunggal yang ada saat ini, dalam proses pengelasan terjadi pemanasan lokal yang menyebabkan distribusi temperatur, tegangan termal dan pemuaian yang tidak merata, sehingga timbul distorsi (perubahan bentuk plat dan melengkung) pada hasil pengelasan. Distorsi ini diperbaiki dengan proses produksi tambahan yang disebut dengan flame reforming, yang tentu saja membutuhkan biaya tambahan dan timbul permasalahan lain yaitu turunnya ketahanan korosi. Sehingga adalah hal yang sangat penting untuk merekayasa mesin las elektroda ganda untuk mengoptimasi mesin las (memperkecil jumlah mesin las dan mempercepat proses produksi) dan memperbaiki karakteristik distorsi pengelasan pada plat tipis. Rekayasa mesin las elektroda ganda telah berhasil dilakukan pada tahun II. Dalam rekayasa mesin las ini digunakan transformator dengan arus output maksimum 400 A dan tegangan output 38 V. Mesin las ini direkayasa sehingga mempunyai 2 saluran elektroda (dalam pengembangannya nanti mungkin lebih dari 2) dengan perlengkapan masing-masing saluran gas dan pengatur arus. Mesin las ini dievaluasi untuk mengelas prototype pintu kereta api dengan variasi urutan pengelasan yaitu seri satu spasi, seri dua spasi, parallel nol spasi, parallel satu spasi dan lingkar. Masing-masing urutan pengelasan dilakukan variasi waktu interpass yaitu waktu jeda dari pengelasan titik yang satu ke pengelasan titik berikutnya yaitu 0 menit (tanpa waktu interpass) dan 5 menit. Hasil pengelasan kemudian dievaluasi dengan pengujian struktur mikro, distorsi dan nilai ekonomi, dan dibandingkan dengan hasil pengelasan dengan mesin las elektroda tunggal dengan SOP pintu kereta api PT. INKA. Hasil penelitian tahun III adalah sebagai berikut: 1. Karakteristik struktur makro hasil pengelasan elektroda ganda sama dengan hasil pengelasan elektroda tunggal hanya pada ada perbedaan ukuran butir baja karbon dekat nugget yang menunjukkan bahwa pengelasan dengan mesin las elektroda ganda mempunyai masukan panas yang lebih tinggi. 2. Biaya pengelasan dengan mesin las elektroda tunggal adalah Rp. 936,69/segmen sedangkan biaya pengelasan dengan mesin las elektroda ganda adalah Rp. 831,88/segmen atau terjadi penghematan 11,18% jika dibandingkan dengan pengelasan elektroda tunggal.

    Item Type: Article
    Subjects: Q Science > QC Physics
    T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 15 Apr 2014 04:05
    Last Modified: 03 May 2014 22:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11088

    Actions (login required)

    View Item