IDENTIFIKASI MOLEKULER KERAGAMAN TANAMAN MABAI (Pongamia pinnata) DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERBANYAKAN IN VITRO UNTUK PENYEDIAAN BAHAN BAKU BIOFUEL

Yunus, Ahmad and Samanhudi, and Sakya, Amalia T and Rahayu, Muji (2011) IDENTIFIKASI MOLEKULER KERAGAMAN TANAMAN MABAI (Pongamia pinnata) DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERBANYAKAN IN VITRO UNTUK PENYEDIAAN BAHAN BAKU BIOFUEL. .

[img]
Preview
PDF (Pongamia pinnata, NAA, BAP, In vitro) - Published Version
Download (10Kb) | Preview

    Abstract

    Exsploration of biofuel material from plant require to develop for supplying alternative biofuel which are environmental friendly and renewable. Information of genetics diversity and in vitro micropropagation for the production of seedling is very litle. Micropropagation can provide better seedling of plant including mabai. The purpose of the research is to find out the qualified seedling of mabai. This research used factorial completely randomized design with 2 factor treatments which were: four level of NAA : 0 ppm, 0,5 ppm, 1 ppm dan 1,5 ppm. Second factor was BAP with four levelwhich were: 0,5 ppm, 1 ppm, 1,5 ppm dan 2 ppm. There were 16 combination of treatments. The result of this researchshowed that BAP 1 ppm and NAA 1 ppm provided the fastest raising of shoot, while treatment with BAP 1,5 ppm without NAA provided the highest of total shoot. The fastest induction of callus was in the treatment with NAA 1,5 ppm and BAP 1 ppm. The highest of callus number was in the treatment of NAA 1 ppm and BAP 2 ppm with the yellow green colour and friagle stucture Eksplorasi sumber-sumber bahan bakar nabati dari tumbuhan perlu dikembangkan untuk menyediakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan. Informasi mengenai keragaman genetik tanaman Mabai dan teknik perbanyakan secara in vitro untuk menghasilkan bibit yang berkualitas masih sangat sedikit. Perbanyakan secara in vitro dilakukan melalui kultur tunas adventif, tunas aksilar, kultur kalus dan emrio somatik, sehingga akan dihasilkan bibit yang lebih terjamin dalam hal kemurnian serta kualitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan mendapatkan bibit yang berkualitas dari teknologi perbanyakan secara in vitro yang efisien. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu pemberian NAA dan BAP. Faktor pertama pemberian NAA dengan 4 taraf yaitu: 0 ppm, 0,5 ppm, 1 ppm dan 1,5 ppm. Faktor kedua pemberian BAP dengan 4 taraf yaitu : 0,5 ppm, 1 ppm, 1,5 ppm dan 2 ppm. Dari kombinasi dua faktor perlakuan tersebut didapatkan 16 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAP 1 ppm dan NAA 1 ppm menunjukkan saat muncul tunas tercepat sedangkan pemberian BAP 1,5 ppm tanpa NAA menghasilkan jumlah tunas terbanyak. Induksi kalus tercepat terdapat pada media dengan penambahan NAA 1,5 ppm dan BAP 1 ppm. Jumlah kalus yang terbentuk paling banyak terdapat pada perlakuan NAA 1 ppm dan BAP 2 ppm dengan warna kalus kuning kehijauan dan struktur kalus remah.

    Item Type: Article
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 15 Apr 2014 03:07
    Last Modified: 15 Apr 2014 03:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11069

    Actions (login required)

    View Item