VALUASI EKONOMI KONSERVASI SUMBERDAYA AIR DI WILAYAH KOTA SURAKARTA

Raharjo, Mugi (2011) VALUASI EKONOMI KONSERVASI SUMBERDAYA AIR DI WILAYAH KOTA SURAKARTA. .

[img]
Preview
PDF (WTP, Konservasi, Sumur Resapan, Biopori.) - Published Version
Download (7Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengkaji jenis-jenis konservasi sumberdaya air yang berkelanjutan yang dapat dilakukan oleh masyarakat, (2) menentukan nilai kemaun membayar (Willingness to Pay (WTP)) masyarakat atas peningkatan manajemen konservasi sumberdaya air, (3) menentukan determinan yang secara signifikan mempengaruhi besarnya nilai WTP atas manfaat tambahan karena peningkatan manajemen konservasi sumberdaya air, (4) pengembangan Instrumen ekonomi yang mengikutsertakan peran masyarakat dalam mekanisme pengumpulan dana bagi manajemen konservasi sumberdaya air. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sample dengan random sampling berstrata secara porposional (proportional stratifical rancom sampling) besarnya sampel menggunakan tabel Umar Sekaran, target populasi sebesar 42.000 sehingga besarnya sampel 350 responden. Model yang digunakan adalah regresi ganda dengan model double log natural. Hasil analisis menunjukkan bahwa : jenis-jenis kegiatan yang berpengaruh secara nyata terhadap konservasi sumberdaya air adalah Sumur Resapan, Lubang Resapan Biopori (LRB),Kesadaran Lingkungan, Kualitas Air, Tanaman Beringin dan Tanaman Bunga Merak. Hasil perhitungan WTP untuk konservasi sumberdaya air pelanggan rumahtangga di kota Surakarta adalah sebagai berikut: WTP untuk katagori R2 sebesar 58.000, R3 sebesar 60.000, R4 sebesar 67.000, N1 sebesar 82.000 hasil regresi log diperoleh kesimpulan bahwa WTP untuk konservasi sumberdaya air diuji dengan koevisien regresi secara parsial (Uji t) menunjukkan 6 variabel yang berpengaruh terhadap WTP konservasi yaitu; Kesadaran Fungsi Lingkungan (t = 3,093 dengan sig 0,0026), Kualitas Air Tanah (t = -23,78 dengan sig 0,0915 dan Sumur Resapan, Pohon Beringin dan Pohon Bunga Merak, variabel lainyaitu pendapatan keluarga, pendidikan KK, umur pernikahan, kepemilikan rumah, jumlah anggota keluarga, sumber air yang digunakan, lama tinggal, alat penyaring, pohon kiara payung dan pohon angsana tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konservasi sumberdaya air. Pengumpulan dana untuk manajemen konservasi sumberdaya air adalah melalui penambahan dana yang dikelola PDAM sebesar 53,5% sedangkan yang dikehendaki dikelola sendiri sebesar 28,7%. Melihat potensi yang cukup besar sumur resapan dan memiliki peranan yang penting dalam pengelolaan sumberdaya air maka kegiatan ini perlu lebih dioptimalkan melalui persyaratan IMB oleh PEMDA bagi penduduk yang mendirikan bangunan. Demikian juga pembuatan biopori lebih digiatkan, disosialisasikan kepada masyarakat secara luas.

    Item Type: Article
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
    Divisions: Pasca Sarjana > Doktor
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 15 Apr 2014 02:47
    Last Modified: 15 Apr 2014 02:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/11055

    Actions (login required)

    View Item