ABSTRAKSI BIOMORFIS SEBAGAI EKSPRESI ESTETIS

Afatara, Narsen (2011) ABSTRAKSI BIOMORFIS SEBAGAI EKSPRESI ESTETIS. PhD thesis, ISI Yogyakarta .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (16Kb)

    Abstract

    Kehidupan perupa berbaur dengan berbagai subjek dalam transformasi budaya yang sedang mencair, dari budaya lama menuju kekinian, dan terfokus dalam satu subjek yang jelas adalah permasalahan utama. Data historis memberikan rekaman kehidupan yang mengindikasikan kehidupan masyarakat yang mengalami depresi. Masyarakat merasakan tekanan psikologis yang memberikan dampak tidak terpenuhinya kebutuhan hidup secara baik. Masalah kemiskinan, ketidakadilan, budaya kekerasan, bencana alam, danlain-lain melahirkan depresi kehidupan yang tercermin dalam bentuk ekspresi tubuh dari makhluk hidup, khususnya manusia. Subject matter yang dimunculkan dalam abstraksi biomorfis merupakan simplifikasi dari ekspresi tubuh ke dalam bentuk estetis berupa transformasi bentuk geometri (benda mati) dan biomorfis (benda hidup). Subjeknya adalah ketidakberdayaan makhluk hidup, yang diekspresikan melalui proses estetik yaitu abstraksi bentuk biomorfis sebagai materi subjek. Penulisan disertasi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memahami tindakan-tindakan manusia ketika menciptakan suatu karya seni. Metode ini mencatat, melukiskan, dan menggambarkan seluruh sifat dan karakteristik objek penelitian yang telah ditentukan. Pendekatan hermeneutik atau interpretasi juga digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala atau peristiwa, khususnya yang berkaitan dengan kebudayaan dan yang lebih khusus lagi adalah karya seni (simbol nonverbal) dan bahasa (simbol-simbol yang verbal). Arahan dari metode ini adalah untuk mencari pemahaman tentang makna melalui interpretasi. Perwujudan itu didahului dengan studi bentuk melalui suatu eksperimen dengan media animasi tiga dimensi (3d) tentang berbagaikemungkinan pengembangan bentuk-bentuk biomorfis yang terus berproses. Format karya berupa bentuk 3d dengan ketebalan antara 40 hingga 90 sentimeter, sedangkan ukuran besarnya diperoleh dari perkalian yang ada. Keunikan karya ini dapat dilihat dari masuknya monitor televisi dengan menampilkan film animasi berupa abstraksi biomorfis. Hal itu menambah suatu asosiasi yang tidak terputus dalam menikmati suatu kreativitas bentuk yang disajikan. Bahan yang digunakan dalam penciptaan karya-karya ini dominan logam tembaga dengan menggunakan teknik kenteng, dengan efek tekstur yang optis. Karya ini membuka peluang besar untuk berkolaborasi dalam penciptaan karya seni rupa antarpakar dunia dan dapat dikerjakan dengan baik oleh para ahli fisika, elektronika, robotika, pakar konstruksi, dan lain-lain, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Mereka dapat menyatukan keahliannya dalam suatu ciptaan seni rupa sebagai monumen perdamaian dunia. Abstraksi biomorfis merupakan ekspresi estetis, bukan lagi milik perorangan atau milik suatu bangsa, melainkan menjadi milik warga dunia. [Kata kunci: penciptaan, abstraksi biomorfis, dan ekspresi depresi]

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Depositing User: Users 862 not found.
    Date Deposited: 08 Jul 2013 23:58
    Last Modified: 08 Jul 2013 23:58
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/1108

    Actions (login required)

    View Item